Berita Eksklusif

Praktik Politik Uang Jelang Pemilu di Kaltim, Modusnya mulai Bayar DP hingga Model MLM

Politik uang atau biasa disebut praktik 'jual beli suara' menjelang Pemilu merupakan hal yang tak bisa dipungkiri keberadaanya di masyarakat

Praktik Politik Uang Jelang Pemilu di Kaltim, Modusnya mulai Bayar DP hingga Model MLM
Ilustrasi politik uang 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Money politics (politik uang) atau biasa disebut praktik 'jual beli suara' menjelang Pemilu merupakan hal yang tak bisa dipungkiri keberadaanya di masyarakat. Ibarat kabar burung, ada, namun tidak diketahui kejelasannya.

Banyaknya calon-calon legislatif (caleg) kadang membingungkan masyarakat. Juga, ketatnya persaingan antar caleg, membuat kabar-kabar jual beli suara ini semakin berhembus.

Rabu (3/4) siang, di tengah gerimis yang tak henti, Tribun Kaltim mencoba menelusuri praktik jual beli suara dengan bertanya kepada beberapa warga Kota Balikpapan. Tidak banyak yang mau mengakui adanya praktik tersebut.

"Kalau (politik) uang, pasti adalah, tidak bisa dipungkiri itu. Namanya hampir pemilu, kan. Tapi kalau saya tidak terima yang begitu-begitu," ungkap Achmad, warga Balikpapan Utara ini. Saat ditanya dimana praktik tersebut biasa dilakukan, ia menjawab tidak tahu.

Namun ada juga yang mengaku telah ditawari beberapa 'amplop', namun tidak ia terima karena telah memiliki pilihannya sendiri.

"Sudah (ditawari). Ada sama teman, kayaknya dia tim sukses, gitu. Bilangnya 'kamu mau uang kah? Tapi pilih 'ini' ya'," ungkap warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya ini.

Simulasi penghitungan suara di lingkungan KPU RI untuk Pemilu 2019, Selasa (12/3/2019)
Simulasi penghitungan suara di lingkungan KPU RI untuk Pemilu 2019, Selasa (12/3/2019) (Instagram/kpu_ri)

Dia mengaku telah menerima tiga tawaran dengan isi amplop juga berbeda-beda. "Ada yang Rp 100 ribu, 200 ribu. Syaratnya, fotokopi KTP sama KK saja," lanjutnya.

Pembayarannya juga beragam, ada yang langsung memberikan uang dimuka, adapula yang menunggu terpilih dulu.

Bima -- nama samaran yang merupakan alumnus Fisipol Unmul Samarinda ini mengetahui banyak seluk belum praktik politik uang jelang Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019. Mantan aktivis kampus ini ikut mencoba maju sebagai caleg di daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan Barat.

Komentari Video Viral TGB Sebut Jokowi Kalah Telak di NTB 2014, Begini Kata Fahri Hamzah

Mantan PM Malaysia Didakwa Beli Barang Mewah di Hawaii Dengan Kartu Kredit Rp 1,8 Miliar

Terpopuler - Beri Mahar Pohon Mangga, Ini Sumber Kekayaan Pria yang Nikahi Anak Walikota Balikpapan

Mengikuti pertarungan politik merupakan tantangan baginya. Adu gagasan, visi dan misi antarsesama caleg dinikmatinya benar-benar.

Namun kenyataannya, selain kehebatan mengolah data dan gagasan, caleg tanpa didukung ongkos politik hasilnya jelas berbeda. Setidaknya itu yang diyakini caleg pendatang baru ini.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved