Pilpres 2019

Jokowi Lebih Dijagokan Menang, Ini Tiga Faktor yang Menjadi Alasan

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih banyak berbicara gagasan ketimbang rivalnya.

Kolase TribunStyle sumber Kompas.com
Jokowi dan Prabowo saat debat keempat Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Shangri-La, Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih banyak berbicara gagasan ketimbang rivalnya.

Hal itulah yang mendasari banyaknya lembaga survei dan sejumlah media asing yang mengunggulkan pasangan 01.

Demikian disampaikan peneliti The Habibie Insititute, Bawono Kumoro. "Sangat wajar apabila hasil survei menunjukkan Jokowi selaku petahana masih unggul cukup jauh dari Prabowo Subianto," kata Bawono dalam relese kepada media ini, Selasa (9/4/2019).

Rahmad Masud Ajukan Surat Mundur dari Persiba, Walikota Rizal Sebut Kondisi Persiba Kritis

Video Viral Prabowo Berulangkali Gebrak Meja Podium Hingga Ditenangkan Amien Rais, Ini Ceritanya

Ini senada dengan laporan The Economist Intelligence Unit yang memprediksi Jokowi bakal menang di Pilpres 2019.

Ada tiga faktor The Economist menjagokan Jokowi. Pertama, Jokowi didukung oleh banyak partai politik dan legislator yang ada di baliknya.

Jokowi dan Iriana rela kehujanan hingga basah kuyup bersama ribuan pendukungnya saat kampanye terbuka di Lapangan Bola Dukuh Salam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019) sore.
Jokowi dan Iriana rela kehujanan hingga basah kuyup bersama ribuan pendukungnya saat kampanye terbuka di Lapangan Bola Dukuh Salam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019) sore. (ISTIMEWA)

Kedua, yang mendukung kemenangan Jokowi adalah bukti keberhasilannya dalam menjaga kondisi ekonomi makro serta peningkatan pada bidang kesehatan dan edukasi. Jokowi juga dinilai berhasil mengubah secara gradual kondisi infrastruktur nasional.

Bawono menjelaskan, Jokowi selama lima tahun terakhir sudah melakukan banyak gebrakan luar biasa yang manfaatnya bisa dirasakan tak hanya oleh masyarakat di Pulau Jawa.

Aksi Demo di kantor Gubernur Kaltim Ricuh, Kasat Pol PP Terluka Diduga Terkena Busur

Dukung Prabowo-Sandiaga, Ketua DPD Partai Golkar Wonosobo Dipecat

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan massif dan pesat dapat dirasakan oleh publik secara luas, bahkan oleh warga yang tinggal di luar pulau Jawa," tegasnya.

Karena itu, menurut Bawono, wajar jika dukungan kepada Jokowi terus mengalir mulai dari kalangan professional, almunus kampus-kampus ternama, ormas, hingga komunitas warga negara Indonesia di luar negeri.

Dalam hal basis dukungan, kata dia, Jokowi-Ma'ruf juga didukung kelompok-kelompok yang lebih plural atau majemuk. Berbeda dengan kubu penantang yang semakin terkesan ekslusif.

"Pasangan Prabowo-Sandi seperti hendak menegaskan diri sebagai pemimpin bagi satu kelompok saja," tegasnya.

Padahal, menurut Bawono, kesan eksklusivitas dukungan yang sangat terlihat di kubu 02 bisa menjadi boomerang di tengah tuduhan politik identitas yang sering disematkan kepada Prabowo-Sandi.

Lantas bagaimana dengan survei Puskaptis yang justru memenangkan pasangan Prabowo-Sandi 47 persen dan Jokowi-Ma'ruf 45 persen?

Menurut Bawono, masyarakat sendiri yang akan menilai dengan melihat kredibilitas rekam jejak Dari lembaga yang jajak pendapat.

Saat Ibunda Ivan Gunawan Melamar Ayu Ting Ting, Bilqis Malah Maunya Shaheer Sheikh

SBY Kritik Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di GBK, Mengapa Demokrat Menyerang Jagoannya Sendiri?

"Kredibelitas lembaga survei ini sudah diketahui public, bahwa tahun 2014 lalu pernah terbukti melakukan quick count dengan hasil berkebalikan dari hasil real count KPU. Jadi penting juga mengetahui kredibilitas lembaga survei karena survei ini adalah persoalan ilmiah dan akademis sehingga kredibilitas sumber harus tidak boleh ada keraguan," tutupnya. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved