Kelelahan, Ketua PPK Sangatta Utara Mursalim terpaksa dirawat di Rumah Sakit Sangatta

Proses rekapitulasi surat suara masih berlangsung di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Di PPK Sangatta Utara, Kutai Timur, proses rekapitulas

Kelelahan, Ketua PPK Sangatta Utara Mursalim terpaksa dirawat di Rumah Sakit Sangatta
TribunKaltim.Co/Margaret Sarita
Ketua PPK Sangatta Utara, Mursalim terpaksa dirawat inap di Rumah Sakit Sangatta, karena kelelahan 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA –Proses rekapitulasi surat suara masih berlangsung di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Di PPK Sangatta Utara, Kutai Timur, proses rekapitulasi baru satu desa yang selesai, dan itu pun masih untuk Capres dan Cawapres RI.

Desa yang sudah selesai, adalah Desa Sangatta Utara, dan sementara yang masih proses, Kelurahan Teluk Lingga dan Desa Swarga Bara, sementara  Desa Singa Gembara dengan 40 TPS, masih belum dimulai. Rekapitulasi diakui beberapa pihak berjalan agak lama, karena petugas tidak mau terlalu lelah bekerja.

“Mereka yang sudah merasa lelah, tak mau menahan diri dan langsung pulang untuk istirahat. Proses pun berjalan paling malam sampai pukul 24.00 malam saja. Diselingi waktu istirahat makan siang dan salat Magrib,” ungkap salah satu petugas keamanan, Handoko.

Sikap para petugas PPK tersebut, ditenggarai Ketua PPK Sangatta Utara, Mursalim yang terpaksa dibawa ke rumah sakit akibat kelelahan. Selain banyaknya petugas kepolisian dan PPK dari daerah lain yang dikabarkan meninggal karena kelelahan.

“Drop sekali tubuh saya. Ada empat hari tidak tidur. Mempersiapkan pencoblosan, sampai memastikan kotak suara dari TPS sampai ke PPK Sangatta Utara,” ungkap Mursalim, saat ditemui TribunKaltim.co, di RS PKT Sangatta, Minggu (21/4).

Diakui Mursalim, ia merasakan tubuhnya sudah tak bersahabat, sesaat akan memulai pleno di PPK Sangatta Utara. Tubuhnya semakin lemas dan merasa demam. “Saya sudah nggak enak badan dari paginya. Tapi karena mau buka pleno, saya paksakan berangkat. Siang itu sudah lemas dan demam. Saya buka apel untuk pelaksanaan pleno. Kemudian saya diantar oleh bendahara PPK Sangatta Utara ke rumah sakit, karena sudah tidak tahan lagi dan akhirnya harus opname,” ujarnya.

Ia berharap, dalam satu atau dua hari ini sudah bisa keluar dari rumah sakit. Karena setelah ditangani dokter, tubuhnya sudah lebih enak. “Kata dokter, harus istirahat total dulu. Jadi saya nginep dulu di rumah sakit. Tapi ini, sudah membaik. Mudahan satu dua hari sudah bisa keluar dari rumah sakit,” ungkapnya.

Apa yang dialaminya, menurut Mursalim menjadi pelajaran bagi teman-teman PPK lainnya. Ia langsung mengimbau anggota  PPK agar tidak memaksakan diri dan segera beristirahat ketika sudah lelah. Meski konsekuensinya, rekapitulasi bakal molor dari tanggal 25 April 2019 sebagaimana jadwal KPU Kutim.

“Bisa jadi molor.  Ini saja, tiga hari rekap untuk Pilpres saja, belum selesai. Setelah ini, masih anggota DPR RI, dilanjutkan DPD RI, DPRD Provinsi Kaltim kemudian DPRD Kabupaten Kutai Timur. Mau tidak mau. Kita juga nggak bisa memaksakan teman kalau sudah lelah. Karena untuk Sangatta Utara ini ada 295 TPS yang harus direkapitulasi satu per satu,” ujar Mursalim.(*)

Perolehan Suara Beredar di Medos

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: samir paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved