Pemilu 2019

Ada Momentum, Kenapa Prabowo Tak Mampu Kuasai Suara Jawa? Begini Penelusuran Litbang Kompas

Jawa tetap tidak mampu ditaklukkan Prabowo-Sandi. Begitu pula, sekalipun Jokowi-Amin unggul di Jawa, penguasaannya tidak merata di seluruh provinsi

Grafis TribunWow
Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 

Begitu pula pasangan Prabowo-Sandi. Jawa memang bukan benteng penguasaan mereka. Namun, kontribusi pemilih di Jawa yang sangat besar menjadi daya tarik untuk menguasainya. Sulit untuk meningkatkan perolehan suara apalagi menang secara nasional jika tidak mampu menguasai Jawa.

Itulah mengapa Prabowo-Sandi berupaya menambah sebanyak mungkin dukungan suara di Jawa, khususnya dengan memperkuat penguasaan suara di wilayah benteng kekuatan Jokowi, seperti di Jawa Tengah.

Hasilnya, Jawa tetap tidak mampu ditaklukkan oleh Prabowo-Sandi. Begitu pula, sekalipun Jokowi-Amin unggul di Jawa, penguasaan keduanya tidak merata di seluruh provinsi Jawa.

Bagi Jokowi, justru di wilayah provinsi yang sebelumnya menjadi kekalahannya tidak terjadi suatu lonjakan suara dukungan. Ia tetap kalah.

Provinsi Jawa Barat dan Banten tetap dalam penguasaan Prabowo yang kali ini berpasangan dengan Sandiaga.

Namun, sebaliknya, justru di wilayah yang menjadi basis kemenangan Jokowi, seperti Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, menjadi semakin besar dukungan yang didapatkan.

Secara keseluruhan, berdasarkan prediksi hitung cepat Kompas, di kawasan Jawa, Jokowi-Amin mampu menguasai 57,7 persen.

Sementara rivalnya, Prabowo-Sandi, sebesar 42,3 persen. Dengan selisih kemenangan hingga 15,4 persen tersebut, Jokowi-Amin berhasil memperkuat kemenangan mereka dibandingkan hasil Pemilu 2014.

Namun, Prabowo-Sandi mampu mempertahankan provinsi-provinsi di Jawa yang sebelumnya mereka kuasai.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan prediksi survei-survei opini Litbang Kompas sebelumnya. Tiga survei dalam setahun terakhir, misalnya, menunjukkan penguasaan Jokowi yang cukup signifikan di Jawa.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved