Apa Benar Terjadi Penusukan Alat Kelamin di Kasus Audrey Pontianak? Ini Fakta yang Terbongkar

Kini polisi sudah tetapkan 3 tersangka pengeroyokan Audrey, siswi SMP di Pontianak #JusticeforAudrey Apa benar? Ada penusukan alat kelamin ke Audrey.

Editor: Budi Susilo
Twitter #JusticeforAudrey dan Instagram @threeh.id
Viral #JusticeforAudrey kasus dugaan pengeroyokan siswi SMP di Pontianak. Aparat kepolisian sudah menetapkan tiga tersangka terkait dugaan pengeroyokan Audrey, siswi SMP di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat atau Kalbar yang sempat viral #JusticeforAudrey 

TRIBUNKALTIM.CO, PONTIANAK - Aparat kepolisian sudah menetapkan tiga tersangka terkait dugaan pengeroyokan Audrey, siswi SMP di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat atau Kalbar yang sempat viral #JusticeforAudrey

Tiga orang yang ditetapkan polisi sebagai tersangka merupakan siswi SMA di Pontianak, L alias F (17), A alias T (17) dan N alias C (17).

Kapolresta mengatakan, dasar penetapan tersangka pengeroyokan adalah hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan hasil rekam medis Rumah Sakit Pro Medika Pontianak.

"Dalam pemeriksaan pelaku, mereka mengakui perbuatannya menganiaya korban," kata Anwar.

Kapolresta menjelaskan, penganiayaan yang dilakukan tersangka dilakukan bergiliran satu per satu di dua tempat.

Menurutnya, tersangka dikenakan pasal 80 ayat 1 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun enam bulan.

"Sesuai dengan sistem peradilan anak, ancaman hukuman di bawah 7 tahun akan dilakukan diversi," ungkapnya.

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Kapolresta mengatakan, sesuai dengan keterangan yang diperoleh pihaknya sejauh ini, kejadian yang menimpa Audrey dilakukan tiga tersangka.

Mereka mengakui melakukan penganiayaan namun tidak dilakukan secara bersama-sama.

"Yang melakukan pertama tersangka satunya, kemudian lanjut lagi tersangka kedua, kemudian ketiga," paparnya.

Kapolres menegaskan, soal isu alat kelamin korban ditusuk-tusuk oleh pelaku, dijawab oleh hasil visum.

"Dari pengakuan korban tidak ada menerangkan pemukulan di bagian kelamin. Dari lima saksi yang juga diperiksa juga tidak ada perlakuan penganiayaan terhadap kelamin korban," ungkapnya.

Anwar menegaskan, hasil visum juga memperjelas bahwa tidak ada permukaan sobek maupun memar di bagian kelamin korban.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved