Menhub Terbitkan Aturan Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Siap Beri Diskon 50 Persen

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan terkait harga tiket pesawat.

Menhub Terbitkan Aturan Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Siap Beri Diskon 50 Persen
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Pesawat Garuda Indonesia yang sempat tertunda mendarat di bandara APT Pranoto, Samarinda, akhirnya dapat mendarat sekitar pukul 14.30 Wita, Senin (14/1/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan terkait harga tiket pesawat.

Menurut Sekretaris Dirjen Hubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiarto, aturan tersebut tertuang dalam Permenhub Nomor 20 Tahun 2019 dengan turunan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 72 Tahun 2019.

"Pada hari ini telah merilis dua regulasi, satu Permenhub 20. Kemudian, yang satu Kepmen 72, masalah tarif penerbangan di situ. Kalau Permenhub 20 adalah mengatur tata cara perhitungan tarif, sedangkan besaran tarif batasannya ada di Kepmen 72," ungkap dia ditemui di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (29/3).

Fakta Baru Prostitusi Online di Babel Terkuak, Anak Bawah Umur Ikut Terlibat & Tarifnya Buat Miris

Bocah SMP di Tangerang Ini Viral Setelah Bobol Situs NASA, 2 Sosok Idolanya Ternyata dari Indonesia

Batas bawah tiket pesawat ditetapkan sebesar 35% dari tarif batas atas. Misalnya, bila tarif batas atas sebesar Rp 1 juta maka tarif batas bawah berada di angka Rp 350 ribu.

"Rata-rata 35% dari batas atas. Itu jarak tarif batas atas dan batas bawah. Misalnya tarif batas atas Rp 1 juta maka bawahnya Rp 350 ribu," ungkap VP Corsec PT Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam acara yang sama.

Adapun, regulasi yang berlaku mulai hari ini juga menentukan berbagai hal untuk pertimbangan maskapai mengatur harga tiket, yaitu memperhatikan persaingan yang sehat, perlindungan konsumen serta kewajiban publikasi besaran tarif.

Maskapai Garuda Indonesia
Maskapai Garuda Indonesia (Nikkei Asian Review)

Berbagai pihak terus menaruh perhatian besar pada mahalnya harga tiket pesawat. Kebanyakan masyarakat berpandangan bahwa harga tiket saat ini jauh lebih mahal dari beberapa tahun sebelumnya.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan, murahnya harga tiket pesawat di masa lalu sebenarnya adalah imbas dari perang tarif maskapai yang tengah berebut penumpang.

"Kemarin waktu 4-5 tahun lalu, yang terjadi di Indonesia over supply (kelebihan jumlah penerbangan). Sehingga airlines berebut penumpang. Sehingga (tarif) turun ke bawah. Semua main ke bawah kira-kira 40-50% dari TBA (tarif batas atas)," kata Pikri di Kantor Pusat Garuda, Tangerang, Jumat (29/3).

Lanud Dhomber Balikpapan Buka Lagi Static Show Super Tucano, Catat Jadwalnya!

Celakanya, tarif tiket pesawat yang murah itu dianggap sebagai harga tiket yang wajar oleh masyarakat.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved