Belajar dari Televisi, Bermodal Seutas Tali Jemuran, Warga Tangkap Buaya di Kolong Rumah

Bermodal tali jemuran, warga menangkap buaya sepanjang 1,5 Meter di kolong rumah warga di pinggiran Sungai Karang Mumus.

Belajar dari Televisi, Bermodal Seutas Tali Jemuran, Warga Tangkap Buaya di Kolong Rumah
TRIBUN KALTIM/ Nalendro Priambodo
Seekor buaya sepanjang 1,5 meter ditangkap warga di bawah kolong rumah warga jalan AM Sangadji, gang 1, Samarinda, Jumat (19/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seekor buaya sepanjang 1,5 meter ditangkap warga di bawah kolong rumah warga Jalan AM Sangadji, gang 1, Samarinda, Jumat (19/4/2019) hanya dengan seutas tali jemuran.

Penangkapan buaya berkelamin betina di kawasan permukiman padat penduduk pinggir Sungai Karang Mumus itu menghebohkan warga sekitar. Tak terkecuali Johan Arifin, sang penangkap.

Awalnya, diceritakan Johan, seperti biasa, pegawai swasta ini menghabiskan waktu luangnya, memancing ikan jenis lele dan cicak di atas kolong kayu samping rumahnya yang biasa digunakan untuk mandi, cucian dan jemur pakaian.

Sekitar 20 menitan menanti, belum ada hasil. Ia melihat seekor buaya sedang mengambang di air surut di sela tiang rumah dan sampah tak jauh dari mata pancingnya.

"Kaget lah, aku nggak pernah lihat buaya, apalagi di bawah kolong rumah sendiri," kata pria 53 tahun yang sudah tinggal di kawasan itu sejak 1975.

Seekor buaya sepanjang 1,5 meter ditangkap warga di bawah kolong rumah warga jalan AM Sangadji, gang 1, Samarinda, Jumat (19/4/2019)
Seekor buaya sepanjang 1,5 meter ditangkap warga di bawah kolong rumah warga jalan AM Sangadji, gang 1, Samarinda, Jumat (19/4/2019) (TRIBUN KALTIM/ Nalendro Priambodo)

Pria yang akrab disapa Epen ini, langsung berteriak pada orang di rumah meminta dicarikan tombak untuk menjaga diri.

Karena tak ditemui, refleksnya langsung tertuju pada seutas tali jemuran berbahan nilon sebesar kelingking tak jauh dari lokasinya berdiri.

Tali nilon itu, segera ia buat simpul dan ia lempar perlahan-lahan di depan moncong buaya.

Niatnya adalah menjerat bagian tubuh yang dikenal paling berbahaya dari reptil karnivora ini.

Hanya menunggu beberapa menit, rahang sang buaya masuk di lubang simpul dan otomatis mengunci rahang buaya saat tertarik.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved