Soal Dugaan Jaringan Narkoba Dari Balik Penjara, Kalapas Bontang Beri Pengakuan 

“Banyak cara yang dipakai oleh pembesuk, ini sering kami razia di blok-blok. Tapi tetap saja ada,” ujarnya.

Soal Dugaan Jaringan Narkoba Dari Balik Penjara, Kalapas Bontang Beri Pengakuan 
Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan
Kalapas Bontang, Heru Yuswanto mengikuti tes urin yang digelar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Bontang. Komitmen untuk pemberantasan narkoba di Lapas Bontang dilakukan dengan menggelar tes urin setahun sebanyak dua kali 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Dugaan aktivitas jaringan narkoba dari balik penjara Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III A Bontang dibenarkan Kepala Lapas Bontang Heru Yuswanto.

Kepada wartawan Heru mengaku pernah mendapati kasus jaringan narkoba di dalam penjara bisa berinteraksi dengan jaringan dari luar Lapas Bontang.

Napi menjadi agen penghubung antara bandar dengan calon pembeli.

“Kasus sebelumnya itu napi di sini jadi penghubung antara pemilik uang dan penjual (narkoba),” ujar Kalapas Heru kepada wartawan disela-sela kegiatan tes urin di Lapas Bontang, Selasa (2/4/2019).

Mantan Manager Tim Persiba Benarkan Wasit Hamsir Meninggal Dunia, Dimakamkan Setelah Solat Ashar

Kanker Hati Disinyalir Penyebab Wasit Nasional Asal Balikpapan Hamsir Meninggal Dunia

BREAKING NEWS - Kabar Duka, Wasit Nasional Asal Balikpapan Tutup Usia

Heru menerangkan, informasi ini diterima setelah pelaku tertangkap di daerah lain. Kemudian, tersangka mengaku jaringan ini diperoleh dari seseorang yang tengah berada di dalam penjara Bontang.

Setelah digali informasi ini, diketahui bahwa napi Bontang menjadi perantara koneksi antara pembeli dengan penjual.

“Kalau barang (narkoba) tidak ada, tapi hanya jadi penghubung saja,” ujarnya.

Aktivitas yang dilakukan napi tersebut melalui ponsel miliknya. Peredara ponsel di dalam penjra cukup massif. Petugas kesulitan mendeteksi peredaran ponsel, padahal seluruh barang yang masuk wajib melalui x-ray.

Namun, tetap saja ponsel dapat beredar di dalam penjara. Biasanya ponsel diselipkan di dalam makanan oleh para pembesuk.

76 Petugas Lapas Bontang Ikuti Tes Urine, BNNK Gunakan Alat Terbaru Cek Hasil Cuma 10 Detik

Pakai Bahasa Jawa Timur, Via Vallen Sebut Bakal Menikah Hari Sabtu, Siapa Calonnya? 

Fakta-fakta Terbaru Vanessa Angel, Pengakuan Tarif tak Sampai Rp 80 Juta dan Ruang Karantina Sempit 

Bahkan, sejak Januari hingga Maret kemarin sudah ada 5 ponsel dari pembesuk yang didapat petugas. Mereka menyelipkan alat komunikasi ini di dalam makanan.

“Banyak cara yang dipakai oleh pembesuk, ini sering kami razia di blok-blok. Tapi tetap saja ada,” ujarnya.

Kalapas Bontang, Heru Yuswanto mengikuti tes urin yang digelar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Bontang. Komitmen untuk pemberantasan narkoba di Lapas Bontang dilakukan dengan menggelar tes urin setahun sebanyak dua kali
Kalapas Bontang, Heru Yuswanto mengikuti tes urin yang digelar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Bontang. Komitmen untuk pemberantasan narkoba di Lapas Bontang dilakukan dengan menggelar tes urin setahun sebanyak dua kali (Tribunkaltim.co/ Ichwal Setiawan)

Pihak lapas telah menyediakan telepon umum untuk digunakan oleh para napi.

Tetapi, ponsel tetap menjadi idola para napi untuk berkomunikasi dengan orang luar.

“Rencananya kami akan beli alat jammer atau pengacak signal. Jadi tidak ada aktivitas ponsel di dalam penjara. Penggunaan alat ini tepat di Lapas Bontang sebab lokasinya berada jauh dari pemukiman warga,”pungkasnya. (*) 

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved