Jelang Pemilu, Ini 3 Daerah di Kaltim yang Warganya Miliki Hak Pilih Tetapi tak Terdata di DPT

Ke-tiga daerah itu, yakni Mahakam Ulu sebanyak 1,802 jiwa, Bontang, 43 dan Samarinda, 314 jiwa.

Jelang Pemilu, Ini 3 Daerah di Kaltim yang Warganya Miliki Hak Pilih Tetapi tak Terdata di DPT
Tribunkaltim.co/ Nalendro Priambodo
Anggota Komisioner KPU Kaltim, Iffa Rosita, 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  Tersisa dua pekan lebih sebelum pemungutan suara Pileg dan Pilpres 17 April 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim mencatat ada tiga daerah yang perlu diperbarui data pemilihnya.

Warga yang sebelumnya tak tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) itu, masih masuk di Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Polisi Pastikan Penyebab Tewasnya Hendra Kurniawan Akibat Banjir, Simak Penjelasannya

Satu Girder Penyambung Jembatan Mahakam IV Mulai Diangkat

Goenawan Mohamad Akhirnya Minta Maaf Gegara Unggahan Pesawat Tempur

DPK adalah warga yang punya hak pilih namun belum terdata dalam DPT. Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai alamat pada e-KTP. Tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat e-KTP.

Ke-tiga daerah itu, yakni Mahakam Ulu sebanyak 1,802 jiwa, Bontang, 43 dan Samarinda, 314 jiwa.

Diutarakan, Anggota Komisioner KPU Kaltim, Iffa Rosita, di Mahakam Ulu, warga yang masuk dalam DPK itu, kebanyakan adalah pekerja perkebunan sawit. Sementara, di Samarinda warga yang masih masuk di DPK rata-rata adalah penghuni lembaga pemasyarakatan.

Dilanjutkannya, keputusan memperbaharui data dari DPK ke DPT itu, berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu RI dan menindaklanjuti surat KPU RI nomor 577/tentang putusan MK RI no20/puu-/XVII/2019 pada 31 Maret lalu.

Untuk itu, dalam waktu dekat KPU akan menggelar rapat pleno percepatan proses update data ini. Harapnya, dengan peremajaan data ini, makin banyak warga yang menggunakan hak pilihnya 17 April nanti.

"DPK bisa gunakan KTP elektronik (untuk memilih), edaran terbaru malah bisa pakai suket (surat keterangan)," kata Iffa, Senin (1/4/2019) di kantornya. 

Selain itu, upaya lain agar partisipasi pemilih tetap terjaga, dibuka juga layanan pindah pemilih bagi warga yang saat pemilihan nanti tak berada di TPS asalnya.

Cara mengurusnya, dijelaskan Iffa cukup mudah. Warga cukup membawa KTP Elektronik ke panitia pemilihan kecamatan atau KPU Kota setempat. Nantinya, petugas KPU akan memindahkan data pemilih yang bersangkutan ke lokasi terbaru si pemilih.

"Pengurusan tak boleh diwakilkan," kata Iffa.

Bawa Badik Berkepala Naga, Warga Balikpapan Masuk Bui

Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek, Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah di Depok, Timpa Motor & Mobil

Data pemilih di tempat awal otomatis akan terhapus dan diperbaharui di tempat baru. Waktu pengurusan hingga 10 April 2019. Nantinya, warga itu akan diberi formulir A5 yang bisa dibawa saat pencoblosan.

"Ini upaya mengantisipasi rendahnya jumlah pemilih," katanya. (*) 

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved