Liga 2

Pemain Naturalisasi yang Pernah di Persib Resmi Gabung Klub Liga 2

Berlabuhnya Raphael Maitimo diumumkan melalui instagram resmi klub pada Sabtu (6/4/2019). resmi bergabung dengan salah satu klub di Liga 2.

Pemain Naturalisasi yang Pernah di Persib Resmi Gabung Klub Liga 2
Tribunkaltim.co/ilo
Raphael Maitimo, saat masih di Persebaya. Foto Bolasport.com. Berlabuhnya Raphael Maitimo diumumkan melalui instagram resmi klub pada Sabtu (6/4/2019). Resmi bergabung dengan salah satu klub di Liga 2. 

TRIBUNKALTIM.CO - Teka-teki ke mana Raphael Maitimo akan bermain pun terjawab sudah.

Raphael Maitimo resmi diikat kontrak oleh klub Liga 2, PSIM Yoygkarta.

Berlabuhnya Raphael Maitimo diumumkan melalui instagram resmi klub pada Sabtu (6/4/2019).

"Resmi, Raphael Maitimo akan berjibaku bersama Laskar Mataram di Liga 2 2019," tulis pernyataan PSIM Yogyakarta.

Hadapi Persebaya, Sebuah Seremoni Disiapkan Madura United Seperti Ini

Persib Tunggu Pemain Asing Asia Pekan Depan, Lee Sang-ho Batal Ini Alasannya

Kabar bergabungnya Raphael Maitimo ke PSIM memang telah mencuat sejak lama.

Sebelum bergabung dengan PSIM, pemain naturalisasi tersebut bermain di Madura United dan Persebaya di Liga 1 2018.

Mantan pemain Persib Bandung itu pun senang dapat bergabung dengan PSIM.

Maitimo pun menyampbut dengan antusias, di mana PSIM akan menjadi perjalanan kariernya yang baru.

"Saya senang, berada di klub yang punya sejarah panjang dan suporter yang luar biasa, seperti di Yogyakarta ini," ujar Maitimo dikutip BolaSport.com dari laman resmi klub.

"Semoga, kita bersama bisa membawa PSIM menuju Liga 1 musim depan," ujarnya.

PSIM memang memiliki target tinggi yakni untuk promosi ke Liga 1.

"Jadi, saya mohon support dan dukungan full dari supporter PSIM, karena tanpa itu, kita bukan apa-apa," ujar Maitimo.

Sementara itu, selain Maitimo akan ada pemain baru yang akan masuk di bulan ini.

Hal itu disampaikan oleh caretaker CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto.

 
"Setelah maitimo, segera akan kita kontrak beberapa pemain lama, termasuk pemain baru yang akan komplet dalam bulan ini juga," ujarnya.

PSSI Berhutang Miliar Rupiah

PSSI membenarkan kabar yang menyebut jika mereka telah berhutang untuk membiayai Timnas U-22 Indonesia di Piala AFF U-22 di Kamboja.

Kabar kebenaran berita tersebut diutarakan langsung oleh anggota Komite Eksekutif (EXCO) PSSI, Gusti Randa.

Gusti Randa tak menampik berita yang beredar ke permukaan mengenai peminjaman uang untuk membiayai pasukan skuat Garuda Muda.

Hadapi Persebaya, Sebuah Seremoni Disiapkan Madura United Seperti Ini

Pucuk DPD Golkar Samarinda Diganti, AMPG Kaltim Sarankan tak Perlu Dipolemikkan

Persib Tunggu Pemain Asing Asia Pekan Depan, Lee Sang-ho Batal Ini Alasannya

PSSI mendapatkan dana pinjaman dari seseorang untuk bisa memberangkatkan Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF U-22.

"Ya, masalah ngutang itu saya kira bukan sesuatu hal yang tabu. Sebetulnya bukan ngutang tetapi ada hamba allah yang memberi talangan, talangan itu kan bahasa kerennya, bahasa resminya kita berhutang gitu," ujar Gusti Randa saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Pria yang pernah berpropesi sebagai penyanyi itu belum mau memberikan informasi lebih detail mengenai jumlah peminjaman tersebut.

"Jumlahnya nanti dong, bendahara yang lebih tahu," papar Gusti.

Gusti menyebut total pinjaman uang yang diberikan berkisar miliaran rupiah.

"Ya sekitar itu lah (Rp 4,5 Miliar)," terang Gusti Randa.

Seperti diketahui, dalam keikutsertaannya tersebut Timnas Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF U-22 2019 setelah menaklukan Thailand di partai puncak.

Anggota Komite Eksekutif (exco) bidang hukum PSSI, Gusti Randa, mendapat tugas sebagai pelaksana tugas (plt) ketua umum PSSI.

Gusti Randa menggantikan peran Joko Driyono untuk menjalankan roda organisasi sehari-hari PSSI.

Hal ini dilakukan setelah Jokdri sapaan akrab Joko Driyono ditangkap oleh Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola.

Ditunjuknya Gusti Randa mendapat respon dari manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar.

Umuh Muchtar menyesalkan dengan dipilihnya Gusti Randa sebagai pelaksana tugas harian PSSI.

"Supaya ini mungkin (PSSI) lebih sakit lagi. Iya lah, 11-12 menurut saya kalau seperti ini," ujar Umuh Muchtar kepada awak media di Hotel El Royale, Jalan Merdeka No 2, Bandung, Kamis (28/3/2019).

Baca juga:

Begini Tanggapan Mahfud MD terhadap Pernyataan Hendropriyono yang Dianggap Menyinggung Kubu 02

Gusti Randa Gantikan Peran Joko Driyono, Umuh Muchtar: Mungkin PSSI Lebih 'Sakit' Lagi

Sebut Keluarganya Difitnah, Jokowi Minta Pelaku Tabayyun; Cek Langsung ke Solo!

Prabowo Tak Bisa Gunakan Area Dalam Stadion Pekansari Buat Kampanye, Begini Respons Ridwan Kamil

PSSI seharusnya, lanjut Umuh Muchtar, langsung bertemu dengan FIFA untuk menyelesaikan kekosongan di kursi ketua umum PSSI.

Bukan malah menunjuk Gusti Randa untuk menjanlankan roda organisasi PSSI.

"Mereka harusnya datang secepatnya datang ke FIFA, situasi di Indonesia seperti ini sampaikan apa adanya, kalau benar mereka sayang ke persepakbolaan Indonesia. Kalau bener punya hati untuk ikut memperbaiki, harus cepat, Gusti Randa cs di situ," katanya.

"Ayo sama-sama persiapan berangkat ke FIFA ceritakan apa adanya, semuanya, harus segera ada KLB. Nanti disaring siapa yang pantas untuk jadi ketua, insya Allah akan lebih baik lah," ucapnya.

TRIBUNKALTIM.CO - Sejak ditinggal Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri di Nusa Dua, Bali pada 20 Januari 2019 lalu, terjadi kekosongan posisi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atau ketum PSSI.

Sesuai statuta FIFA, Joko Driyono yang menjabat wakil ketua umum PSSI ditunjuk menjadi pelaksana tugas Ketua Umum PSSI atau plt ketum PSSI.

Dan belakangan, pelaksana tugas Ketua Umum PSSI atau plt ketum PSSI Joko Driyono juga berhalangan karena harus fokus menjalani proses hukum bersama Satgas Anti Mafia Bola.

PSSI pun sudah berencana melakukan Kongres Luar Biasa atau KLB guna mencari Ketua Umum sekaligus membentuk kepengurusan yang baru.

Sejumlah nama kemudian mencuat menjadi nahkoda baru di tubuh PSSI.

Menpora Imam Nahrawi Merasa Difitnah Exco PSSI soal Pencairan Bonus Timnas U-22 Indonesia

Salah satunya adalah mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad yang namanya mencuat di bursa Ketua Umum PSSI.

Melansir dari Kompas.com dukungan kepada Fadel Muhammad untuk menjadi Ketua Umum PSSI datang dari beberapa pihak.

Misalnya beberapa mantan pemain nasional yang secara terang-terangan memberikan apresiasi positif majunya Fadel Muhammad menjadi kandidat Ketua Umum PSSI.

Firman Utina, salah satu contohnya.

Mantan punggawa di lini tengah Timnas Indonesia ini mengungkapkan adalah sejumlah kepada kewajaran jika Fadel Muhammad maju sebagai Ketua Umum PSSI.

"Sah-sah saja kalau ada putra bangsa seperti Pak Fadel Muhammad yang merasa terpanggil untuk menjadi Ketua Umum PSSI,"  katanya.

Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI, Begini Dugaan Penyebabnya Dirinya Mundur

Dirinya juga mengungkapkan dalam situasi sepeti sekarang PSSI membutuhkan sosok Ketua Umum yang mampu menggerakan pembinaan pemain-pemain muda.

"Siap beraksi khususnya dalam mendorong pembinaan sepak bola usia muda," katanya.

Dukungan untuk Fadel Muhammad juga datang dari mantan pemain nasional lainnya, Francis Wawengkang.

Enal demikian sapaan akrabnya berharap Ketua Umum yang baru dapat membawa perubahan bagi PSSI ke arah yang lebih baik.

"Kalau saya pribadi. Pertama saya ingin sepak bola kita ada perubahan, perubahan yang lebih baik. Kedua, orang yang mau memimpin PSSI paling tidak mencintai sepak bola, paham sepak bola Indonesia, punya integritas, menetap di Jakarta dan tidak kompromi dengan hal-hal yang tidak baik," katanya.

Exco PSSI Asal Kaltim, Yunus Nusi: Gusti Randa Bukan Ditunjuk Plt Ketua Umum PSSI, Ini Alasannya

Sementara Leo Saputra juga  menyambut baik niat dan keinginan Fadel Muhammad yang akan maju sebagai calon Ketum PSSI.

"Siapa pun di negeri ini yang punya niat baik ingin memajukan sepakbola Indonesia, harus diberi kesempatan," ujar mantan pemain Persitya Tangerang tersebut.

Begini Jawaban Gusti Randa soal Polemik Penunjukkan Dirinya Menjadi Plt Ketum PSSI

Sejak ditinggal Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri di Nusa Dua, Bali pada 20 Januari 2019 lalu, terjadi kekosongan posisi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atau ketum PSSI.

Sesuai statuta FIFA, Joko Driyono yang menjabat wakil ketua umum PSSI ditunjuk menjadi pelaksana tugas Ketua Umum PSSI atau plt ketum PSSI.

Dan belakangan, pelaksana tugas Ketua Umum PSSI atau plt ketum PSSI Joko Driyono juga berhalangan karena harus fokus menjalani proses hukum bersama Satgas Anti Mafia Bola.

Yang teranyar, plt Ketua Umum PSSI atau plt ketum PSSI ini dipercayakan kepada Gusti Randa yang sebelumnya menjabat salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Gusti Randa ditunjuk menjadi plt ketua umum PSSI atau plt ketum PSSI dalam rapat Komite Exco PSSI pada Selasa (19/3/2019) dini hari.

Keputusan Exco PSSI ini sendiri sudah sudah diterima oleh Gusti Randa.

Baca juga :

PSSI dan Gusti Randa jadi Trending Topic, Netizen Unggah Sosok Samsul Bahri hingga Datuk Maringgih

Inilah 2 Jabatan Penting yang Diemban Gusti Randa di PSSI dan PT Liga Indonesia Baru

Atas kekosongan posisi ketua umum PSSI atau ketum PSSI ini, sejumlah pihak juga sempat melontarkan pendapat agar PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum atau ketum PSSI baru definitif.

Siapa saja nama-nama yang dinilai layak menjadi ketua umum PSSI atau ketum PSSI juga menjadi perbincangan hangat.

Sejumlah nama mengemuka. Ada politisi, menteri hingga mantan gubernur.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Tribunkaltim.co dari berbagai sumber, berikut sejumlah nama yang sempat mengemuka menjadi ketua umum PSSI atau plt ketum PSSI.

1. Syafruddin

Naman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin pernah mengemuka dan dinilai layak menjadi ketua umum PSSI.

Kesit B Handoyo, seorang pemerhati bola, menjelaskan sosok ketua umum PSSI harus memiliki keberanian untuk mengubah kultur yang ada di PSSI selama ini.

"Ketum PSSI harus berani mendobrak dan mengubah kultur-kultur buruk yang ada di PSSI," ungkap Kesit saat dihubungi, Kamis (24/1/2019) seperti dilansir Tribunnews.com.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin, usai menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin, usai menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019). (Tribunnews.com/ Fitri Wulandari)

Dikatakan Kesit, sosok ketua umum PSSI harus kredibel sehingga dapat membawa PSSI lebih baik ke depannya.

"Orang ini setidaknya tahu bagaimana menjadikan bola sebagai sebuah industri sehingga bola kita bisa profesional dan secara bisnis maju," ujar Kesit

Kesit menyebut beberapa nama yang menurutnya memiliki kapasitas dan memenuhi kriteria untuk memimpin PSSI seperti Syafruddin, Ketua Dewan Pembina Persija Jakarta.

"Syafruddin itu sebagai dewan pembina cukup sukses. Dulu membawa Bhayangkara FC, kemudian membawa Persija Juara, saya rasa bisa-bisa saja dimunculkan namanya," tutur Kesit.

Kesit B Handoyo

Kesit B Handoyo

Sepak terjang Syafruddin dalam sepak bola nasional memiliki prestasi sangat gemilang dengan mengantakan juara dua klub yang dibinanya.

Syafruddin mengantarkan Bhayangkara FC sebagai juara Liga I tahun 2017.

Selain itu saat mendapat kepercayaan sebagai Ketua Dewan Pembina di Persija, Klub Macan Kemayoran ini berhasil menjadi kampiun Liga I tahun 2018 lalu.

Jenderal Polisi bintang tiga ini juga ditunjuk sebagai CDM (Chef de Missions) memimpin kontingen Indonesia dalam ajang Asian Games lalu.

2. Erick Thohir

grafis erick thohir

grafis erick thohir (magang TribunWow.com/okipratiwi)

Nama Erick Tohir, seorang pengusaha Indonesia juga sempat digadang-gadang dan dinilai layak menjadi ketua umum PSSI.

Terlebih keberhasilan Asian Games 2018 membuat sosok Erick Thohir semakin mengilap.

Akhir 2018, ia sempat angkat bicara soal kans menjadi Ketum PSSI.

Ia menyatakan kesediaannya jika dia dipercaya sebagai orang nomor satu di federasi.

Menurut pemerhati sepak bola, Kesit B Handoyo seperti dilansir Tribunnews.com, Erick Tohir sudah lama berkecimpung dalam perkembangan olahraga di Indonesia.

Selain itu juga, menurut Kesit, Erick Tohir dekat dengan dunia sepak bola.

"Dia pernah menjadi pengurus klub liga, selain itu Erick juga pernah memiliki klub Inter Milan jadi pengalamannya ada mengurus sepak bola," jawab Kesit

Baca juga :

PSSI Ampuni Bobotoh, Cabut Hukuman Larangan Beri Dukungan ke Persib Bandung 

Asprov PSSI Kaltim Tanggapi Gugurnya Dua Tim Asal Kaltim di Piala Presiden

3. Basuki Basuki Tjahaja Purnama atau BTP

Basuki Tjahaja Purnama.

Nama Basuki Basuki Tjahaja Purnama atau BTP juga pernah mencuat di dunia maya.

Tagar Ahok for PSSI muncul di Twitter setelah mundurnya Edy Rahmayadi.

Sebelumnya pun, atau pada akhir 2018 nama pria asal Belitung itu menyeruak.

Ahok dinilai tegas dan tanpa kompromi. Karakter seperti itu disebut layak mengawal PSSI.

Namun Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menilai Ahok lebih cocok jadi Jaksa Agung ketimbang ketua umum PSSI.

Prasetyo Edi Marsudi menilik Ahok dari kepemimpinannya di DKI Jakarta.

"Kalau saya cenderung Pak Ahok jadi Jaksa Agung. Pak Ahok cocok, dia tegas konstitusi."

"Kita melihat kinerja dia di DKI, ya mudah-mudahan saja ada pikiran lain," ujar Prasetyo, Minggu (6/1/2019).

4. Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengaku banyak mendapat dukungan maju ke PSSI.

Tanpa ragu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini siap jika dipercaya.

"Kalau itu diperlukan, siap-siap saja (jadi ketum PSSI)," katanya, dilansir dari Kompas.

"Namun bagaimana prosesnya ini tergantung pengurus daerah, klub sepakbola di mana-mana."

"Tentu posisinya menunggu, kalau dibutuhkan ya siap," ujar Muhaimin di kompleks parlemen, Jumat (25/1/2019).

Menurut dia, banyak sekali persoalan yang terjadi di dalam PSSI. Baik dari segi transparansi hingga pembinaan klub-klub di daerah.

Muhaimin berpendapat, seharusnya potensi sepakbola di kampung-kampung bisa menjadi kekuatan untuk melahirkan pemain nasional.

Melalui akun Twitter pribadinya, ia pun sempat mencuitkan ihwal kans duduk di kursi tertinggi federasi.

Kicauan Cak Imin akui siap jadi Ketua Umum PSSI

5. Najwa Shihab

Ada momen menarik dalam tayangan Mata Najwa bertajuk "PSSI Bisa Apa Jilid 4: Darurat Sepak Bola" yang disiarkan Trans7, Rabu (20/2/2019) malam.

Host Maja Najwa, Najwa Shihab mendapat tawaran menjadi Ketua PSSI oleh Anggota Dewan Pembina PSSI Maruarar Sirait.

Awalnya Najwa Shihab bertanya, "Yang jelas PSSI sudah menyatakan akan KLB (Kongres Luar Biasa). Siapa yang layak menjadi ketua PSSI?"

Najwa Shihab saat memandu acara Mata Najwa. Najwa Shihab pernah membuat pengakuan, mengapa dirinya lebih suka interview pejabat ketimbang artis.
Najwa Shihab saat memandu acara Mata Najwa. Najwa Shihab pernah membuat pengakuan, mengapa dirinya lebih suka interview pejabat ketimbang artis. (Capture YouTube Mata Najwa)

Maruarar Sirait kemudian menjawab, "Ya kalau menurut saya Najwa Shihab".

Mendengar jawaban itu Najwa Shihab langsung menolak, "Tidak mau, tidak mau!," seraya mengangkat tangannya.

Sebelumnya, Maruarar Sirait juga sempat memberikan pujian yang tinggi kepada pihak kepolisian dan Najwa Shihab.

Menurutnya program Mata Najwa yang diusung Najwa Shihab sudah berperan banyak dalam membongkar kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

"Najwa saya pikir diberikan Tuhan buat Indonesia. Oleh karena banyak hal yang tidak terjamah secara formal tapi karena Najwa buat, Najwa dipercaya sama rakyat. Saya pikir kamu bisa mendorong hal baik di republik ini," kata Maruarar Sirait.

Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta agar acara Mata Najwa kelak hadir di berbagai daerah, turut mengedukasi suporter.

"Insya Allah," jawab Najwa Shihab.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Respons Umuh Muchtar Soal Gusti Randa Jadi Plt Ketum PSSI, '11-12 Kalau Seperti Ini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PSSI Berutang Miliaran Rupiah untuk Berangkatkan Timnas U-22 ke Kamboja, http://www.tribunnews.com/superskor/2019/04/06/pssi-berhutang-miliaran-rupiah-untuk-berangkatkan-timnas-u-22-ke-kamboja.

Editor: Taufik Batubara

Jangan lupa like fanpage Facebook TribunKaltim.co:

Follow Instagram tribunkaltim:

Subscribe channel YouTube newsvideo tribunkaltim:

 
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved