Rusdiana Diduga Masuk Kasus Korupsi Lainnya Selain RPU, Ini Penjelasan Kapolres Balikpapan

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra enggan berkomentar banyak soal penangkapan tersangka Rusdiana. Polda Kaltim telah ambil alih kasus Korupsi RPU.

Rusdiana Diduga Masuk Kasus Korupsi Lainnya Selain RPU, Ini Penjelasan Kapolres Balikpapan
TRIBUN KALTIM/ARIS JONI
Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra, YAP. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi media ini terkait penangkapan Rusdiana, salah satu tersangka kasus dugaan korupsi RPU Balikpapan.

"Biar kita kembangkan dulu," katanya lewat pesan whatsapp, Rabu (10/4/2019).

Untuk diketahui penanganan kasus RPU Balikpapan telah lama diambil alih Polda Kaltim, hingga mendapat supervisi KPK.

Bila penangkapan dilakukan oleh penyidik Polres Balikpapan, ditengarai Rusdiana terlibat dalam perkara korupsi lainnya yang ditangani aparat kepolisian.

Salah satu perkara korupsi yang saat ini ditangani Polres Balikpapan adalah kasus korupsi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kilometer 15, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Saat ditanya apakah Rusdiana terlibat juga dalam kasus TPU Kilometer 15, Wiwin Fitra memilih memberikan jawaban mengambang.

Jafar, salah satu saksi dalam persidangan Tipikor perkara dugaan korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) km 13 Balikpapan, mengakui di persidangan Tipikor Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (29/1/2019) rekening pribadinya dipakai tersangka Andi Walinono untuk menyimpan uang Rp 4,9 miliar. Uang hasil pencairan pemebebasan lahan RPU km 13 itu, belakangan diduga merupakan hasil korupsi yang dibagi-bagikan ke-7 anggota DPRD Balikpapan dan pihak lainnya.
Jafar, salah satu saksi dalam persidangan Tipikor perkara dugaan korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) km 13 Balikpapan, mengakui di persidangan Tipikor Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (29/1/2019) rekening pribadinya dipakai tersangka Andi Walinono untuk menyimpan uang Rp 4,9 miliar. Uang hasil pencairan pemebebasan lahan RPU km 13 itu, belakangan diduga merupakan hasil korupsi yang dibagi-bagikan ke-7 anggota DPRD Balikpapan dan pihak lainnya. (TRIBUNKALTIM/NALENDRO)

"Nanti akan diekspose," ucapnya.

Pemberitaan sebelumnya, dari informasi yang dihimpun, kasus korupsi yang diduga merugikan negara hingga Rp 9 miliar tersebut naik ke tahap penyidikan.

Senin (14/1/2019), penyidik Polres Balikpapan melakukan gelar perkara di Mapolda Kaltim.

Mereka disupervisi Ditreskrimsus Polda Kalimantan Timur dalam penanganan kasus tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved