Didin Sukses Jual Mobil Temannya Rp 115 Juta, Dibayar Tunai tak Disetor, Dipakai Foya-foya

Didin (28), yang saat ini mendekam di sel Mapolsek Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur melakukan penggelapan uang rekan bisnisnya.

Didin Sukses Jual Mobil Temannya Rp 115 Juta, Dibayar Tunai tak Disetor, Dipakai Foya-foya
Dok Tribunkaltim.co
Mata uang rupiah. Ada kabar baru di Kota Balikpapan, Didin (28), yang saat ini mendekam di sel Mapolsek Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya usai melakukan penggelapan uang rekan bisnisnya Rp 20 juta. 

"Itu uang untuk dagang. Saya dagang kroto," kata Kasman, tak lama usai melaporkan kejadian ini di Kantor Kepolisian Sektor Pengasih, Rabu (20/3/2019).

Kejadian terjadi saat dua pria berboncengan dengan motor berwarna merah menyalip dan menyatakan mobilnya kempes.

Kasman pun mengemudi mobil Mitsubishi Pajero warna hitam miliknya ke tempat sepi untuk mengganti ban. Ia berhenti di Jalan Muhamad Dawam, Dusun Driyan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates.

Ia mendapati sebuah pipa logam kecil menancap pada ban mobil belakang sebelah kiri.

Ketika Kasman tengah mendongkrak mobil, seorang pedagang jajanan menghampiri dirinya dan memberitahu bila tas yang ia letakkan di dalam mobil diambil orang.

"Saya bilang ke orang itu, tasmu diambil orang. Saya lihat orang itu tinggi besar ambil tas itu," kata Suinah (50), pedagang jajanan itu. 

"Dia langsung teriak ada uang Rp 500 juta di tas itu. Dia mengejar ke arah orang itu pergi tapi tidak ketemu," kata Suinah.

Kasman mengaku, selain kehilangan uang itu, ia juga kehilangan Rp 5 juta dalam tas, buku tabungan, SIM dan KTP.

"Ketika mengganti ban memang mobil tidak saya kunci," kata Kasman. Ia pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Wates.

Saat ini, pihak kepolisian masih meminta keterangan lebih lanjut dari Kasman.

Di lokasi kejadian, polisi juga masih mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk mendapatkan bukti tambahan.

Pencurian dengan Metode Pecah Kaca Mobil

Di tempat terpisah, ada juga pencurian melalui metode memecah kaca mobil mulai marak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Sampai sekarang dua kasus yang telah diterima Polres masing-masing di Masjid Al Amin Nipah-nipah pada 28 Februari lalu saat salat Magrib dan di Masjid Al Isyad Waru pada 2 Februari juga saat terjadi usai salat Magrib.

Salah seorang korban, Karyani, Minggu (3/3/2019) menuturkan, pada awalnya ia bersama keluarganya dari Muan, Penajam menjenguk keluarganya yang sakit.

Kemudian saat pulang singgah di Masjid Al Irsyad Waru untuk melaksanakan salat Magrib.

Usai salat kemudian ia menuju Babulu, namun saat di Desa Api-api baru menyadari bila dua handpone di dalam tas hilang.

"Saya kemudian balik lagi ke masjid, untuk mencari siapa tahu terjatuh atau bagaimana," katanya. 

"Setelah saya cari di halaman masjid ternyata tidak ada, pas ke belakang mobil baru saya lihat, kok kaca belakang pecah," ungkapnya. 

"Saya yakin bahwa kaca mobil dipecah saat kami salat Magrib, " ujarnya.

Ia mengungkapkan, barang yang hilang adalah dua handpone kemudian uang Rp 600 ribu milik istrinya serta dompet miliknya termasuk kartu ATM dan kartu pegawai.

Sebelumnya, pada 28 Februari lalu juga terjadi pencurian dengan cara pecah kaca mobil. Pencuri memecah kaca pintu depan sebelah kiri.

Kapolres AKBP Sabil Umar didampingi Kasat Reskrim Iptu Iswanto, saat dihubungi Minggu (3/3/2019) mengatakan, sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian dengan cara pecah kaca mobil.

Ia mengatakan ada dua kasus yang telah terjadi masing-masing di Masjid Al Amin Nipah-nipah dan Masjid Al Irsyad Waru. 

Untuk itu, ia menghimbau kepada pengurus masyarakat untuk memasang CCTV termasuk di lingkungan masjid, dengan tujuan akan memudahkan bila terjadi tindakan pidana.

Karena dengan rekaman CCTV itu akan memudahkan polisi melakukan penyelidikan. Selain itu, diharapkan pengurus atau pengamanan masjid akan melaksanakan salat pada saat rakaat terakhir atau melaksanakan salat setelah jamaah lain sudah melaksanakan salat. 

"Kemudian pemilik kendaraan juga kami himbau agar tidak menyimpan barang berharga di mobil saat melaksanakan salat di masjid. Kami juga akan mulai melaksanakan patroli di masjid terutama saat dilaksanakan salat, " ujarnya. (*) 

(Tribunkaltim.co/M Fachri)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Pencuri Mobil di Sukoharjo Tertangkap Polisi setelah Update Status WA Sedang Berada di Yogyakarta dan kompas.com dengan judul "Pencuri Bermodus Ban Kempis Gasak Uang Rp 505 Juta Milik Pedagang Pakan Burung"

Artikel lainnya:

Driver Ojek Online Gagalkan Aksi Pencurian helm, Pelaku jadi Bulan Bulanan Massa

Ada Modus Baru Pencurian Mobil, Waspada Pelajari Triknya agar tak Kebobolan

Hati-hati Parkir Kendaraan, Modus Pencurian Mobil Kini Cuma Pakai Koin

Polda Kaltim Atensi Pencurian Pecah Kaca Mobil, Direskrimum Imbau Jangan Ragu Lapor Polisi!

Upaya Pencurian Sarang Walet di Samarinda Digagalkan Warga, Kepergok saat Coba Memanjat dengan Tali

Klik Like & Follow Facebook Tribunkaltim.co:

Follow Instagram Tribunkaltim.co di bawah ini:

 Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved