Rentan Lelah, Ketua KPU Kaltara Sebut KPPS Bisa Terima Bantuan Makan Minum dari Warga

Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami berharap KPPS bisa bertugas dalam keadaan bugar dan prima.

Rentan Lelah, Ketua KPU Kaltara Sebut KPPS Bisa Terima Bantuan Makan Minum dari Warga
Tribunkaltim.co/ M.Arfan
Suasana lingkungan TPS saat simulasi pemungutan suara oleh KPU Kalimantan Utara di Gedung Wanita Bulungan, Kamis (4/4/2019) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Proses pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April nanti diperkirakan akan berakhir pada pukul 12.00 malam.

Panjangnya rentang waktu tersebut sebagai konsekuensi pemilihan serentak.

Dari hasil simulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara belum lama ini, rata-rata setiap pemilih menghabiskan waktu lima menit di bilik suara untuk mencoblos satu surat Pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan empat surat suara pemilu legislatif, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Bawaslu Rilis Indeks Kerawanan Pemilu 2019, Simak Daftar Daerah dengan Skor IKP Tinggi

Berikut Jadwal Persib Bandung di Liga 1 2019, Hadapi Arema hingga Perseru Badak Lampung FC

P3K/PPPK Berhak atas 4 Jenis Cuti, Berikut Jenis dan Ketentuannya, Tak Sembuh 1 Bulan Bisa Kena PHK

Rentetan waktu yang panjang ini dikhawatirkan membuat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengalami kelelahan. Termasuk kelelahan pada saat Tahapab-tahapan yang dilalui sebelumnya.

Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami berharap KPPS bisa bertugas dalam keadaan bugar dan prima.

Untuk diketahui, KPPS akan membuka TPS sejak pukul 07.00. Kemudian proses penghitungan suara akan dilakukan setelah pemungutan suara berakhir.

Suryanata mengatakan, KPPS tetap diberi kesempatan untuk rehat sejenak secara bergantian baik baik keperluan beribadah maupun untuk makan dan minum.

Karena proses penghitungan atau rekapitulasi hingga malam hari, KPPS juga bisa menerima bantuan makanan atau minuman dari masyarakat.

Dengan catatan, bukan berasal dari peserta pemilu atau tim peserta pemilu.

"Sepanjang tidak menganggu independensi penyelenggara, kalau masyarakat hendak membantu misalnya siapkan makanan atau kopi misalnya, silakan. Tetapi jangan sampai hal itu mengganggu integritas pemilu," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (9/4/2019).

Daftar 7 Lagu Baru BTS di Album Map of the Soul: Persona, Boy with Luv hingga Dionysus

VIDEO - Polres PPU Ungkap Curanmor, Motor Curian Dijual Rp 1 Juta Sampai Rp 1,8 Juta

6 Rekomendasi Restoran Kepiting Terkenal Enak yang Wajib Dikunjungi saat Singgah di Kota Balikpapan

Jumlah TPS di Kalimantan Utara mencapai 1.284 titik dengan jumlah pemilih mencapai 451.656 orang. TPS akan didirikan paling lambat sehari sebelum pencoblosan. T

PS dibuat di tempat yang mudah dijangkau termasuk oleh penyandang disabilitas.

TPS yang dibuat tidak menggabungkan kelurahan/desa atau nama lain, serta memperhatikan aspek geografis dan menjamin setiap pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung, umum, bebas, dan rahasia. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved