Sedang Marak, Pria Asing Janji Nikahi Wanita Indonesia Berujung Dijadikan Budak Seks

Serikat Buruh Migran Indonesia atau SBMI, Hariyanto meyakini, selain DW (16), masih ada korban lain yang dibawa ke Tiongkok jaringan biro jodoh.

Sedang Marak, Pria Asing Janji Nikahi Wanita Indonesia Berujung Dijadikan Budak Seks
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
ILUSTRASI - Merlin Viney, mantan korban selamat dari tindakan kekerasan seksual di Teluk Balikpapan pada tahun 2006. Merlin ini sekarang menjadi penggiat kampanye anti kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Balikpapan. Beberapa waktu lalu dia turut hadir di acara Save Our Sister. Kini Serikat Buruh Migran Indonesia atau SBMI, ungkap ada korban lain yang dibawa ke Tiongkok jaringan biro jodoh untuk dijadikan budak seks. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia atau SBMI, Hariyanto meyakini, selain DW (16), masih ada korban lain yang dibawa ke Tiongkok terkait jaringan aktivitas biro jodoh oleh salah satu biro jodoh di negara itu.

"Untuk itu kami lakukan pendampingan hukum kepada DW agar kasus ini terbuka.

Sebab, kami duga ada korban lain gadis Indonesia yang juga mendapat iming-iming materi agar mau jodoh dengan orang Tiongkok," ujar Hariyanto kepada WartaKotaLive.com di Sekretariat SBMI di Pengadegan, Jakarta Selatan, Jumat (29/3/2019).

GEMPA HARI INI - Jumat Malam BMKG Mencatat Adanya Gempa di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur

Lanud Dhomber Balikpapan Buka Lagi Static Show Super Tucano, Catat Jadwalnya!

Thoriq Alkatiri Disebut Berlisensi AFC, Ismed Sofyan Pertanyakan Kualitas sebagai Wasit

DW adalah remaja 16 tahun asal Pontianak Utara, Kalimantan Barat.

Ia sebelumnya ditawari oleh dua orang, AH dan AL untuk dijodohkan oleh pria asal negara Tiongkok dengan jumlah mahar senilai Rp 40 juta.

Terdesak kebutuhan ekonomi, DW dan keluarganya pun menyepakati perjodohan itu. Singkat cerita, DW pun dibawa oleh pria calon suaminya ke Tiongkok.

Baca: Pelaku Batal Perkosa Gadis Cantik Calon Pendeta karena Menstruasi, Hasil Forensik Polisi Salah

Namun, bukannya dinikahi, DW justru mendapatkan kekerasan dan terpaksa bekerja di Tiongkok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Hariyanto menyebut, belasan kasus serupa yang terjadi pada 2018.

Saat itu, pihaknya mendapatkan laporan ada 13 gadis remaja asal Sukabumi, Cianjur, Purwakarta yang sebelumnya juga dijanjikan akan dinikahi pria Tiongkok.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved