Pemilu 2019

Formulir C1 Plano Tidak Diumumkan di TPS, KIPP Ungkap Banyak Temuan Pelanggaran di Samarinda

Dugaan pelanggaran dalam proses perhitungan suara di tingkat Pantia Pemungutan Suara (PPS) di Kota Samarinda diungkap KIPP Kaltim.

Formulir C1 Plano Tidak Diumumkan di TPS, KIPP Ungkap Banyak Temuan Pelanggaran di Samarinda
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Koordinator Pemantau KIPP Kaltim Deny Adam (tengah) dan Ketua KIPP Kaltim Mukti Ali (kanan) saat menjelaskan proses pantauan Pemilu di Samarinda, Senin (22/4/2019). 

Muncul pula pertanyaan terkait formulir C1 yang sebenarnya sudah dikirimkan ke situs hitung cepat KPU.

Disampaikan Ketua KIPP Mukti Ali, meski KPPS telah mengirimkan scan formulir C1 ke situs hitung cepat KPU RI, hal ini tidak menggugurkan kewajiban mereka untuk mempublish rekapitulasi suara di Kelurahan. 

“Itu bukan kewajiban untuk mengirimkan scan formulir C1. Kewajiban KPPS adalah mempublish rekapitulasi suara. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pengawasan Rekapitulasu dan Penetapan Hasil Pemilihan. Selain itu telah diatur pula sesuai UU RI Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. Dalam pasal 391 disebutkan PPS wajiab mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya,” kata Mukti Ali, Ketua KIPP Kaltim. 

Apa alasan yang membuat KPPS tak mempublish rekapitulasi suara di kelurahan ini juga dijelaskan KIPP. 

“Kami juga sudah konfirmasi kepada KPPS perihal mengapa (tak jalankan kewajiban) dengan mempublish rekapitulasi suara. Jawaban mereka, yakni menunggu perhitungan suara di PPK,” ucap Deny Adam. 

Adanya hal-hal tersebut yang diduga menjadi modus baru dalam kecurangan perhitungan suara. 

“Pasalnya kami juga menemukan adanya surat suara yang sudah tak terpakai, tetapi tidak disilang. Semestinya, saat ada surat suara yang tersisa itu harus ditandai oleh KPPS untuk tidak menimbulkan kecurigaan disalahgunakan,” kata Deny Adam. 

Hal-hal diatas yang diduga membuat proses perhitungan suara berjalan lamban sampai saat ini. 

“Kami menduga hal-hal ini yang membuat proses perhitungan suara berjalan lamban. Bahkan, di lapangan kami temukan banyak saksi partai yang protes dan mengomel karena tak dipublishnya rekapitulasi suara oleh KPPS,” katanya. (*)

Baca juga:

Halaman
123
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved