Didin Sukses Jual Mobil Temannya Rp 115 Juta, Dibayar Tunai tak Disetor, Dipakai Foya-foya

Didin (28), yang saat ini mendekam di sel Mapolsek Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur melakukan penggelapan uang rekan bisnisnya.

Didin Sukses Jual Mobil Temannya Rp 115 Juta, Dibayar Tunai tak Disetor, Dipakai Foya-foya
Dok Tribunkaltim.co
Mata uang rupiah. Ada kabar baru di Kota Balikpapan, Didin (28), yang saat ini mendekam di sel Mapolsek Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya usai melakukan penggelapan uang rekan bisnisnya Rp 20 juta. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ibarat niat buruk akan berakhir buruk pula. Ini yang dirasakan Akhiruddin alias Didin (28), yang saat ini mendekam di sel Mapolsek Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya usai melakukan penggelapan uang rekan bisnisnya Rp 20 juta.

Ia ditangkap polisi belum lama ini oleh opsnal Polsek Balikpapan Utara dipimpin Iptu Subari, di kediamannya di kawasan Sumber Rejo RT 52, Balikpapan Tengah.

Pengungkapan bermula, saat korban Ramba (60) melapor ke kantor Polsek Balikpapan Utara lantaran jadi korban penipuan dan penggelapan uang.

"Kami terima laporan, lalu anggota langsung lakukan penyelidikan. Hingga berhasil tangkap pelaku," kata Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Supartono Sudin, Sabtu (13/4/2019).

Diketahui, korban meminta tersangka menjualkan mobil miliknya seharga Rp 115 juta.

Tersangka pun menjual kepada seseorang bernama Budi.

Korban meminta tersangka mentransfer uang hasil penjualan mobil.

Dari sanalah niat buruk Didin terendus. Ia hilang tanpa kabar. Sementara uang hasil penjualam mobil belum diterima korban.

"Pas laku disuruh transfer uangnya ke rekening pemilik mobil tapi tak dilakukan. Jadinya pemilik mobil merasa ditipu," kata ujarnya.

Kepada petugas, Didin mengaku sebagian uang tersebut dipakai untuk kepentingan pribadinya.

Bahkan Rp 20 juta disimpan ke rekening pribadinya untuk dipakai buat foya-foya.

Mata uang rupiah pecahan Rp 100 ribu.
Mata uang rupiah pecahan Rp 100 ribu. Hal ini sebagai barang bukti hasil curian. (Dok Tribunkaltim.co)

Polisi juga menyita barang bukti yakni uang senilai Rp 20 juta yang ia simpan di rekeningnya dan satu lembar celana jeans yang ia beli.

Didin dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan atau 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana kurungan selama empat tahun.

"Kami menyita juga barang bukti yang ada. Tersangka pun mengakui perbuatannya. Saat ini kami masih lakukan pengembangan," tuturnya.

Hasil Mobil Curian Dipakai tuk Bergaya

Di tempat terpisah, beberapa hari sebelumnya ada kasus pencurian mobil. Kejadian ini sekitar sebulan lalu. Pelakunya ialah FAP (19) sempat membawa mobil curiannya ke Yogyakarta sebelum akhirnya ditangkap pihak kepolisian.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Grogol, Iptu Siswanto yang mewakili Kapolsek Grogol, AKP Didik Noertjahjo, pelaku ke Yogyakarta keesokan harinya setelah dia membawa kabur mobil Suzuki Ertiga Nopol AD 9385 JK dari tempat cuci mobil dia bekerja.

"Kamis (14/3/2019) malam dia membawa kabur mobil tersebut, besoknya diketahui dia berada di Yogyakarta," kata AKP Didik Noertjahjo kepada TribunSolo.com, Kamis (21/3/2019).

Dia menambahkan, pelaku nekat melakukan hal tersebut untuk menguasai mobil sehingga bisa digunakan untuk bergaya.

Menurut Ferdian Faizal, pemilik mobil, pelaku sempat membawa mobilnya ke Pantai Parangtritis, Yogyakarta bersama salah seorang temannya.

"Saya pantau dari WhatsApp temannya, dia pasang status di Pantai Parangtritis."

"Tidak lama berselang, saya mendapat laporan dari kepolisian yang melacaknya berada di Yogyakarta," katanya.

Pada Sabtu (16/3/2019), pelaku kembali membawa mobil tersebut melintas di Jalan Raya Sukoharjo - Wonogiri.

Dari informasi yang diterima TribunSolo.com, dia hendak pergi ke rumah temannya di Wonogiri.

Namun, saat tiba di lampu merah simpang tiga Songgorunggi, Nguter, Sukoharjo, ada seorang warga yang melihat mobil tersebut.

Sempat terjadi aksi kejaran antara saksi dengan pelaku penggelapan tersebut.

Sampai akhirnya pelaku meninggalkan mobil tersebut di tepi Jalan Raya Sukoharjo - Wonogiri tepatnya di depan deller Tunas Jaya Motor di desa Tenongan, Gupit karena mobil tersebut kehabisan mobil.

Pelaku yang sempat melarikan diri, berhasil diamankan pihak kepolisian yang dibantu warga.
Modus pecah ban

Belum lama ini, pencuri dengan modus mengempiskan ban beraksi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seorang pedagang kroto atau telur semut pakan burung asal Dusun Suruhan, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, menjadi korban.

Kasman (43), pedagang kroto itu kehilangan Rp 505 juta tak lama setelah mengambil uang itu di Bank BCA di tengah Kota Wates.

"Itu uang untuk dagang. Saya dagang kroto," kata Kasman, tak lama usai melaporkan kejadian ini di Kantor Kepolisian Sektor Pengasih, Rabu (20/3/2019).

Kejadian terjadi saat dua pria berboncengan dengan motor berwarna merah menyalip dan menyatakan mobilnya kempes.

Kasman pun mengemudi mobil Mitsubishi Pajero warna hitam miliknya ke tempat sepi untuk mengganti ban. Ia berhenti di Jalan Muhamad Dawam, Dusun Driyan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates.

Ia mendapati sebuah pipa logam kecil menancap pada ban mobil belakang sebelah kiri.

Ketika Kasman tengah mendongkrak mobil, seorang pedagang jajanan menghampiri dirinya dan memberitahu bila tas yang ia letakkan di dalam mobil diambil orang.

"Saya bilang ke orang itu, tasmu diambil orang. Saya lihat orang itu tinggi besar ambil tas itu," kata Suinah (50), pedagang jajanan itu. 

"Dia langsung teriak ada uang Rp 500 juta di tas itu. Dia mengejar ke arah orang itu pergi tapi tidak ketemu," kata Suinah.

Kasman mengaku, selain kehilangan uang itu, ia juga kehilangan Rp 5 juta dalam tas, buku tabungan, SIM dan KTP.

"Ketika mengganti ban memang mobil tidak saya kunci," kata Kasman. Ia pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Wates.

Saat ini, pihak kepolisian masih meminta keterangan lebih lanjut dari Kasman.

Di lokasi kejadian, polisi juga masih mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan untuk mendapatkan bukti tambahan.

Pencurian dengan Metode Pecah Kaca Mobil

Di tempat terpisah, ada juga pencurian melalui metode memecah kaca mobil mulai marak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Sampai sekarang dua kasus yang telah diterima Polres masing-masing di Masjid Al Amin Nipah-nipah pada 28 Februari lalu saat salat Magrib dan di Masjid Al Isyad Waru pada 2 Februari juga saat terjadi usai salat Magrib.

Salah seorang korban, Karyani, Minggu (3/3/2019) menuturkan, pada awalnya ia bersama keluarganya dari Muan, Penajam menjenguk keluarganya yang sakit.

Kemudian saat pulang singgah di Masjid Al Irsyad Waru untuk melaksanakan salat Magrib.

Usai salat kemudian ia menuju Babulu, namun saat di Desa Api-api baru menyadari bila dua handpone di dalam tas hilang.

"Saya kemudian balik lagi ke masjid, untuk mencari siapa tahu terjatuh atau bagaimana," katanya. 

"Setelah saya cari di halaman masjid ternyata tidak ada, pas ke belakang mobil baru saya lihat, kok kaca belakang pecah," ungkapnya. 

"Saya yakin bahwa kaca mobil dipecah saat kami salat Magrib, " ujarnya.

Ia mengungkapkan, barang yang hilang adalah dua handpone kemudian uang Rp 600 ribu milik istrinya serta dompet miliknya termasuk kartu ATM dan kartu pegawai.

Sebelumnya, pada 28 Februari lalu juga terjadi pencurian dengan cara pecah kaca mobil. Pencuri memecah kaca pintu depan sebelah kiri.

Kapolres AKBP Sabil Umar didampingi Kasat Reskrim Iptu Iswanto, saat dihubungi Minggu (3/3/2019) mengatakan, sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pencurian dengan cara pecah kaca mobil.

Ia mengatakan ada dua kasus yang telah terjadi masing-masing di Masjid Al Amin Nipah-nipah dan Masjid Al Irsyad Waru. 

Untuk itu, ia menghimbau kepada pengurus masyarakat untuk memasang CCTV termasuk di lingkungan masjid, dengan tujuan akan memudahkan bila terjadi tindakan pidana.

Karena dengan rekaman CCTV itu akan memudahkan polisi melakukan penyelidikan. Selain itu, diharapkan pengurus atau pengamanan masjid akan melaksanakan salat pada saat rakaat terakhir atau melaksanakan salat setelah jamaah lain sudah melaksanakan salat. 

"Kemudian pemilik kendaraan juga kami himbau agar tidak menyimpan barang berharga di mobil saat melaksanakan salat di masjid. Kami juga akan mulai melaksanakan patroli di masjid terutama saat dilaksanakan salat, " ujarnya. (*) 

(Tribunkaltim.co/M Fachri)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Pencuri Mobil di Sukoharjo Tertangkap Polisi setelah Update Status WA Sedang Berada di Yogyakarta dan kompas.com dengan judul "Pencuri Bermodus Ban Kempis Gasak Uang Rp 505 Juta Milik Pedagang Pakan Burung"

Artikel lainnya:

Driver Ojek Online Gagalkan Aksi Pencurian helm, Pelaku jadi Bulan Bulanan Massa

Ada Modus Baru Pencurian Mobil, Waspada Pelajari Triknya agar tak Kebobolan

Hati-hati Parkir Kendaraan, Modus Pencurian Mobil Kini Cuma Pakai Koin

Polda Kaltim Atensi Pencurian Pecah Kaca Mobil, Direskrimum Imbau Jangan Ragu Lapor Polisi!

Upaya Pencurian Sarang Walet di Samarinda Digagalkan Warga, Kepergok saat Coba Memanjat dengan Tali

Klik Like & Follow Facebook Tribunkaltim.co:

Follow Instagram Tribunkaltim.co di bawah ini:

 Subscribe official YouTube Channel Tribun Kaltim, klik di sini

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved