Wawancara Ekskulsif

Bupati Kukar Blak-blakan soal Pengentasan Kemiskinan, Siap Bedah 1.900 Rumah tak Layak Huni

Bupati Kukar Blak-blakan soal Pengentasan Kemiskinan, Bedah Rumah Sasar 1.900 Rumah tak Layak di Kutai Kartanegara

Bupati Kukar Blak-blakan soal Pengentasan Kemiskinan, Siap Bedah 1.900 Rumah tak Layak Huni
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
Bupati Kukar Edi Damansyah menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans ke Puskesmas Loa Kulu. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung mobilisasi puskesman dalam melayani pasien daruratnya 

TRIBUNKALTIM.CO - PROGRAM prioritas Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah adalah mengentaskan kemiskinan di wilayah. Begitu dilantik, Edi Damansyah langsung membentuk tim pengentaskan kemiskinan, termasuk tim satgas di lapangan.

Berikut petikan wawancara eksklusif Tribun Kaltim dengan Bupati Edi Damansyah terkait langkah konkrit pengentasan kemiskinan di Kukar.

Apa langkah konkrit Pemkab Kukar agar lebih fokus mengurusi pengentasan kemiskinan ini?
Kami membentuk tim khusus pengentasan kemiskinan. Selain itu, kami sedang mempersiapkan kayak satgas. Tim besarnya ini sudah ada, tapi kami mau breakdown per bidang semacam task force.

Aksi Demo di kantor Gubernur Kaltim Ricuh, Kasat Pol PP Terluka Diduga Terkena Busur

Peduli Penderita Jantung, YJI Kutai Barat Bantu Dana Berobat bagi Dua Penderita Jantung

Apa saja yang dikerjakan tim tersebut?
Tugas pokoknya koordinasi. Tim ini harus mengoordinakasikan dan mengomunikasikan dengan baik kepada perangkat daerah yang menjadi leading sector, lalu ada SKPD penunjangnya.

Tim memastikan perangkat daerah betul-betul menjalankan rencana yang ditetapkan bersama.
Koordinasi ini kadang-kadang mudah diucapkan, melaksanakannya sulit, kadang-kadang ego sektor masih ada.

Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Direktur RSUD Dayaku Raja Kota Bangun, dr Aulia Rahman Basri meninjau lokasi rumah murah di Perumahan Pesona Dara Residence Kecamatan Kota Bangun, Jumat (29/3/2019) lalu.
Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Direktur RSUD Dayaku Raja Kota Bangun, dr Aulia Rahman Basri meninjau lokasi rumah murah di Perumahan Pesona Dara Residence Kecamatan Kota Bangun, Jumat (29/3/2019) lalu. (TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK)

Persoalan kesehatan, angka kematian bayi dan ibu melahirkan, anak gizi buruk di Kukar cukup tinggi. Bagaimana mengatasinya paling tidak mengurangi munculnya kasus baru?
Pendekatan bidang kesehatan, salah satunya fokus pada penguatan fungsi puskesmas, puskesmas pembantu dan revitalisasi posyandu.

Ini dikerjakan dari tingkat kabupaten, desa, dan dunia usaha. Dalam rumah besar pengentasan kemiskinan, ada kamar kesehatan, pendidikan, kualitas kehidupan masyarakat.
Dari sisi SDM terus dilakukan pembinaan.

Video Viral Prabowo Berulangkali Gebrak Meja Podium Hingga Ditenangkan Amien Rais, Ini Ceritanya

SBY Kritik Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di GBK, Mengapa Demokrat Menyerang Jagoannya Sendiri?

Kita ingin dari revitalisasi posyandu terutama berkaitan dengan perhatian 1.000 hari kehidupan, 270 hari masa kandungan, 730 hari masa pertumbuhan, kita ingin ibu hamil di lingkungan desa dan RT teridentifikasi dan terlayani dengan baik.

Kita memastikan kandungannya sehat, ibunya sehat, asupan makanan tercukupi, obatnya tercukupi. Di sisi lain ada beberapa warga kita enggan ke puskesmas dan posyandu sehingga kita yang aktif.

Dalam penguatan ini, kita bersinergi antara pemkab, pemerintah desa dan dunia usaha. Kita harapkan masing-masing memberikan kontribusi, nanti anggaran di desa fokus memberikan penguatan terhadap posyandu dan beberapa fasilitas pendukungnya, begitu juga nanti dari kabupaten ada, dunia usaha melalui CSR juga ada.

Rumah salah satu warga di Kukar yang telah direhabilitasi Pemkab Kukar melalui program Bedah Rumah.
Rumah salah satu warga di Kukar yang telah direhabilitasi Pemkab Kukar melalui program Bedah Rumah. (TRIBUN KALTIM)
Halaman
123
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved