Malam Ini Malam Nisfu Syaban 1440 Hijriah, Berikut 3 Amalan Penting dan Doa Nisfu Syaban

Sabtu (20/4/2019) malam ini, bertepatan dengan malam Nisfu Syaban (Sya'ban) 1440 Hijriah.

Malam Ini Malam Nisfu Syaban 1440 Hijriah, Berikut 3 Amalan Penting dan Doa Nisfu Syaban
SHUTTERSTOCK
Malam Ini Malam Nisfu Syaban 1440 H, Berikut 3 Amalan Penting dan Doa Nisfu Syaban 

TRIBUNKALTIM.CO - Sabtu (20/4/2019) malam ini, bertepatan dengan malam Nisfu Syaban (Sya'ban) 1440 Hijriah.

Umat Islam mendapat malam istimewa, malam dibukanya pintu ampunan, malam pembebasan yang dikenal Nisfu Syaban.

Bagi umat Islam, Syaban termasuk bulan yang dimuliakan, terutama karena di dalamnya ada waktu istimewa yang dikenal dengan malam Nisfu Syaban (separuh bulan Sya’ban).

Jika dikonversi ke kalender Masehi, malam nisfu Syaban jatuh pada Sabtu malam atau malam Ahad ini, 20 April 2019.    

Mengutip www.nu.or.id, anjuran untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban disampaikan sejumlah hadits.

Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dalam kitab Mâdzâ fî Sya’bân merinci, setidaknya ada tiga amalan penting yang bisa dilakukan pada malam Nisfu Syaban.

Pertama, memperbanyak doa.

Kedua, membaca sebanyak-banyaknya dua kalimat syahadat atau kalimat Lailaha illa-Llah Muhammadan rasulull-Llah.

Ketiga, memperbanyak istighfar karena tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia.

Umat muslim berdoa usai melaksanakan shalat sunat tasbih pada malam Nisfu Syaban di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (22/6/2013) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA
Umat muslim berdoa usai melaksanakan shalat sunat tasbih pada malam Nisfu Syaban di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (22/6/2013) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA (SERAMBI/BUDI FATRIA)

Selain itu umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada bulan Syaban.

Walaupun puasa sunah, namun sering diamalkan umat Islam karena di malam Nisfu Syaban memiliki banyak keistimewaan.

Di antaranya adalah Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, kecuali orang yang menyekutukan Allah dan yang bertengkar namun saat malam Nisfu Syaban belum juga berdamai.

Adapun untuk lafadz bacaan niat Puasa Syaban adalah sebagai berikut :

نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى

Nawaitu Sauma Syahri Syahban Sunnatan Lillahi Ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa bulan syaban sunnah karena Allah ta’ala".

Di banyak daerah di Indonesia, malam Nisfu Syaban menjadi momen yang ditunggu masyarakat.

Mereka biasanya memanfaatkan waktu setelah shalat Maghrib untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.

Aktivitas ini lazimnya diiringi dengan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan umur panjang, rezeki yang halal, wafat dalam keadaan husnul khatimah, atau lainnya.

Umat muslim berdoa usai melaksanakan shalat sunat tasbih pada malam Nisfu Syaban di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (22/6/2013) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA
Umat muslim berdoa usai melaksanakan shalat sunat tasbih pada malam Nisfu Syaban di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (22/6/2013) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA (SERAMBI/BUDI FATRIA)

Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dalam kitab yang sama memandang kegiatan tersebut sebagai hal yang positif.

Menurutnya, ini adalah momen tepat untuk memperbanyak amal saleh dan memanjatkan doa kepada Allah SWT, baik hajat dunia maupun hajat akhirat.

Kata Syaban (Sya'ban) secara bahasa bisa bermakna cabang.

Dinamakan demikian karena terdapat cabang-cabang kebaikan di dalamnya.

Sebagian ulama berpendapat syaban berasal dari sya‘a ban yang bermakna terpancarnya keutamaan.

Sebagian lain berkata ia dari kata as-syi‘bu, sebuah jalan di gunung sebagai analogi jalan menuju kebaikan puncak.

Sementara sebagian ulama lagi berpandangan syaban berasal dari kata as-sya‘bu yang berarti menambal.

Mengapa Allah tak Merahasiakan Malam Nisfu Syaban?

Malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan yang besar, ia termasuk waktu yang mustajabah dibuat berdoa.

Perisitiwa-peristiwa besar terjadi di malam penuh berkah tersebut.

Demikian pula dengan malam Lailatul Qadar, memiliki keistimewaan yang sangat agung.

Ia adalah malam yang diharapkan oleh setiap Muslim di seluruh penjuru dunia.

Allah SWT memperlihatkan malam Nisfu Syaban kepada siapa pun.

Tidak ada yang dirahasiakan tentang terjadinya malam Nisfu Syaban.

Waktu dan tanggalnya sudah jelas dan tidak berubah-ubah di setiap tahunnya, yaitu malam tanggal 15 bulan Sya’ban.

Berbeda dengan malam Lailatul Qadar. Allah sangat merahasiakan kapan malam seribu bulan tersebut terjadi.

Bisa tanggal 21, 23, 25, 27 atau bahkan di sepanjang bulan Ramadlan berpotensi Lailatul Qadar, namun kapan persisnya benar-benar menjadi misteri.

Pertanyaannya kemudian, mengapa Allah SWT tak merahasiakan malam Nisfu Syaban tapi merahasiakan Lailatul Qadar? Padahal, keduanya sama-sama malam yang dipenuhi limpahan rahmat.

Dilansir nu.or.id, Syekh Abdul Qadir al-Jilani menegaskan bahwa Lailatul Qadar dirahasiakan karena ia lebih dominan sisi rahmat dan ampunan di dalamnya.

Barangsiapa menghidupi Lailatul Qadar, ia diberi kemuliaan dan pahala yang tidak terhingga.

Oleh karena itu, Allah merahasiakannya agar umat Islam tidak mengandalkan Lailatul Qadar sebagai satu-satunya waktu untuk beribadah secara serius.

Dengan dirahasiakannya Lailatul Qadar, semakin tampak siapa hamba yang betul-betul menjaga konsistensi ibadahnya dan siapa yang hanya beribadah secara musiman.

Hal ini berbeda dengan malam Nisfu Syaban.

Meski di dalamnya dipenuhi limpahan rahmat, namun pada malam tersebut lebih dominan sisi “penentuan nasib” seorang manusia.

Di malam Nisfu Syaban, amal perbuatan manusia selama satu tahun dilaporkan di hadapan-Nya.

Manusia diuji selama satu tahun, apakah ia semakin dekat dengan-Nya atau justru semakin diperbudak oleh nafsunya.

Di malam tersebut Allah memberi keputusan siapa yang layak mendapat ridha-Nya dan siapa yang tertimpa azab-Nya.

Di malam tersebut tampak siapa yang beruntung dan celaka.

Oleh karena hal tersebut, malam Nisfu Syaban tidak dirahasiakan oleh Allah SWT.

Syekh Abdul Qadir al-Jilani mengatakan:

وقيل إن الحكمة في أن الله تعالى أظهر ليلة البراءة وأخفى ليلة القدر لأن ليلة القدر ليلة الرحمة والغفران والعتق من النيران، أخفاها الله لئلا يتكلوا عليها

"Dikatakan, hikmah Allah memperlihatkan malam pembebasan (nisfu Sya’ban) dan menyamarkan Lailatul Qadar adalah bahwa Lailatul Qadar merupakan malam kasih sayang, pengampunan, dan pemerdekaan dari neraka. Allah menyamarkan Lailatul Qadar agar para manusia tidak mengandalkannya."

وأظهر ليلة البراءة لأنها ليلة الحكم والقضاء وليلة السخط والرضاء ليلة القبول والرد والوصول والصد، ليلة السعادة والشقاء والكرامة والنقاء فواحد فيها يسعد والآخر فيها يبعد، وواحد يجزى ويخزى وواحد يكرم وواحد يحرم، واحد يهجر وواحد يؤجر

"Dan Allah memperlihatkan malam pembebasan (nisfu Sya’ban) karena ia adalah malam penghakiman dan pemutusan, malam kemurkaan dan keridhaan, malam penerimaan dan penolakan, malam peyampaian dan penolakan, malam kebahagiaan dan kecelakaan, malam kemuliaan dan pembersihan. Sebagian orang beruntung, sebagian yang lain dijauhkan dari rahmat-Nya, ada yang dibalas pahala, ada pula yang dihinakan, ada yang dimuliakan, ada pula yang dicegah dari rahmat-Nya, salah seorang didiamkan, salah seorang diberi pahala.” (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, hal. 283)

Doa Malam Nisfu Syaban

Pada malam Nisfu Syaban kita bisa memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk panjang umur, murah rezeki, dan tetap iman.

Kita juga biasanya membaca tiga kali Surat Yasin di sela doa tersebut.

Sayyid Utsman bin Yahya menyebutkan doa berikut ini yang dibaca saat malam Nisfu Syaban seperti dilansir laman nu.or.id adalah sebagai berikut:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.
اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

"Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn."

"Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât."

"Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn."

Terjemahannya, "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi."

"Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan."

"Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat."

"Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut."

"Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku."

"Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki."

"Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."

Baca juga:

Perbanyak Amalan di Malam Nisfu Syaban, Ini Doa dan Keistimewaannya

Puasa Nisfu Syaban Tanggal 21 April, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Menurut UAS dan Guru Sekumpul

1 Sya'ban Pas Hari Minggu 7 April 2019, Berikut Jadwal Nisfu Sya'ban dan Berbagai Keistimewaannya

TERPOPULER: Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syaban

Likes Fanpage Facebook:

Follow Twitter:

Follow Instagram:

Subscribe Official Channel YouTube:

Penulis: Syaiful Syafar
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved