Begini Bahayanya Naik Speedboat Bermesin Tunggal ke Pulau Maratua Berau

Objek wisata Berau di Kalimantan Timur berada di wilayah kepulauan, yang juga menyusuri lintasan perairan memakai speedboat Standar pelayanan wajib ok

Begini Bahayanya Naik Speedboat Bermesin Tunggal ke Pulau Maratua Berau
Tribunkaltim.co/Geafry Necolsen
ILUSTRASI - Transportasi air speedboat yang menjelajah ke beberapa kepulauan di Berau, Kalimantan Timur. Sekedar info bahwa wisatawan diimbau menolak naik speeboat tanpa pelampung dan mempertimbangkan kembali naik speeboat dengan mesin tunggal saat menuju Pulau Maratua, Berau. 

Yong Foong berangkat menyelam bersama dua rekannya, Mohamad Ramzee dan Tobby, pada Selasa (26/2) pagi dan ditemani seorang pemandu bernama Andreas Ade.

Saat melakukan penyelaman, korban berpasangan dengan rekannya, Ramzy, sementara Tobby ditemani Andreas.

"Tiba di lokasi, para tamu yang didampingi Andreas Ade kemudian turun ke perairan Kakaban untuk melakukan penyelaman," ujar Sigit.

Setelah menyelam sekitar 15 menit, Yong Foong dan Ramzy memutuskan naik ke permukaan air.

Sedangkan Andreas dan Tobby masih berada di dalam air.

Yong Foong sempat dibawa ke Puskesmas Tanjung Batu.

Namun, saat tiba di puskesmas pada pukul 12.10 Wita, Yong Foong sudah meninggal dunia.

"Untuk mengetahui penyebab pasti kematian wisatawan asal Malaysia itu, jenazah Yong Foong May langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Rifai, Tanjung Redep, untuk menjalani visum," ucap Sigit.

"Pasien sudah meninggal sebelum sampai di puskesmas. Pasien berkewarganegaraan Malaysia," kata dr Okto dari Puskesmas Tanjung Batu, Selasa (26/2/2019).

Okto mengaku belum bisa memberikan keterangan, karena masih menunggu aparat kepolisian.

"Kami belum bisa memberikan keterangan, karena aparat kepolisian juga belum ada yang datang ke sini," tandasnya.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo juga membenarkan informasi tersebut. Dari informasi yang diperoleh, penyelam wanita asal Malaysia tersebut meninggal dunia.

"Barusan dapat informasi ada diver meninggal, tapi bukan bule. (Warga negara) Malaysia. Nyelam di Kakaban," ungkapnya.

Sebelumnya memang beredar kabar jika ada wisatawan mancanegara yang mengalami dekompresi saat menyelam.

Komandan Pos Angkatan Laut, Letnan Ahdi Hidayat juga membenarkan informasi adanya penyelam yang tewas.

Olahraga menyelam memang bisa menjadi salah satu rekreasi air yang menyenangkan. Namun di sisi lain, menyelam juga dikategorikan olahraga ekstrem.

Salah satunya jika terjadi dekompresi, efek perubahan tekanan air saat berada di kedalaman.

Tidak semua dekompresi berbahaya, efek yang paling ringan bisa berupa sakit kepala, nyeri sendi. Sedangkan yang fatal, bisa berakibat kelumpuhan atau kematian.

(Tribunkaltim.co/Geafry N)

Info Lainnya:

Kepulauan Derawan Sudah Disiapkan Jadi KEK Pariwisata Sejak 2015

Sektor Pariwisata Berau Sumbang PAD Rp 19,9 Miliar

Maratua Jazz dan Dive Fiesta Digelar di Pulau Maratua, Hetifah Promosikan Wisata Berau

Masuk Nominasi, Inilah Keunikan dan Keistimewaan Pulau Kakaban

Kini Lebih Enak Jalan-jalan ke Derawan, Waktu Tempuh ke Tanjung Batu hanya 1,5 Jam!

Bank Indonesia Resmikan Bagan Apung di Derawan, Tingkatkan Sektor Perikanan dan Pariwisata

Hampir Saja, Keindahan Bawah Laut Derawan Terancam Bom ikan

Wisatawan Pulau Kakaban-Berau Bakal Dikenakan Retribusi

Fasilitas Pulau Kakaban Rusak Parah Diterjang Puting Beliung

Yuk ikuti info ragam lainnya di Instragram Tribunkaltim.co ini:

 

Ikuti juga info di Newsvideo Tribunkaltim.co ini:

 

 

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved