Terpopuler

KALTARA TERPOPULER - Pengembangan dan Penataan Tanjung Selor, Ibukota Kaltara Perlu Disayembarakan

Tanjung Selor, ibukota Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara akan terus dikembangan berbagai infrastruktur pendukungnya.

KALTARA TERPOPULER - Pengembangan dan Penataan Tanjung Selor, Ibukota Kaltara Perlu Disayembarakan
HO - Humas Pemprov Kaltara/Tribunkaltim.co/M Arfan
Maket pengembangan Tanjung Selor dan Tugu Cinta Damai di Tanjung Selor 

Menurut Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Bernardus Djonoputro, pembiayaan infrastruktur di suatu kota baru tidak bisa hanya mengandalkan sumber dana dari pemerintah karena kemampuannya terbatas.

Untuk itu, perlu dicari sumber biaya tambahan yang bisa diperoleh lewat Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Rencana lokasi KBM Tanjung Selor yang pengembangannya paling lambat didanai oleh APBN tahun 2020.
Rencana lokasi KBM Tanjung Selor yang pengembangannya paling lambat didanai oleh APBN tahun 2020. (Humas Pemprov Kalimantan Utara)

Namun, dia berpendapat, investor swasta tentunya akan menghitung terlebih dahulu potensi pengembalian dana dan keuntungan dari investasi yang digelontorkan di kota baru seperti Tanjung Selor.

“Kalau pakai KPBU, swasta akan melihat hitung-hitungannya dulu masuk atau enggak,” ucap Bernardus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/4/3019).

Dia pun menilai anggaran Rp 168,32 miliar yang dikeluarkan BPIW itu masih kurang bila dilihat dari banyaknya rencana pembangunan infrastruktur, mengingat Tanjung Selor baru dikembangkan.

Seharusnya pemerintah mengalokasikan dana lebih dari itu yang cukup dan sesuai dengan rencana pengembangan kota tersebut.

“Biayanya harus dianggarkan dari daerah dan pusat. Rp 168 miliar itu sedikit, bisa bangun apa? Paling cuma jalan, masih kurang,” imbuhnya.

Bernardus menambahkan, pengembangan suatu kota baru harus memperhatikan dua hal. Pertama, kemampuan keuangan pemerintah daerah setempat.

Jika dilihat dari kondisi pemerintahannya, bisa diperkirakan bahwa keuangannya belum mencukupi untuk membiayai semua pembangunan wilayah dan infrastruktur.

Ditambah lagi selama ini pemerintah belum berpengalaman dalam mengembangkan kota baru karena kota-kota yang eksis sekarang ini merupakan pengembangan dari kota lama.

Kedua, pembiayaan infrastruktur harus benar-benar direncanakan dengan matang untuk jangka panjang, selagi kota ini masih baru.

“Harusnya pemerintah pusat yang melakukan KPBU, misalnya untuk pasar, perumahan MBR, jalan, air bersih, dan sanitasi. Perhitungannya tergantung luas, desain, jumlah penduduk, dan infrastruktur yang dibutuhkan,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengembangan dan Penataan Tanjung Selor Sebaiknya Disayembarakan", https://properti.kompas.com/read/2019/04/02/194422021/pengembangan-dan-penataan-tanjung-selor-sebaiknya-disayembarakan.
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Hilda B Alexander

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rp 168,32 Miliar untuk Infrastruktur Tanjung Selor 2019", https://properti.kompas.com/read/2019/04/01/133000121/rp-168-32-miliar-untuk-infrastruktur-tanjung-selor-2019.
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Hilda B Alexander

BACA JUGA:

Kadis Perpustakaan dan Arsip Inginkan Perpustakaan Digital Kaltara Seperti Mesin Google

Gubernur Kaltara Prioritaskan Kesehatan Masyarakat; Ada Pelayanan Ambulans Air dan Dokter Terbang

Kilas Balik Wiranto yang Hari Ini Berumur 72 Tahun, Doa Masa Kecil, Kontroversi hingga Kursi Menteri

Sejarah Hari Ini: Martin Luther King Jr Tewas Ditembak, Peti Jenazahnya Ditarik 2 Keledai

Terpopuler - Niat dan Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Syaban, Bulan Terakhir Sebelum Masuk Ramadhan

Like Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram 

Subscribe official YouTube Channel

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved