Polemik Pabrik Semen

Sempat Ricuh, Berikut 6 Tuntutan Massa Demonstrasi Tolak Pabrik Semen di Kalimantan Timur

Demo penolakan pabrik semen di kawasan Karst Sangkulirang - Mangalihat yang berada di wilayah Kutai Timur dan Berau Kalimantan Timur kembali digelar

Sempat Ricuh, Berikut 6 Tuntutan Massa Demonstrasi Tolak Pabrik Semen di Kalimantan Timur
tribunkaltim.co/nevrianto hardi prasetyo
Kerusuhan terjadi saat demo massa Aliansi Masyarakat Pecinta Karst (AMPK) menolak pabrik semen di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur-Berau, di depan kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada, Senin (8/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bentrokan kembali pecah antara massa aksi dengan aparat keamanan.

Sama halnya dengan aksi pertama yang dilakukan pada 25 Maret 2019 lalu, aksi kali ini juga berlangsung dengan ricuh.

Tidak sedikit aparat keamanan maupun massa aksi yang terluka, bahkan beberapa diantaranya terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi ke Tengah Para Demonstran Tolak Pabrik Semen, Ini yang Disampaikan

Demo di Samarinda Tolak Pabrik Semen, Hujan Batu Terjadi Massa Aksi dan Aparat Terluka

Aksi itu sendiri dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karst Kaltim (AMPKK).

Tuntutan utama dari massa aksi yakni menolak pembangunan pabrik semen di kawasan ekosistem karst Sangkulirang-Mangkalihat yang berada di Kutai Timur dan Berau dengan luasan mencapai 1.867.676 hektar menurut Pergub Nomor 67 tahun 2012.

Namun, menurut data Balai Pelestarian Cagar Budaya Ekosistem karst Sangkulirang-Mangkalihat memiliki 2,1 juta hektar.

Dari data yang dipaparkan massa aksi melalui selebaran yang dibagikan saat aksi, dalam ekosistem karst yang dilindungi, telah terbit berbagai izin usaha pertambangan menurut data Dinas Lingkungan Hidup, diantaranya 193 izin usaha, yang terdiri dari 110 izin usaha pertambangan, 40 konsesi kehutanan, 46 pertambangan batu bara, 16 izin batu gamping, dan 1 pabrik semen.

Hal itulah yang membuat massa menggelar aksi demontrasi menolak adanya pabrik semen, pasalnya menurut massa aksi, ekosistem karst sebagai fungsi ekologi dan hidrologi akan hancur jika pabrik tetap dibangun.

Jika karst hancur, maka akan menghilangkan sumber air masyarakat.

Jika karst hilang, akan terjadi kepunahan hewan endemik, baik spesies lama maupun baru.

Soal Demo Pabrik Semen, Wagub Kaltim Sebut Sudah Ajak Mahasiswa Dialog

Kepala Daerah Kaltim Diingatkan Soal Kutukan SDA, Contoh di Antaranya Pabrik Semen

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Temui Massa yang Demo Tolak Pabrik Semen, Ini LIVE STREAMING Suasana Demo

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved