Dianggap Arogan, Massa Tuntut Ketua Grab Balikpapan Mundur dari Jabatannya

"Dia bisa men-suspend, menutup aplikasi Grab teman-teman kami secara sepihak dan bisa bekukan akun kami. Bahkan tanpa alasan yang jelas," ujarnya.

Dianggap Arogan, Massa Tuntut Ketua Grab Balikpapan Mundur dari Jabatannya
tribunkaltim.co/aris joni
Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) . 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam demonstrasi yang di lakukan para pengemudi Ojek Online (Ojol) Grab di depan Hotel HER Kota Balikpapan, salah satu tuntutannya meminta Ketua Grab Kota Balikpapan, Hendrik mundur dari jabatannya.

Salah seorang koordinator dari Grab roda empat, Nur Deni Irawan menjelaskan, para rekan-rekan Grab meminta ketua Grab tersebut mundur karena dianggap arogan dan sering bersikap semena-mena.

Diakuinya, akun para driver sering di-suspend tanpa alasan yang jelas.

"Dia bisa men-suspend, menutup aplikasi Grab teman-teman kami secara sepihak dan bisa bekukan akun kami. Bahkan tanpa alasan yang jelas," ujarnya.

BREAKING NEWS - Ratusan Pengemudi dan Pengendara Grab Demo di Depan Hotel HER

Gegara Demo Grab di Depan Hotel HER Balikpapan, GM Hotel Sebut Ada Tamu tak Jadi Menginap

Asal Usul Ayam Geprek, Ternyata dari Keisengan Buat Ayam Crispy Plus Sambal

Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) .
Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) . (tribunkaltim.co/aris joni)

Menurutnya, ketika akun para driver telah disuspend, maka driver tersebut tidak dapat beroperasi lagi. Bahkan, dirinya juga menegaskan bahwa yang bersangkutan juga tidak pernah memberikan alasan yang jelas saat ada akun driver yang terkena suspend.

"Kalau sudah dibekukan akun kami, kita gak bisa cari nafkah lagi. Terus kalau ditanya, dia gak pernah jawab alasannya kenapa," ungkapnya, Kamis (4/4/2019)

Ucap Deni, Alasan Hendrik selalu mengatakan permasalahan dari sistem Jakarta. Padahal dirinya cek di Jakarta tidak ada masalah.

"Ternyata dari Balikpapan yang membekukan akun kami," ucap Deni.

Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) .
Demo pengemudi dan pengendara Grab di depan Hotel Her, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (4/4/42019) . (tribunkaltim.co/aris joni)

Warga Kaltim Banyak yang Berurusan dengan Leasing, Pelajari Hak dan Kewajibannya

MotoGP 2019 - Klasemen Sementara Marc Marquez Posisi 1, Valentino Rossi Posisi 3 

Hasil Malaysia Open 2019 - Kalahkan Tuan Rumah Malaysia, Ahsan/Hendra Melaju ke Perempat Final 

Ia menambahkan, pohaknya tetap meminta Hendrik turun dari jabatannya sebagai ketua Grab di Kota Balikpapan, karena dinilai bersikap bukan sebagai pemimpin.

"Kami selalu di anak tirikan. Seperti anak-anak saja, tidak cocok sebaga pimpinan Grab di Balikpapan," pungkasnya. (*) 

Penulis: Aris Joni
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved