Pilpres 2019

Sederet Fakta Konser Putih Bersatu Jokowi-Maruf Amin, Bandingkan Saat Kampanye Prabowo

Ini 5 Fakta Konser Putih Bersatu Jokowi-Maruf di GBK, Bandingkan Saat Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga

Sederet Fakta Konser Putih Bersatu Jokowi-Maruf Amin, Bandingkan Saat Kampanye Prabowo
Seknas Jokowi
Massa pendukung Capres Cawapres Jokowi-Maruf saat ikuti kampanye akbar 'Putih Bersatu' Jokowi-Maruf, dalam rangkaian kampanye Pilpres 2019 di GBK, Kota Jakarta pada Sabtu (13/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Giliran calon Presiden dan calon Wakil Presiden RI nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. 

Puncak kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf yang menggunakan konsep Konser Putih Bersatu tersebut berlangsung pada pada Sabtu (13/09/2019) mulai pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah menggelar kampanye akbar di GBK pada 7 Maret 2019 lalu.

Berikut 5 fakta Konser Putih Bersatu Jokowi-Ma'ruf di GBK, bandingkan saat kampanye akbar Prabowo-Sandiaga. Simak selengkapnya:

1. Ingin inklusif

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan kampanye akbar ini akan berkonsep inklusif.

Menurut dia, kampanye inklusif ini seperti yang diharapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kampanye akbar paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

"Kami ingin tampilkan kampanye yang oleh Pak SBY dimaksudkan itu, kampanye yang inklusif, kampanye yang lazim. Bukan kampanye eksklusif untuk golongan tertentu saja. Tapi kampanye yang mencerminkan Indonesia kita," ujar Hasto di Posko Cemara, Kamis (11/4/2019).

Masyarakat umum boleh datang ke acara ini tanpa perlu mendaftar. Namun mereka tidak diperkenankan membawa anak-anak.

Hasto mengatakan, keleluasaan seperti ini merupakan cerminan bahwa kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf untuk masyarakat dari berbagai macam suku, agama, dan status sosial.

"Seluruh representasi dari daerah, suku, agama, status sosial, lapisan masyarakat bisa hadir bergembira riang menyatukan diri dalam kepemimpinan bersama Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," ujar Hasto.

2. Diikuti semua ketum parpol pendukung dan ratusan artis

Hasto mengatakan, ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Kerja juga akan hadir dalam kampanye akbar ini. Mereka kompak menyerukan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf.

"Semua ketum parpol akan hadir," ujar Hasto.

Selain itu, para kader dan simpatisan partai pendukung juga akan meramaikan GBK. Begitu juga kelompok relawan yang selama ini mendukung Jokowi-Ma'ruf.

Hasto mengatakan, semua elemen masyarakat akan tampil dengan penuh suka cita.

Hasto menyebut, 500 artis pendukung Jokowi-Ma'ruf akan meramaikan konser itu di antaranya adalah Abdee Slank, Addie MS, Bimbo, Glen Fredly, Yuni Sara, Olla Ramlan, Arie Kriting, Krisdayanti, dan lainnya.

TKN ingin memunculkan keceriaan dalam kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf ini.

"Jangan sampai kampanye terakhir justru memecah belah kita sebagai bangsa. Oleh karena itu konser 'Putih Bersatu' kami tegakan," kata dia.

3. Target peserta

Untuk target peserta, Hasto tidak ingin sesumbar dengan mengatakan satu juta orang akan berkumpul di GBK.

Dia menyinggung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut sejuta orang menghadiri kampanye akbar mereka.

"Kalau kita lihat kapasitas GBK dari manapun menghitung kapasitas GBK itu hanya 160.000 orang. Jadi kalau ada yang klaim satu juta itu sudah biasa dilakukan untuk manipulasi psikologis," ujar Hasto.

Meski demikian, dia mengatakan, peserta yang hadir akan lebih dari 160.000 orang. TKN Jokowi-Ma'ruf tidak hanya menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Area di sekitar stadion juga akan dipakai.

"Dari partai saja minimal 400.000 yang hadir. Itu minimal ya," ujar Hasto.

4. Tak hanya gunakan stadion

Hasto mengatakan, acara tidak hanya digelar di dalam stadion utama. Panggung-panggung hiburan dan kebudayaan juga akan disediakan di sekitar stadion utama.

Ada juga area yang menjadi pusat wisata kuliner dalam acara tersebut.

"Prinsipnya kami ingin menjadikan seluruh GBK sebagai ruang kampanye, sebagai ruang ekspresi dalam menutup kampanye di 13 April tersebut," ujar Hasto.

Partai politik juga akan memeriahkan panggung panggung hiburan itu, misalnya menampilkan marching band dan tarian kebudayaan.

"Dan ada partisipasi aktif dari masyarakat yang ingin menyalurkan kegembiraan," kata dia.

5. Berakhir sebelum debat

Kampanye akbar ini bertepatan dengan pelaksanaan debat terakhir Pemilihan Presiden 2019.

Hasto menjamin kampanye akbar di GBK akan berakhir sebelum debat. Dengan begitu Jokowi-Ma'ruf memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi debat itu.

"Karena hari itu bertepatan dengan debat terakhir, Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin sudah menyiapkan debat sebaiknya dan kami punya komitmen sukseskan debat itu. Sehingga seluruh kampanye rapat umum akan kami selesaikan sebelum magrib," ujar Hasto.

Hasto menjamin kerumunan massa pendukung Jokowi-Ma'ruf sudah akan bubar sebelum magrib.

Sampah-sampah juga akan langsung dibersihkan karena TKN Jokowi-Ma'ruf menyiapkan relawan kebersihan di kawasan GBK.

"Dengan demikian kebersihan dan suasana kondusif jelang debat akan kami ciptakan sebaiknya," ujar Hasto.

Bandingkan Saat Kampanye Akbar Prabowo Sandiaga

Pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno saat kampanye akbar di Jakarta, Minggu (7/4/2019). Kampanye akbar yang diawali dengan Solat Subuh berjemaah itu untuk menyampaikan visi-misi Prabowo-Sandiaga untuk Pemilu 2019. (ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A)

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu (7/3/2019).

Dalam kampanye akbar Prabowo-Sandiaga tersebut hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sejumlah tokoh agama, ulama dan para petinggi partai politik Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Para petinggi partai yang hadir antara lain, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.

Selain itu ada juga Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Sekjen PKS Mustafa Kamal, Rachmawati Soekarnoputri dan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso.

Hadir pula tiga putri Presiden Soeharto, yakni Siti Hediati Hariyadi, Siti Hardijanti Rukmana dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Berikut 5 fakta kampanye akbar Prabowo-Sandiaga yang digelar sejak subuh hingga Minggu siang:

1. Shalat Subuh Bersama Pendukung

Prabowo-Sandiaga mengawali agenda kampanye akbar dengan shalat subuh bersama para pendukungnya sekitar pukul 04.30 WIB. Shalat subuh berjamaah dipimpin oleh Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis.

Ada juga sebagian pendukung yang melakukan shalat subuh di luar area stadion GBK.

Para pendukung yang memakai pakaian serba putih berjalan kaki dengan membawa atribut kampanye, seperti spanduk dan bendera bergambar Prabowo-Sandiaga.

Selain itu ada pula yang membawa bendera partai politik koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Bahkan tidak sedikit pendukung yang sudah berada di kawasan GBK sejak Sabtu (6/4/2019) malam. Mereka menginap di luar stadion dengan alas tidur seadanya. Ada pula yang menggunakan tenda.

Seusai shalat subuh, acara dilanjutkan dengan munajat atau doa bersama.

2. Pendukung "Putihkan" GBK

Stadion GBK yang berkapasitas lebih dari 70.000 orang tampak padat oleh pendukung Prabowo-Sandiaga.

Mereka "menyelimuti" GBK dengan pakaian serba putih sejak Sabtu malam.

Mereka membentangkan spanduk-spanduk dan juga bendera-bendera partai politik koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga.

Para pendukung memenuhi bagian lapangan dan seluruh tribun stadion. Kawasan GBK berubah menjadi lautan manusia.

3. Sandiaga Terharu Saksikan Lautan Manusia

Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengungkapkan rasa harunya ketika menyaksikan "lautan" pendukung yang memenuhi Stadion GBK.

"Lautan manusia pagi ini syukur alhamdulilah kepada Allah SWT kita diberikan kesehatan. Saya haru biru kita kerja keras, kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja iklhas selama tujuh bulan ini," ujar Sandiaga saat mengawali pidato politiknya.

Sandiaga bersyukur, meski menghadapi banyak tantangan, para pendukungnya dapat hadir dalam kampanye akbar itu.

Para pendukung yang berpakaian serba putih memenuhi bagian lapangan dan seluruh tribun stadion. Kawasan GBK berubah menjadi lautan manusia.

"Walapun banyak sekali tantangan tapi sudah hadir lebih dari sejuta berkumpul di GBK," kata Sandiaga.

4. Prabowo Sebut 1 Juta Pendukung Hadir

Prabowo menyebut bahwa sebanyak 1 juta pendukungnya hadir dalam kampanye akbar di Stadion GBK.

Prabowo juga mengatakan, sekitar ratusan ribu pendukung berada di luar area stadion, tidak bisa masuk karena keterbatasan tempat.

"Panitia, berapa yang sudah hadir di sekitar Senayan? 1 juta lebih," ujar Prabowo di sela-sela kampanyenya.

Lantas, Prabowo bertanya ke para pendukungnya apakah mereka dibayar untuk hadir di kampanye akbar itu.

"Saudara-saudara, saya tanya, saudara dikasih uang enggak ke sini? tanya Prabowo.

Seluruh pendukungnya itu pun serempak menjawab tidak.

"Bagaimana 1 juta orang dikasih uang? Bahkan saya tadi di mobil, saya yang dikasih uang oleh rakyat," ucap Prabowo yang disambut gemuruh sorak sorai pendukungnya.

Melihat banyaknya pendukung yang hadir, Prabowo mengaku optimistis dapat memenangkan Pilpres 2019.

Ia juga semakin yakin bahwa mayoritas rakyat Indonesia ingin adanya perubahan.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, sebagian besar masyarakat menginginkan pemerintah yang bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya.

5. Video Rizieq Shihab

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab memaparkan 10 alasan yang menurut dia membuat para pendukung antusias menghadiri kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga.

Kesepuluh alasan itu ia sampaikan melalui tayangan video yang diputar saat kampanye akbar di Stadion GBK.

"Capres-cawapres Prabowo-Sandi di mana-mana disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat Indonesia baik perkotaan maupun perdesaan. Mereka datang berbondong-bondong dari berbagai usia," ujar Rizieq.

Menurut Rizieq, para pendukung datang ke kampanye Prabowo-Sandiaga tanpa dibayar dan diiming-imingi hadiah.

Bahkan, kata Rizieq, banyak dari mereka yang mengeluarkan biaya sendiri untuk membuat spanduk, baliho, kaos dan bendera kampanye. [Abdul Azis]

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul 5 Fakta Konser Putih Bersatu Jokowi-Ma'ruf di GBK, Bandingkan Saat Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga

Baca juga :

Pendukung Bersorak, Prabowo & Sandiaga Langsung Joget di Atas Panggung, Ini Reaksi Jokowi dan Maruf

Usai Debat, Jokowi Langsung Bertolak ke Makkah untuk Menjalankan Ibadah Umrah

Komentar Elite Partai Demokrat Terkait Pernyataan Prabowo Subianto di Final Debat Capres 2019

Ditanya Jokowi soal Pengembangan Esports dan Mobile Legends, Prabowo Delegasikan ke Sandi

Prabowo Subianto Tuding Filosofi Pembangunan Menyimpang,Indonesia Tidak Produksi Apa-apa

Likes Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved