Ulang Tahun Kaltara

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut Ulang Tahun Kaltara akan Ada Lomba-lomba Ringan, Ini Jenisnya

Kalimantan Utara telah jadi provinsi tersendiri, dahulu belum ada Kalimantan Utara. Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ingin ada lomba ulang tahun.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut Ulang Tahun Kaltara akan Ada Lomba-lomba Ringan, Ini Jenisnya
Tribunkaltim.co/M Arfan
Gapura HUT ke-6 Kaltara di Jalan Agatis Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara pada Minggu (21/4/2019). Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menjelaskan, peringatan hari ulang tahun Kalimantan Utara kali ini digelar sederhana mengingat bertepatan dengan agenda dan momentum Pemilu 2019. 

Irianto meminta masyarakat meminimalisir limbah plastik (reduce), memanfaatkan ulang (reuse), dan dimanfaatkan untuk keperluan bahan baku (recycle).

Secara umum, kebijakan pengelolaan sampah di Kalimantan Utara telah diupayakan dengan penyusunan Peraturan Gubernur tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

"Kami juga beberapa kali mengeluarkan Surat Edaran kegiatan Kaltara Bersih yang kegiatannya seperti bersih parit, sungai, saluran air, pantai dan laut," ujar Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Selain itu, bantuan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan diberikan kepada kabupaten/kota, sekolah, lembaga swadaya masyarakat berupa truk sampah, sepeda motor tiga roda, mesin pencacah sampah, maupun keranjang kompos.

Nah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memberikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan yang masuk dalam kategori peduli lingkungan hidup.

Melalui Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyerahkan piagam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Nasional (Propernas) Tahun 2018, Senin (18/3/2019) di gedung Bandiklat Kabupaten Bulungan.

Piagam Proper tersebut sejatinya dibagikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar bulan Desember lalu. Namun beberapa Propernas dibagikan oleh Gubernur di daerah sebagai perwakilan pemerintah (pusat).

Sebanyak lima piagam diserahkan kepada lima orang perwakilan masing-masing perusahaan. Pertama, PT Pertamina EP Asset 5-Field Tarakan berperingkat Emas. PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII TBBM Tarakan dan PT Pertamina EP Asset 5 - Field Bunyu (Bulungan) masing-masing berperingkat Hijau.

Peringkat Biru diberikan kepada PT Mandiri Inti Perkasa (Nunukan-Tana Tidung) dan PT Intracawood Manufacturing (Tarakan)

Irianto menjelaskan, di tengah tuntutan produksi yang tinggi, perusahaan di Kalimantan Utara harus terus mengutamakan aspek lingkungan hidup.

Pengelolaan limbah, serta pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara menjadi aspek penting yang harus terus dijaga.

"Yang paling penting adalah kesadaran masing-masing. Karena berapa banyak pun digelontorkan anggaran untuk penanganan dampak lingkungan jika tidak ada kesadaran, hasilnya tidak akan maksimal," ujar Gubernur Kaltara Irianto Lambrie .

Ia menegaskan, perusahaan harus tetap berkomitmen untuk menjaga dan mengimplementasikan upaya berkelanjutan di bidang lingkungan, melakukan efisiensi energi dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Hal-hal itu harus dijaga. Kalau berinvestasi di Kalimantan Utara, juga harus berani menjaga kelestarian lingkungan di daerah ini," ujar Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara Edy Suharto menambahkan, sedianya ada 6 perusahaan yang mendapatkan Propernas.

"Satu perusahaan piagamnya nyasar ke Kalimantan Timur, yaitu PT Medco E&P Indonesia Tarakan. Dia dapar Biru," tuturnya.

Edy mengatakan, bakal ada tambahan 2 perusahaan yang masuk dalam penilaian Propernas tahun 2019.

"Untuk tahun ini, penilaian Propernas itu dilimpahkan ke DLH Provinsi. Kemudian hasil penilaian kita dikirim ke kementerian," ujarnya.

Edy mengatakan, ada enam indikator penilaian Propernas, yakni pengelolaan kualitas air, pengelolaan kualitas udara, pengelolaan kualitas tamah, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), aspek perizinan, dan corporate social responsibility (CSR).

Selain Propernas adapula Proper Daerah. Sedikitnya ada 30 perusahaan yang dinilai dalam Proper Daerah.

"Penghargaannya dari Pak Gubernur. Indikator penilaiannya sama dengan Propernas. Enam aspek itu. Proper daerah itu penyerahannya bulan Juni nanti," ujarnya.

Edy mengatakan, ada sebagian perusahaan di Kalimantan Utara memang belum melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup dengan baik karena keterbatasan anggaran perusahaan.

"Tetapi bagaimana pun harun tetap mengutamakan dampak lingkungan. Pemerintah dan undang-undang akan tegas terhadap perusahaan tersebut. Kami tekankan bahwa siapa pun yang berinvestasi di Kalimantan Utara harus berani menjaga lingkungan, memperhatikan dampak lingkungan, tidak hanya mengekploitasi saja," kata Edy.

Jumlah Timbulan Sampah Harian di Kalimantan Utara:
1. Kabupaten Bulungan (135.770 jiwa): 243,88 M3/day
2. Kota Tarakan (253.026 jiwa): 340,80 M3/day
3. Kabupaten Nunukan (193.390 jiwa): 255,06 M3/day
4. Kabupaten Malinau (83.778 jiwa): 117,70 M3/day
5. Kabupaten Tana Tidung (25.084 jiwa): 30,60 M3/day

Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Utara.

Enggan Buka-bukaan, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Hanya Ucap Ini saat Ditanya soal Capres Pilihan

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut Orang Banjar Dikenal Sebagai Perantau Andal

Soal Pengembangan dan Penataan Tanjung Selor Kalimantan Utara Perlu Disayembarakan

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Ini Penjelasan Polda

Ulang Tahun Ke-12, Torani Bagikan 3.000 Bandeng Gratis, Ini Harapan Masyarakat Khususnya Pelajar

 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved