Hari Bumi

Begini Cara Mapala se-Kaltim Peringati Hari Bumi, Tolak Tambang dan Ekspoitasi Karst

Mapala se-Kaltim menggelar aksi damai memeringati Hari Bumi. Mahasiswa meminta Gubernur Kaltim berhenti obral izin tambang, dan pabrik semen

Begini Cara Mapala se-Kaltim Peringati Hari Bumi, Tolak Tambang dan Ekspoitasi Karst
tribunkaltim.co/Christoper D
Mapala se-Kaltim membentangkan spanduk raksasa di flyover Samarinda dalam rangka memeringati Hari Bumi 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) se Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi damai memeringati Hari Bumi di bawah fly over, Samarinda, Senin (22/4/2019).

Aksi tersebut dilakukan dengan menggelar orasi, menyajikan musikalisasi puisi, hingga pembentangan spanduk raksasa bertuliskan Tambang Adalah Bom Waktu di fly over.

Bahkan, massa aksi juga membuat bola dunia raksasa yang terbuat dari karung bekas semen.

Dalam aksi tersebut, massa mengusung Tema Tambang Adalah Bom Waktu yang terpampang jelas di spanduk raksasa.

"Ini untuk memperingati hari bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April.

Dengan ini kita ingin menyadarkan dan mengingatkan masyaralat bahwa bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Bumi kita sedang sakit," ucap Abdullah H, Korlap aksi, Senin (22/5/2019).

Rencananya aksi tersebut akan dilakukan hingga pukul 16.30 Wita, dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di sekitar fly over.

"Setelah aksi ini selesai, kita akan lakukan bersih-bersih disekitar sini," jelasnya.

Mapala se-Kaltim membentangkan spanduk raksasa di Flyover Samarinda, dalam rangka memeringati Hari Bumi
Mapala se-Kaltim membentangkan spanduk raksasa di Flyover Samarinda, dalam rangka memeringati Hari Bumi (tribunkaltim.co/Christoper D)

Ditanya kenapa mengangkat Tema Tambang Adalah Bom Waktu?

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved