Kepala Daerah Kaltim Diingatkan Soal Kutukan SDA, Contoh di Antaranya Pabrik Semen

Yang harus dihadapai Isran-Hadi agar bisa didorong dan perlahan beralih ke sumbernya terbarukan yang ramah lingkungan tak lagi andalkan SDA total.

Tribunkaltim.co/nalendro priambodo
Diskusi Panel bertema Paska Pilpres Arah Baru Indonesia, Isran Hadi dan Masa Depan Kaltim, dan Post Islamisasi dan Arah Gerakan Islam, yang digelar Sekolah Narasi di Kedai Cak Turo jalan Djuanda, Sabtu (6/4/2019) diisi Muhammad Husni Fahruddin, Nursobah dan Airin Noviar Nurjani. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Youth Institute, Muhammad Husni Fahruddin Ayub, meminta pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Isran Hadi fokus bicara peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam (SDA).

Khusus mahasiswa, Ayub, sapaan akrabnya, meminta pimpinan tertinggi Kalimantan Timur ini memberdayakan 84 ribu mahasiswa di perguruan tinggi swasta dan negeri yang sesuai dengan program pembangunan.

Salah satu contohnya, kata Ayub yakni mengharmonisasi program pembangunan dengan kurikulum kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa yang nantinya diterjunkan ke masyarakat.

Kontribusi Perempuan sebagai Duta Antikorupsi di Lingkungan Kemenhub

"Isran dan Hadi bisa menangkap peluang itu dan mendorong pembangunan skala desa. Kalau visi itu dilakukan, maka Isran dan Hadi sudah berinisiatif memberdayakan mahasiswa dan masyarakat pada level terendah," kata Ayub, Sabtu (6/4/2019).

Tak hanya itu, sebagai salah satu pemateri dalam diskusi panel bertema Pasca Pilpres Arah Baru Indonesia, Isran Hadi dan Masa Depan Kaltim dan Post Islamisasi dan Arah Gerakan Islam.

Yang digelar Sekolah Narasi di Kedai Cak Turo Jalan Djuanda itu, Ayub juga meminta Isran Hadi fokus di sektor sumberdaya alam.

Telkomsel Leading Digital Transformation, Hadirkan Dahlan Dahi Ambil Kiat-kiat Tribunnews.com

Luas Perhutanan Sosial Kalimantan Timur Terus Bertambah, Begini Perkembangan Terbarunya

Ada banyak persoalan sumberdaya alam Kalimantan Timur yang kini banyak jadi sorotan publik.

Mulai dari pembanguan berbasis ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA), misalnya batubara dan migas sampai pro kontra pembangunan pabrik semen yang bahan bakunya dari kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat.

Menurutnya, Isran dan Hadi harus pula mendengarkan aspirasi masyarakat, mahasiswa dan aktivitas lingkungan hidup agar benturan dan pembangunan berkelanjutan sesuai visi Kalimantan Timur berdaulat bisa diciptakan.

Jangan sampai, kata dia, ada kutukan sumber daya alam, karena terlalu bergantung pada sektor ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA) dan pada akhirnya menyebabkan kerusakan lingkungan dan kemunduran ekonomi di masa depan.

Halaman
1234
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved