KPK Bakal Telusuri 'Nyanyian' Bowo Sidik Pangarso soal Nusron Wahid, Menteri, dan Direktur BUMN

Nama-nama itu seperti politikus Golkar Nusron Wahid, seorang Menteri, dan Direktur BUMN.

KPK Bakal Telusuri 'Nyanyian' Bowo Sidik Pangarso soal Nusron Wahid, Menteri, dan Direktur BUMN
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4/2019). Bowo Sidik menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kasus dugaan suap pelaksanaan kerja sama bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan penerimaan lain terkait jabatan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri soal 'nyanyian' tersangka kasus suap Bowo Sidik Pangarso (BSP). Pasalnya, Bowo menyebut banyak nama dalam kasus yang tengah menjeratnya.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, setiap tersangka punya kebebasan untuk bicara. Namun satu keterangan saja tidak cukup, diperlukan bukti dan keterangan yang bersumber dari saksi atau tersangka lainnya.

"Karena penting sekali bagi KPK tidak tergantung pada satu keterangan saksi atau tersangka dan yang kedua harus melihat kesesuaian dengan bukti-bukti yang lain," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Kata Febri, KPK akan mengklarifikasi pihak yang sudah disebut Bowo. Akan tetapi metode pengklarifikasian belum bisa disampaikan.

"Klarifikasi pasti dilakukan tapi terhadap siapa dan bagaimana metodenya tentu belum bisa disampaikan saat ini. Nanti penyidik kita membutuhkan keterangan dari pihak-pihak tertentu, siapapun orangnya ya sepanjang relevan dan terkait tentu akan kami panggil," ucapnya.

Untuk diketahui, Bowo Sidik telah menyebut sejumlah nama yang diduga ada keterlibatan dalam perkara yang tengah menjeratnya.

Nama-nama itu seperti politikus Golkar Nusron Wahid, seorang Menteri, dan Direktur BUMN.

Kuasa hukum Bowo, Saut Edward Rajagukguk mengungkapkan, Nusron memerintah kliennya untuk menyiapkan amplop serangan fajar guna kepentingan Pemilu 2019.

"Amplop mau dibagi ke Jawa Tengah atas perintah pimpinan dia, Pak Nusron Wahid. Pimpinan di pemenangan pemilu. Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu) Jateng-Kalimantan. Ini langsung disampaikan Bowo ke penyidik," kata Saut di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Sekadar informasi, Bowo dan Nusron berada dalam satu wadah partai politik yang sama, yaitu Golkar. Selain di satu parpol, Bowo dan Nusron juga maju sebagai anggota calon legislatif (caleg) DPR di daerah pemilihan (dapil) yang sama, yakni Jawa Tengah II.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved