Pilpres 2019

Soeharto Mundur dari Jabatan Presiden, Prabowo Ungkap Elite Gagal Kelola Negara Termasuk Dirinya

Untuk mendesak Presiden Soeharto mundur karena dianggap sudah tak mampu lagi memimpin setelah 32 tahun berkuasa.

Soeharto Mundur dari Jabatan Presiden, Prabowo Ungkap Elite Gagal Kelola Negara Termasuk Dirinya
GETTY IMAGES via bbc.com
Soeharto Mundur dari Jabatan Presiden, Prabowo Ungkap Elite Gagal Kelola Negara Termasuk Dirinya 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyarankan Soeharto mundur dari jabatan presiden pada era reformasi 1998-1999.

Saat itu memang tengah terjadi gejolak dan demonstrasi mahasiswa di mana-mana untuk mendesak Presiden Soeharto mundur karena dianggap sudah tak mampu lagi memimpin setelah 32 tahun berkuasa.

"Waktu itu saya ikut menyarankan agar Presiden Soeharto mengundurkan diri," ujar Prabowo saat berpidato di acara silaturahim Gerakan Elaborasi Rektor, Akademisi Alumni dan Aktivis Kampus Indonesia, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019) malam.

"Bukan karena saya tidak loyal pada Pak Harto, justru karena saya loyal pada Pak Soeharto, justru karena saya cinta sama Pak Harto," ucapnya.

Awalnya Prabowo menuturkan bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami persoalan, yakni mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri yang terjadi selama puluhan tahun sejak zaman Presiden Soeharto.

Artinya kekayaan sumber daya alam bangsa Indonesia tidak dapat dinikmati oleh masyarakatnya sendiri secara merata.

Jadi Menkeu Terbaik Se-Asia Pasifik, Sandiaga Ucap Sri Mulyani Lebih Cemerlang Bersama Prabowo-Sandi

TNI AU Sampaikan Penjelasan soal Isu Pesawat yang Ditumpangi Prabowo Batal Terbang

Soal Ancaman Adik Prabowo, Mahfud MD: Masak PBB Harus Ngurusi Pemilu, Diketawai Orang

Hal itu, menurut Prabowo, terjadi karena para elite gagal dalam mengelola negara, termasuk dirinya yang juga menjadi bagian dari elite.

"Kita harus akui bahwa ini kegagalan kita semua. saya ikut karena saya bagian daripada suatu rezim yang berkuasa. Saya dulu jenderal. Saya elite tentara," kata Prabowo.

Ketika itu Prabowo dihadapkan pada dua pilihan, membela keluarga atau setia pada bangsa dan negara.

Akhirnya Prabowo memilih untuk mengoreksi kepemimpinan Presiden Soeharto yang merupakan mertuanya sendiri.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved