Kerap Terjadi Bencana Alam di Indonesia, ACT dan MRI Latih Murid SD Siaga terhadap Bencana

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kaltim, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kaltim dan MRI Samarinda memberikan penyuluhan ke murid Sekolah Dasar (SD).

Kerap Terjadi Bencana Alam di Indonesia, ACT dan MRI Latih Murid SD Siaga terhadap Bencana
HO/MRI Kaltim
SIMULASI - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kaltim, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kaltim, MRI Samarinda memberikan penyuluhan mitigasi terkait dengan bencana kepada murid SD Selyca Islamic School, Sabtu (30/3/2019). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Guna memberikan pemahaman sejak dini terkait dengan penanggulangan bencana alam, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kaltim, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kaltim dan MRI Samarinda memberikan penyuluhan ke murid Sekolah Dasar (SD).

Penyuluhan tersebut dilaksanakan di SD Selyca Islamic School, jalan Kadrie Oening yang diikuti oleh puluhan murid dan guru.

Dalam penyuluhan mitigasi bencana, seperti gempa bumi dan kebakaran, tampak para murid mengikuti dengan antusias.

Pasalnya, selain diberikan materi dasar tentang tindakan awal jika terjadi bencana, juga dilakukan praktek dengan menggelar simulasi terjadinya bencana.

"Tujuannya agar menumbuhkan sikap kesiapsiagaan terhadap murid, karena bencana kerap terjadi di Indonesia, terutama gempa dan kebakaran," ucap Ketua MRI Kaltim, Nuraini, Sabtu (30/3/2019).

"Kita berikan teori lalu praktek dengan simulasi langsung. Jadi, mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," sambungnya.

Lanjut Nuraini menjelaskan, ketika terjadi bencana seperti gempa, ketika berada di kelas, murid harus berlindung di tempat yang aman, seperti di kolong meja belajar, lalu keluar ruangan menuju muster point dengan melindungi kepala menggunakan tas masing-masing.

Selain itu, para murid harus menjauhkan diri dari barang yang mudah pecah maupun jatuh, seperti kaca, kipas angin, maupun lampu.

"Kita berikan hal pokok yang harus dilakukan ketika terjadi gempa, mulai dari berlindung di kolong meja, hingga keluar ruangan ke titik kumpul yang aman," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved