Suka Belanja Pakai Kartu Kredit, Jangan Gunakan untuk 5 Transaksi Ini

Memiliki kartu kredit memang mempermudah transaksi nontunai. Namun,Anda pun perlu berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi.

Suka Belanja Pakai Kartu Kredit, Jangan Gunakan untuk 5 Transaksi Ini
HaloMoney.co.id
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Zaman sekarang, dengan segala kepraktisannya, bagi sebagian orang mempunyai kartu kredit seperti menjadi hal yang penting. Apalagi bagi generasi milenials, praktis dan cepat jadi sebuah keharusan.

Transaksi dengan menggunakan kartu kredit memang nyaman dan dapat diandalkan.

Sebab, Anda bisa menggunakannya di manapun dan kapanpun. Namun demikian, Anda pun perlu berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi.

Pasalnya, bisa saja kartu kredit Anda dimanfaatkan untuk transaksi yang tidak semestinya.

Dikutip dari Reader's Digest, Jumat (19/4/2019), berikut ini adalah 5 transaksi yang tidak boleh Anda lakukan dengan kartu kredit.

Ilustrasi
Ilustrasi (BLOOMBERG)

1. Laman tidak diawali dengan "https"

Jika Anda tak melihat laman transaksi diawali dengan "https," maka artinya laman tersebut tidak aman.

"HTTPS adalah protokol untuk komunikasi aman pada jaringan komputer yang secara luas digunakan di internet.

Motivasi utamanya adalah otentifikasi laman yang dikunjungi dan perlindungan privasi serta integritas pertukaran data," kata Robert McKee, pengacara dan pakar privasi internasional bersertifikat.

Ketika laman diawali dengan HTTPS, maka laman tersebut aman dan Anda pun bisa menggunakan kartu kredit dengan aman.

Namun, bila laman diawali dengan HTTP, maka Anda bisa mengunakan sistem pembayaran pihak ketiga seperti PayPal.

2. Anda menjawab dengan e-mail

Menurut Stephen Lesavich, pengacara dan pakar kartu kredit, lebh baik menyertakan informasi kartu kredit melalui telepon sebelum melakukan pembayaran atau pesan singkat ketimbang melalui e-mail dengan menuliskan nomor kartu kredit Anda.

Sebab, teknik phising menghantui Anda. "Ada teknik yang dinamakan phising atau spear phising, yang melibatkan e-mail yang dirancang untuk mengekstraksi nomor kartu kredit Anda untuk pembelian yang tidak disetujui," jelas Lesavich.

Oleh karena itu, Lesavich menyarankan sebelum mengklik tautan, perhatikan apakah ada tanda-tanda phising, seperti kesalahan penulisan, penggunaan bahasa Inggris yang aneh, atau logo yang mencurigakan.

Jika Anda merasa ragu atau menemukan hal mencurigakan, jangan lakukan transaksi.

3. Anda dihampiri petugas penggalangan dana

Di kota-kota besar kerap ditemui petugas penggalangan dana berjalan di trotoar untuk mengumpulkan donasi dalam bentuk uang untuk beragam inisiatif, seperti lingkungan, kesejahteraan anak, perlindungan satwa, dan sebagainya.

Mereka kadang hanya meminta Anda menuliskan nama sehingga bisa menghubungi Anda di lain hari. Akan tetapi, bila mereka meminta nomor kartu kredit Anda, maka berhati-hatilah.

"Kegiatan ini dikenal menargetkan emosi seseorang untuk akhirnya berdonasi. Meski dalam beberapa kasus ini legal, namun bisa saja ini penipuan untuk memanfaatkan kartu kredit dan memperoleh informasi kartu kredit Anda," jelas Lesavich.

Ia menyarankan, bila Anda ingin berdonasi, cara paling aman adalah mengunjungi laman resmi mereka, cek apakah lamannya aman, dan kemudian berdonasilah dari sana.

4. Penjual di toko online tak memiliki ulasan

Berbelanja online kini sudah menjadi hal yang lumrah.

Namun, sebelum bertransaksi, sebaiknya Anda mengecek apakah ada ulasan dari pembeli terdahulu terhadap penjual yang bersangkutan.

Selain itu, cek apakah sang penjual memiliki akun media sosial. Jika indikator-indikator itu tak ditemukan, maka jangan lakukan transaksi.

"Internet telah memberikan konsumen banyak cara efektif untuk melacak reputasi perusahaan yang berbisnis dengan kita, maka gunakanlah," sebut Adam Jusko, pendiri dan CEO creditcardcatalog.com.

Ilustrasi kepemilikan Kartu Kredit
Ilustrasi kepemilikan Kartu Kredit (HaloMoney.co.id)

5. Transaksi dengan sambungan wifi

Memasukkan informasi pribadi ke laman, baik yang aman atau tidak, dapat memberikan risiko jika koneksi internetnya tidak aman.

Ini termasuk jarigan internet publik, wifi, maupun sambungan internet tanpa perlindungan berupa password. Konsekuensinya adalah informasi pribadi yang sensitif, sebut saja password, data pribadi, maupun informasi kartu kredit, dapat dibaca oleh siapapun yang mencoba meretas jaringan.

Lebih baik menunggu hingga Anda tersambung pada jaringan yang aman sebelum memasukkan informasi sensitif tersebut.

"Hapus jaringan wifi dari perangkat Anda, pastikan Anda melindungi sambungan wifi Anda dengan password yang unik dan pribadi.

Juga jangan gunakan koneksi wifi yang tidak diketahui keamanannya (seperti wifi di kafe, wifi gratis di bandara) kecuali Anda tersambung dengan VPN yang aman," terang Emmanuel Schalit, CEO Dashlane. (*)

BACA JUGA

Pembobolan Kartu Kredit Kini Gunakan Modus Baru, Polisi Imbau Waspadai Email Tidak Jelas

Istri Cantik bak Artis Bollywood, Bupati Adik Ketua MPR Ini Punya Hutang Kartu Kredit Rp 12,3 Miliar

Bisnis Kartu Kredit Terdongkrak Selama Ramadan hingga Lebaran

Tak Perlu Pakai Kartu Kredit, Kini Milenial Indonesia Bebas Kendala Beli Konten Digital

Bocah 7 Tahun Nekat Beli Mainan Seharga Rp129 Juta Pakai Kartu Kredit Ibunya

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingat, Jangan Gunakan Kartu Kredit untuk 5 Transaksi Ini", https://money.kompas.com/read/2019/04/19/130900126/ingat-jangan-gunakan-kartu-kredit-untuk-5-transaksi-ini?page=all.

Transaksi dengan menggunakan kartu kredit memang nyaman dan dapat diandalkan. Sebab, Anda bisa menggunakannya di manapun dan kapanpun. Namun demikian, Anda pun perlu berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi. Pasalnya, bisa saja kartu kredit Anda dimanfaatkan untuk transaksi yang tidak semestinya. Dikutip dari Reader's Digest, Jumat (19/4/2019), berikut ini adalah 5 transaksi yang tidak boleh Anda lakukan dengan kartu kredit. 1. Laman tidak diawali dengan "https" Jika Anda tak melihat laman transaksi diawali dengan "https," maka artinya laman tersebut tidak aman. "HTTPS adalah protokol untuk komunikasi aman pada jaringan komputer yang secara luas digunakan di internet. Motivasi utamanya adalah otentifikasi laman yang dikunjungi dan perlindungan privasi serta integritas pertukaran data," kata Robert McKee, pengacara dan pakar privasi internasional bersertifikat. Ketika laman diawali dengan HTTPS, maka laman tersebut aman dan Anda pun bisa menggunakan kartu kredit dengan aman. Namun, bila laman diawali dengan HTTP, maka Anda bisa mengunakan sistem pembayaran pihak ketiga seperti PayPal. Baca juga: Perkenalkan Apple Card, Kartu Kredit yang Ditanam dalam iPhone 2. Anda menjawab dengan e-mail Menurut Stephen Lesavich, pengacara dan pakar kartu kredit, lebh baik menyertakan informasi kartu kredit melalui telepon sebelum melakukan pembayaran atau pesan singkat ketimbang melalui e-mail dengan menuliskan nomor kartu kredit Anda. Sebab, teknik phising menghantui Anda. "Ada teknik yang dinamakan phising atau spear phising, yang melibatkan e-mail yang dirancang untuk mengekstraksi nomor kartu kredit Anda untuk pembelian yang tidak disetujui," jelas Lesavich. Oleh karena itu, Lesavich menyarankan sebelum mengklik tautan, perhatikan apakah ada tanda-tanda phising, seperti kesalahan penulisan, penggunaan bahasa Inggris yang aneh, atau logo yang mencurigakan. Jika Anda merasa ragu atau menemukan hal mencurigakan, jangan lakukan transaksi. Baca juga: Ini Cara untuk Lepas dari Jeratan Utang Kartu Kredit 3. Anda dihampiri petugas penggalangan dana Di kota-kota besar kerap ditemui petugas penggalangan dana berjalan di trotoar untuk mengumpulkan donasi dalam bentuk uang untuk beragam inisiatif, seperti lingkungan, kesejahteraan anak, perlindungan satwa, dan sebagainya. Mereka kadang hanya meminta Anda menuliskan nama sehingga bisa menghubungi Anda di lain hari. Akan tetapi, bila mereka meminta nomor kartu kredit Anda, maka berhati-hatilah. "Kegiatan ini dikenal menargetkan emosi seseorang untuk akhirnya berdonasi. Meski dalam beberapa kasus ini legal, namun bisa saja ini penipuan untuk memanfaatkan kartu kredit dan memperoleh informasi kartu kredit Anda," jelas Lesavich. Ia menyarankan, bila Anda ingin berdonasi, cara paling aman adalah mengunjungi laman resmi mereka, cek apakah lamannya aman, dan kemudian berdonasilah dari sana. Baca juga: Alasan Apa yang Membuat Anda Takut Punya Kartu Kredit? 4. Penjual di toko online tak memiliki ulasan Berbelanja online kini sudah menjadi hal yang lumrah. Namun, sebelum bertransaksi, sebaiknya Anda mengecek apakah ada ulasan dari pembeli terdahulu terhadap penjual yang bersangkutan. Selain itu, cek apakah sang penjual memiliki akun media sosial. Jika indikator-indikator itu tak ditemukan, maka jangan lakukan transaksi. "Internet telah memberikan konsumen banyak cara efektif untuk melacak reputasi perusahaan yang berbisnis dengan kita, maka gunakanlah," sebut Adam Jusko, pendiri dan CEO creditcardcatalog.com. Baca juga: Akhir Tahun Transaksi Kartu Kredit Visa Naik, Terbesar untuk Traveling 5. Transaksi dengan sambungan wifi Memasukkan informasi pribadi ke laman, baik yang aman atau tidak, dapat memberikan risiko jika koneksi internetnya tidak aman. Ini termasuk jarigan internet publik, wifi, maupun sambungan internet tanpa perlindungan berupa password. Konsekuensinya adalah informasi pribadi yang sensitif, sebut saja password, data pribadi, maupun informasi kartu kredit, dapat dibaca oleh siapapun yang mencoba meretas jaringan. Lebih baik menunggu hingga Anda tersambung pada jaringan yang aman sebelum memasukkan informasi sensitif tersebut. "Hapus jaringan wifi dari perangkat Anda, pastikan Anda melindungi sambungan wifi Anda dengan password yang unik dan pribadi. Juga jangan gunakan koneksi wifi yang tidak diketahui keamanannya (seperti wifi di kafe, wifi gratis di bandara) kecuali Anda tersambung dengan VPN yang aman," terang Emmanuel Schalit, CEO Dashlane.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingat, Jangan Gunakan Kartu Kredit untuk 5 Transaksi Ini", https://money.kompas.com/read/2019/04/19/130900126/ingat-jangan-gunakan-kartu-kredit-untuk-5-transaksi-ini?page=all.
Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor: Rita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved