Maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Kaltim, Putri mantan Gubernur Ini Mengaku Siapkan Rp 1 Miliar

Pesta demokrasi lima tahunan tinggal menghitung hari. Tepatnya pada 17 April, warga Indonesia, termasuk Kaltim akan memilih wakilnya

Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Sumarsono
Tribunkaltim/Budhi Hartono
Dayang Donna Walfiares Tania Faroek 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pesta demokrasi lima tahunan tinggal menghitung hari. Tepatnya pada 17 April, warga Indonesia, termasuk Kaltim akan memilih wakilnya yang duduk di DPR, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, DPD serta Pemilihan Presiden.

Sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) peserta pemilu pun harap-harap cemas. Menanti apakah 'investasi' yang dikucurkan akan membuahkan hasil manis.

Sebagian besar caleg menyiapkan budget khusus untuk mengikuti pemilu. Dayang Donna Faroek misalnya.

Pengawas Pemilu Ini Kaget Ditawari Segepok Uang, Alasannya Mengejutkan

Digosipkan Dekat dengan Pevita Pearce, Ternyata Ini Tipe Wanita Idaman Ariel Noah di Hari Tua

Polisi Tangkap Pengedar, BNNK Ungkap Semua Kelurahan di Samarinda Tidak Ada yang Bersih dari Narkoba

Putri mantan Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak ini turut bertarung menuju kursi DPRD Kaltim, dari daerah pemilihan Kota Samarinda.

Donna yang maju dari Partai Golkar mengaku menyiapkan budget sekitar Rp 1 miliar.

Donna Faroek bersama jajaran Kadin Kaltim menggelar konfrensi pers mengenai dualisme Kadin Kaltim
Donna Faroek bersama jajaran Kadin Kaltim menggelar konfrensi pers mengenai dualisme Kadin Kaltim (Tribunkaltim.co/ Rafan Dwinanto)

"Budget pastinya setiap caleg adalah. Bohong banget kalau tidak siap dana. Tapi saya siapkan yang wajar saja kok. Tidak terlalu yang jor-joran," kata Donna.

Seperti kebanyakan caleg lainnya, Donna memanfaatkan budgetnya tersebut untuk sosialisasi diri, serta membuat alat peraga kampanye (APK).

Suami Cekik Istri Lalu Masukkan Cairan Sampo ke Mulut, Bermula dari Cekcok Urusan Keluarga

Jadwal Kampanye Hari Ini, Prabowo di Jakarta, Sandiaga Lari Pagi dari Hotel Aston ke Pantai Kemala

"Sewa baliho, APK kalender, kipas, sosialisasi beberapa kali turun lah. Pokoknya beli konsumsi makanan ringan," katanya lagi.

Donna pun mengaku tak memiliki target suara khusus. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim ini terus berupaya meraup suara sebanyak-banyaknya.

"Target suara pasti sebanyak-banyaknya. Kita lihat saja nanti 17 April," kata Donna yang maju melalui Partai Golkar.

Soal saksi, Donna mengaku percaya dengan saksi yang disediakan oleh partai Kendati demikian, Donna memiliki tim yang memantau perkembangan suaranya di masyarakat, secara berkala.

"Aku kan punya tim. Kami terus pantau dengan survei berkala. Agar hasil sesuai dengan taktik yangg kami jalankan," tuturnya.

Sementara, Herman A Hasan, caleg DPRD Kota Samarinda mengaku hanya menyiapkan budget sekadar membuat APK maupun membeli konsumsi.

"Kalau konsumsi inikan wajib. Kita ngumpul sama teman, ya kita yang bayarin," kata Herman.

Ketua DPD PPP Samarinda ini pun mengakui persaingan memperebutkan suara cukup sulit jika tanpa embel-embel 'rupiah'. Meski demikian, Herman bertekad tak akan menukar suara konstituennya dengan uang.

Tips Hemat Kuota Data Saat Lakukan Panggilan via WhatsApp, Begini Caranya

Bocorkan Nasib Arya Stark di Game of Thrones Season 8, Ekspresi Maisie Williams sampai Gemetar

Herman pun sadar konsekuensi dari pilihannya yang tak mau menggunakan money politic. "Jika untuk terpilih ukurannya harus membeli suara masyarakat, ya saya tak akan terpilih," ucapnya.

Herman tak menampik sebagian besar masyarakat memanfaatkan momentum pemilu untuk meraup untung.

"Tidak semua masyarakat. Tapi sebagian besar yang saya temui begitu (meminta uang). Perbandingannya, dari 10 orang yang saya temui, hanya tiga orang yang tak meminta uang," tuturnya. (rad)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved