Emak-emak Meluruk ke Pengadilan Negeri Balikpapan Dukung Terdakwa Hoaks 7 Kontainer

Nah, ada emak-emak Balikpapan meluruk ke Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur. Tuntut keadilan hukum pada kasus hoaks 7 kontainer di Jakarta

Emak-emak Meluruk ke Pengadilan Negeri Balikpapan Dukung Terdakwa Hoaks 7 Kontainer
Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri
Emak-emak Balikpapan meluruk ke Pengadilan Negeri, Senin (8/4/2019). Mereka menyampaikan aspirasi mendukung salah satu terdakwa kasus hoaks 7 kontainer yang sempat viral awal tahun 2019 lalu, Senin (8/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sekumpulan emak-emak Balikpapan meluruk ke Pengadilan Negeri Balikpapan, Senin (8/4/2019).

Mereka menyampaikan aspirasi di depan kantor Pengadilan Negeri Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Sebagian dari mereka membawa spanduk menuntut keadilan hukum pada kasus hoaks 7 kontainer di Jakarta awal tahun 2019 lalu. Dimana salah satu warga Balikpapan berinisial LS jadi terdakwa kasus hoaks yang sempat viral secara nasional.

Satu per satu mereka meyampaikan orasi menggunakan toa.

Mereka menyesalkan aparat penegak hukum melakukan penindakan terhadap LS yang dianggap tak pantas ditangkap.

Sehari Jelang Final Leg 1 Persebaya vs Arema, Ini yang Dilakukan Tim Singo Edan

Pria Ini Ambil Uang Tunai Rp 140 Milar di Bank, Untuk Yakinkan Dirinya Terkaya di Nigeria

Januari 2019 Hingga Sekarang, 5 Balita di Balikpapan Meninggal Dunia karena Demam Berdarah Dengue

Bahkan mereka menyebut apa yang diterima LS adalah bentuk kriminalisi yang menyudutkan salah satu relawan paslon Pilpres dalam kontestasi Pemilu 2019.

Menurutnya masih banyak kasus lain yang lebih penting, daripada kasus hoaks yang menimpa LS, salah seorang janda di Balikpapan.

"Kami di soni untuk memberikan dukungan kepada bunda Lisa, kita tahu dia tak bermasalah, karena dia hanya pertanyakan di facebook. Apakah (informasi kotak suara tercoblos) 7 kontainer itu benar atau tidak," kata Helda Yanti, Ketua Relawan 02 FOR WIVI (Forum Wanita Visioner Indonesia) Kaltim.

Lebih lanjut, ia mengatakan, LS dijemput 3 mobil kepolisian pada sore hari. Dirinya mendengar kabar tersebut mengaku kalang kabut ikut mencari keberadaan LS. Saat mendatangi Polres Balikpapan maupu Polda Kaltim, pihaknya merasa penangkapan LS semacam ditutup-tutupi kepolisian.

Foto Sampah Indomie Berusia 19 Tahun, Menteri Susi Pudjiastuti Turut Memviralkan

Upah di Bawah UMK dan Perlakuan PHK Sepihak, Puluhan Buruh Protes di DPRD Bulungan

"Saya ketua relawan 02, saya mencari beliau ke Polres dan Polda. Mereka beralasan gak ada bunda lisa. Kita kontak pusat aliansi muslim. Datang pengacara, ternyata di Polda, baru dibebaskan jam 1 malam," bebernya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved