Tak Goyang Ekonomi Daerah, Apindo Samarinda Berharap Perusahaan Tambang Penuhi DMO

Perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur diharapkan mampu memenuhi kewajiban domestic market obligation sebesar 25 persen dari total produksi.

Tak Goyang Ekonomi Daerah, Apindo Samarinda Berharap Perusahaan Tambang Penuhi DMO
Tribun Kaltim/Nevrianto
Tug boat menarik tongkang batu bara melintas di perairan sungai Mahakam, Samarinda, Selasa (24/4/2018 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perusahaan pertambangan di Kalimantan Timur diharapkan mampu memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO) sebesar 25 persen dari total produksi, pada semester awal 2019, ini.

Dengan demikian, pada semester II 2019, perusahaan tambang ini bisa mendapat celah untuk mengembalikan produksi secara normal, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) Samarinda, Novel Chaniago.

Novel melihat masih ada celah bagi perusahaan tambang di Kaltim untuk kembali berproduksi normal.

Diketahui, sebelumnya Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas kuota produksi batubara yang dihasilkan oleh perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

"Saya pikir ini masih ada celah, yaitu revisi saat tengah tahun," ujar Novel. 

Berharap para penambang bisa memenuhi DMO semester awal ini.

"Sehingga semester depan produksi bisa ditingkatkan," kata Novel.

Diketahui, kuota produksi batubara yang dihasilkan IUP di Kaltim, dipangkas 50 persen lebih oleh Kementrian ESDM.

Dari semula 95 juta metrik ton lebih, menjadi maksimal hanya 32 juta metrik ton di 2019 ini.

Halaman
1234
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved