KPU Balikpapan Larang Petugas KPPS Kenakan Pakaian Hitam Putih, Ini Alasannya

KPU Balikpapan melarang petugas KPPS menggunakan seragam hitam putih,lantaran identik dengan seragam salah satu capres-cawapres.

KPU Balikpapan Larang Petugas KPPS Kenakan Pakaian Hitam Putih, Ini Alasannya
tribunkaltim.co
Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Aris Joni

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Saat ini proses penyelenggaraan pemilu 2019 telah memasuki masa tenang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus menjaga petugasnya untuk menjaga netralitas dalam penyelenggaraan pemilu tersebut.

Salah satunya, dengan tidak memerbolehkan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan atribut yang berkaitan dengan partai politik (parpol), atau salah satu peserta pemilu.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha menjelaskan, pada penyelenggaran pemilu sebelumnya, biasanya para petugas KPPS menggunakan pakaian hitam-putih.

Tapi, kata Noor Thoha, karena pada pemilu ini salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden menggunakan pakaian hitam-putih sebagai indentitas timnya, Noor Thoha melarang para petugas KPPS untuk menggunakan pakaian hitam putih.

Untuk menjaga integritas dan netralitas KPU. Jadi, jangan ada yang menggunakan baju yang mengarah kepada salah satu paslon pemilu atau parpol," ujarnya. Minggu (14/4/2019).

Noor Thoha menyarankan, untuk pakaian yang akan digunakan petugas KPPS pada saat pemilu nanti lebih baik memakai baju batik saja.

"Kalau mau pakai pakaian adat juga boleh," katanya.

Noor Thoha menegaskan, Jika dalam proses pemcobolasn nanti ditemukan petugas KPPS atau TPS yang menggunakan atribut berbau paslon atau parpol, pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved