Diduga Lakukan Pungli, Pegawai Tidak Tetap Terancam Sanksi

Dugaan kasus pungutan liar (Pungli) yang melibatkan pegawai Kecamatan Samarinda Ulu masih bergulir.

Diduga Lakukan Pungli, Pegawai Tidak Tetap Terancam Sanksi
(Thinkstock)
ilustrasi uang dalam amplop. 

Kasus tersebut terungkap setelah salah satu warga yang nyaris jadi korban pungli itu mengadu ke salah satu jurnalis di Samarinda.

Warga berinsial AM (26) asal Mamuju, Sulawesi Barat itu juga mengirimkan rekaman suara percakapannya dengan oknum pegawai Kecamatan Samarinda Ulu.

Isi dari rekaman percakapan itu yakni mengenai ketidaksanggupan warga tersebut membayar uang senilai Rp 750 ribu yang diminta oleh oknum pegawai itu. Warga tersebut mengaku tidak memiliki uang jika harus membayar nominal yang diminta oleh oknum pegawai itu.

Bahkan, ketika AM mengaku tidak memiliki uang untuk membayar, oknum pegawai itu lantas bertanya, "Kamu punya uang berapa ? ku bantu sudah," ucap oknum pegawai itu.

Surat pindah itu sengaja dibuat oleh AM sebagai syarat kelengkapan untuk mencari pekerjaan maupun keperluan kependudukan lainnya. (*)

Baca Juga

Terpidana Kasus Megapungli Komura Samarinda Jadi yang Pertama Mencoblos di Lapas, Begini Kondisinya

Bawaslu Target 6 Mei Kasus Money Politik di Samarinda Selesai

Mahasiswa Demo di Bawaslu Samarinda, Minta Kasus Dugaan Money Politics Diusut Tuntas

Oknum Pejabat Disdukcapil PPU yang Melakukan Pungli Belum Non-Job, Ini Alasannya

Gara-gara Diduga Pungli Rp 50 Ribu, Bupati Ogan Ilir Copot Jabatan Lurah Timbangan

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved