Pengeroyokan Siswi SMP

Soal Au Siswi SMP, Jokowi Minta Polisi Tegas, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji Inginkan Hal Ini

Presiden Jokowi & Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji angkat bicara soal kasus pengeroyokan siswi SMP di Pontianak yang viral di media sosial.

Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/ilo/IG @jokowi
ILUSTRASI - Korban perundungan yang sedih mengalami duka nestapa. Kabar terkini di Pontianak di Kalimantan Barat ada sebanyak tujuh orang terduga pelaku dan saksi dalam kasus pengeroyokan Au (14), siswi SMP yang jadi korban dan sempat membuat heboh. 

TRIBUNKALTIM.CO, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menilai peristiwa yang menimpa Audrey tentu harus menjadi perhatian bagi para guru di sekolah untuk dapat mengenali karakter para siswanya.

Menurutnya kalau perlu, para guru juga harus mematau aktivitas para siswanya di sosial media dan dengan siapa mereka bergaul.

"Ini kan mereka geng-geng, ini pasti dari geng-geng sebab mereka dari sekolah yang berbeda dan pihak sekolah harus dapat memberikan penanganan terhadap anak seperti itu," ujarnya, Rabu (10/4/2019)

Pria yang akrab disapa Midji itu menilai peran kepala sekolah juga harus mengetahui soal itu.

Meskipun kejadian yang terjadi di luar areal sekolah.

Pihak sekolah harus dapat mendeteksi perilaku anak didiknya.

"Saya tetap minta kasus ini diproses secara hukum," ujarnya.

"Terlepas nanti pengadilan memutuskan gimana-gimana gitu terhadap pelaku sebagai upaya untuk menghukum selain untuk mendidik tapi juga harus memberikan efek jera," tuturnya.

Tak hanya itu, Presiden Republik Indonesia, Jokowi, pun angkat bicara mengenai kasus perundungan dan pengeroyokan yang dialami Au, siswi SMP di Pekanbaru, Kalimantan Barat.

Hal ini dia sampaikan dalam media sosial Instagram @jokowi.

Saya telah mendengar tentang peristiwa yang menimpa seorang anak kita, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikabarkan menjadi korban perundungan beberapa anak lain.


Kita semua sedih dan marah dengan kejadian ini.

Saya telah meminta Kepala Kepolisian RI untuk bertindak tegas menangani kasus ini.

Penanganannya harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur.

Yang pasti adalah, kita sedang menghadapi masalah perubahan pola interaksi sosial antarmasyarakat melalui media sosial.

Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati.

Artikel terkait:

Singgung Jokowi dan Polri Soal Audrey, Hotman Paris: Kenapa 12 Orang Itu Bisa Bebas Begitu Saja

Putri Ahok Angkat Suara Soal Kasus Audrey, Ajak Berhenti Memaki 12 Terduga Pelaku

Atta Halilintar Batalkan Jadwal Acaranya, Demi Besuk Siswi SMP Pontianak Korban Pengeroyokan

Siswi SMP Pontianak Korban Pengeroyokan 12 Siswi SMA Dapat Ancaman dari Pelaku

Link Petisi #JusticeForAudrey, Tandatangani Petisi Berikan Keadilan untuk Audrey, Aksimu Ditunggu 

Berapa Orang Sebenarnya Keroyok Audrey, 3 Atau 12 Orang? Ini Jawabannya

Istri Walikota Pontianak Ungkap Prestasi Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP, Punya Keterampilan Ini

6 Fakta Pengeroyokan Siswi SMP, Antara Lain Kisah Orangtua Pelaku Pernah Pinjam Uang Korban

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Kasus Audrey Mencuat, Gubernur Sutarmidji Minta Pihak Sekolah Awasi Aktivitas Siswa di Sosial Media, http://pontianak.tribunnews.com/2019/04/10/kasus-audrey-mencuat-gubernur-sutarmidji-minta-pihak-sekolah-awasi-aktivitas-siswa-di-sosial-media.
Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Ishak

Ikuti info lainnya dengan Follow Instragram Tribunkaltim.co:

Ikuti juga Newsvideo Tribunkaltim.co berikut ini:

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved