Luas Perhutanan Sosial Kalimantan Timur Terus Bertambah, Begini Perkembangan Terbarunya

Di Kalimantan Timur, Diketahui, hingga Maret 2019, luas perhutanan sosial di Bumi Etam sudah mencapai 140.930,75 hektare. Luar biasa.

Luas Perhutanan Sosial Kalimantan Timur Terus Bertambah, Begini Perkembangan Terbarunya
TRIBUN KALTIM/TRINILO UMARDINI
Pemandangan perhutanan dan Waduk Manggar, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Di kawasan hutan Karang Joang ini ada juga yang ditetapkan sebagai perhutanan sosial demi capai kesejahteraan masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Luas perhutanan sosial di Kaltim ditargetkan bertambah seluas 98.766,81 hektare pada 2019 ini.

Diketahui, hingga Maret 2019, luas perhutanan sosial di Bumi Etam sudah mencapai 140.930,75 hektare.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat l Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur Alfaret Dapen Simbolon dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Data dan Kegiatan Kelompok Kerja Perhutanan Sosial Kaltim, 2019.

MV BLACKPINK Kill This Love Trending Teratas YouTube, Ditonton Lebih 71 Juta Kali dalam Sehari

Ketua Grab Balikpapan Penuhi Tuntutan Mundur, Tapi Ini Syarat yang Diminta

Deretan Member Grup Girl Kpop yang Lahir Tahun 2001, Mulai dari Chaeryeong ITZY hingga Jeon Somi

Tambahan luas perhutanan sosial seluas 98 ribu hektare ini merupakan hasil kesepakatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalimantan Timur dalam rapat koordinasi di Jakarta pada awal tahun ini.

Sekadar informasi, Pemprov Kaltim dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang (RPJM-RPJP) 2019-2023 menetapkan capaian perhutanan sosial di Kaltim hanya menargetkan penambahan luas perhutanan sosial sebesar 32 ribu hektare per tahunnya.

Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan target lebih kecil lagi untuk Kaltim, yakni 25 ribu hektar pada tahun 2019.

“Suatu kegembiraan, karena teman-teman KPH selaku pemangku wilayah tidak mau ketinggalan dalam percepatan perhutanan sosial,” ujar Alfaret.

Alfaret mengungkapkan, masih banyak pekerjaan rumah perhutanan sosial di Kaltim.

Misalnya, dari 140 ribu perhutanan sosial yang sudah dicapai, masyarakat belum bisa merasakan manfaatnya secara langsung.

“Bagaimana izin perhutanan sosial yang sudah terbit, bisa dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat, itu belum optimal di Kaltim,” ujar Alfaret.

Halaman
1234
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved