Jatah Beras untuk Paser dan PPU hanya 5 Bulan, Rastra akan Diganti Bantuan Pangan Non Tunai

Tahun ini, Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk sementara mendapat jatah Beras Sejahtera (Rastra) selama 5 bulan

Jatah Beras untuk Paser dan PPU hanya 5 Bulan, Rastra akan Diganti Bantuan Pangan Non Tunai
Kompas Tv
Ilustrasi beras 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Tahun ini, Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk sementara mendapat jatah Beras Sejahtera (Rastra) selama 5 bulan, selebihnya masih menunggu kepastian pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di dua daerah ini.

Dalam hal penyaluran Rastra menurut Kepala Kansilog Tanah Grogot Panji Lintang, Jumat (29/3/2019), Bulog sebagai operator.

"Tahun ini kami menyalurkan 5 bulan Rastra. Itu penugasan yang untuk sementara kami dapat, selanjutnya Rastra akan diubah menjadi BPNT," kata Panji.

Foto Pamela Safitri Duo Serigala saat Disawer Seorang Pria Viral, Sang Ibu Sakit Hati dan Menangis

Menhub Terbitkan Aturan Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Siap Beri Diskon 50 Persen

Untuk jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rastra tahun ini, lanjut Panji, masih sama seperti tahun lalu, yakni sebanyak 14.608 KPM. Bedanya, jika tahun 2018 penyaluran Rastra full selama setahun, maka tahun ini baru dialokasikan untuk 5 bulan.

"Setiap KPM mendapat jatah 10 Kg Rastra per bulan, jadi setiap bulannya kami menyalurkan 146..080 Kg Rastra. Tanpa biaya tebus, KPM mendapatkan Rastra secara gratis. Khusus wilayah Kabupaten Paser, kami langsung antar ke 139 desa dan 5 kelurahan," ucapnya.

Persediaan beras di Gudang Bulog Tanjung Selor diabadikan beberapa waktu lalu.
Persediaan beras di Gudang Bulog Tanjung Selor diabadikan beberapa waktu lalu. ((TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN))

Sedangkan PPU, kata Panji, pemerintah daerahnya masih mengalokasikan anggaran Subsidi Ongkos Angkut (SOA), sehingga pendistribusian Rastra dari Bulog hanya sampai di kecamatan-kecamatan.

"Dari kecamatan ke desa-desa dibantu SOA. Ini yang tidak ada di Paser, makanya kami yang mengupayakan agar Rastra sampai ke warga desa dan kelurahan," sambungnya.

Sedang Marak, Pria Asing Janji Nikahi Wanita Indonesia Berujung Dijadikan Budak Seks

Kementerian Sosial (Kemensos) akan berubah Bantuan Sosial (Bansos) Rastra menjadi BPNT. Tahun ini Kemensos memprogramkan tiga tahapan perluasan BPNT, yakni bulan Juni, Agustus dan bulan Oktober. Paser dan PPU masuk tahapan yang mana? Panji mengaku belum mendapat pemberitahuannya.

"Kalau BPNT diberlakukan bulan Juni, maka jatah Rastranya hanya sampai bulan Mei. Nah, kita belum tahu lagi Paser atau PPU masuk tahapan berapa? Yang jelas, ketika BPNT itu diterapkan KPM atau warga tidak mampu akan mendapat semacam kartu belanja non tunai, dimana belanjanya? Dinsos akan membentuk e-warung," jelasnya.

Setelah BPNT diberlakukan, Bulog tidak lagi menyalurkan Rastra ke KPM. Produk-produk Bulog pun tidak diharuskan mengisi e-warung, tapi Bulog masih diwajibkan menyerap produksi beras petani. Jika program Rastra tidak ada lagi, kemana Bulog menyalurkan beras yang diserap dari petani?

Vicky Prasetyo Ingin Menikah dengan Anggia Chan? Rencanakan Pernikahan Digelar di Goa

Sedang Marak, Pria Asing Janji Nikahi Wanita Indonesia Berujung Dijadikan Budak Seks

"Kami berharap Bulog tetap dilibatkan dalam program BPNT, terutama dalam mengisi produk-produk pangan di e-warung nanti. Dengan demikian beras petani yang kita serap masih bisa disalurkan ke masyarakat, terutama warga tidak mampu," tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved