Bupati Berau Muharram Terbitkan Edaran Libur Saat Pencoblosan, Tapi Tidak Bagi Petugas Ini

Bupati Kabupaten Berau, Muharram menerbitkan surat edaran yang mengatur tentang hari pemungutan suara Pemilu 2019, sebagai hari libur.

Bupati Berau Muharram Terbitkan Edaran Libur Saat Pencoblosan, Tapi Tidak Bagi Petugas Ini
tribunkaltim.co/Geafry Necolsen
Bupati Berau menerbitkan surat edaran yang isinya meliburkan seluruh pegawai, kecuali bagi tenaga medis mamupun layanan vital lainnya. Libur ini dalam rangka Pemilu 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Kabupaten Berau, Muharram menerbitkan surat edaran dengan nomor 270/517/BKPP/2019.

Edaran yang ditandatangani Muharram ini mengatur tentang hari pemungutan suara Pemilu 2019 sebagai hari libur.

Surat edaran itu ditandatangani oleh Bupati Berau, Muharram pada hari Senin (15/4/2019), dan ditembukan ke Gubernur Kaltim, DPRD Berau, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau.

“Pemkab Berau menetapkan 17 April sebagai hari libur nasional, dalam rangka Pemilihan Umum 2019,” kata Muharram.

Dalam surat edaran itu, Muharram meminta agar Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau, menyampaikan kepada seluruh jajaran masyarakat, termasuk para karyawan swasta, pegawai negeri beserta anggota keluarganya, yang memiliki hak pilih, untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing.

Meski mengimbau agar meliburkan karyawan swasta dan pegawai negeri, namun Muharram juga menyampaikan, bagi unit yang bertugas memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat 24 jam.

Contohnya Puskesmas, rumah sakit, petugas keamanan dan ketertiban, pemadam kebakaran, telekomunikasi, listrik dan air serta layanan lain yang sejenis, diminta untuk mengatur waktu, agar seluruh pekerja dapat menggunakan hak suaranya.

“Diatur pelaksanaan jam kerjanya atau shifting, agar layanan tetap berjalan dengan baik. Dan mereka bisa tetap menggunakan hak politiknya,” tegas Muharram.

Dirinya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani.

Pemilu 2019 ini menurutnya sebagai penentu, untuk memilih siapa yang akan memimpin Republik Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved