Isra Miraj

PANGDAM VI/MLW: Momentum Isra Mi'raj Untuk Berhijrah Menjadi Lebih Baik Dalam Menjalankan Sholat

Diawali dengan senandung irama Hadrah dari Yon Zipur 17 Ananta Dharma dan dilanjutkan dengan lantunan pembacaan Ayat Suci Al Qur'an

PANGDAM VI/MLW: Momentum Isra Mi'raj Untuk Berhijrah Menjadi Lebih Baik Dalam Menjalankan Sholat
HO - Pendam VI/Mlw
Pangdam VIMlw Mayjen TNI Subiyanto menyampaikan, peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum peristiwa tentang perjalanan Rasulullah Muhamad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pada 27 Rajab. 

BALIKPAPAN (22/4) - Ratusan Prajurit dan PNS Kodam VI/Mlw serta Anggota Persit Kartika Chandra Kirana PD VI/Mlw mengikuti Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhamad SAW tahun 1440 Hijriah di Masjid Sudirman Kodam VI/Mlw pada Senin 22 April 2019.

Acara yang mengusung tema "Dengan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhamad SAW tahun 1440 Hijryah 2019 M Kita Implementasikan Nilai-nilai Sholat Dalam Kehidupan Prajurit dan PNS TNI AD Dalam Rangka Keutuhan NKRI."

Diawali dengan senandung irama Hadrah dari Yon Zipur 17 Ananta Dharma dan dilanjutkan dengan lantunan  pembacaan Ayat Suci Al Qur'an Surah Al Isra Ayat 1- 3 oleh Qori Ustad Sarnurbi dan Saritilawah oleh Pelda (K) Nasnah.

Acara yang mengusung tema
Acara yang mengusung tema "Dengan Peringatan Isra Miraj Nabi Muhamad SAW tahun 1440 Hijryah 2019 M Kita Implementasikan Nilai-nilai Sholat Dalam Kehidupan Prajurit dan PNS TNI AD Dalam Rangka Keutuhan NKRI," ini diawali dengan senandung irama Hadrah dari Yon Zipur 17 Ananta Dharma (HO - Pendam VI/Mlw)

Sebelum ceramah mulai, dzikir dan doa bersama untuk mensyukuri terlaksananya Pemilu 2019 dengan aman dan lancar serta dilanjutkan dengan penyampaian ceramah oleh Ustad H. Sartono, M.M.

Sementara itu, dalam awal sambutannya Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto menyampaikan, peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum peristiwa tentang perjalanan Rasulullah Muhamad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa pada 27 Rajab.

Dan perjalanan ke Sidhratul Muntaha hingga mendapat perintah langsung dari Allah SWT tentang Ibadah Sholat 5 waktu.

Sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar serta sebagai sarana untuk memohon dan komunikasi kepada Allah SWT.

Pangdam berharap agar momentum ini menjadi langkah yang terbaik agar bisa hijrah untuk taat menjalani sholat lima waktu untuk meningkatkan kinerja.

Ustad H.Sartono dalam ceramahnya menyampaikan bahwa di dalam Al Qu'ran terdapat hal-hal yang Rasional dan Irasional yang memiliki hubungan antara science dengan keimanan.
Ustad H.Sartono dalam ceramahnya menyampaikan bahwa di dalam Al Qu'ran terdapat hal-hal yang Rasional dan Irasional yang memiliki hubungan antara science dengan keimanan. (HO - Pendam VI/Mlw)

Dan perubahan sikap serta perilaku yang baik dalam melaksanakan tugas pokok dan tanggungjawab sehari-hari." Ujar Pangdam.

Ustad H.Sartono dalam ceramahnya menyampaikan bahwa di dalam Al Qu'ran terdapat hal-hal yang Rasional dan Irasional yang memiliki hubungan antara science dengan keimanan.

Hal itu terkait dengan beberapa peristiwa yang diceritakan dalam Qur’an seperti kelahiran Nabi Isa AS dari Siti Maryam yang tidak memiliki bapak,

Pemuda yang tidur selama 309 tahun dalam surat Al Kahfi, Nabi Yunus AS di telan ikan selama 40 hari 40 malam,

Nabi Ibrahim AS dibakar tetapi api yang sifatnya panas berubah menjadi dingin karena perintah Allah SWT dan kisah Isra Mir’aj Nabi Muhamad SAW menghadap Allah SWT menembus lapisan langit ke tujuh.

Melaksanakan sholat akan menjauhkan diri dari penyakit hati yaitu iri dan dengki karena kita berdzikir sedikitnya 165 kali sehari.

Pangdam berharap agar momentum ini menjadi langkah yang terbaik agar bisa hijrah untuk taat menjalani sholat lima waktu untuk meningkatkan kinerja.
Pangdam berharap agar momentum ini menjadi langkah yang terbaik agar bisa hijrah untuk taat menjalani sholat lima waktu untuk meningkatkan kinerja. (HO - Pendam VI/Mlw)

Sholat merupakan perwujudan 5 dimensi spritual yang dilaksanakan oleh setiap manusia yaitu tilawah, gerak, dzikir, berpikir dan Doa.

Dalam berbagai penelitian Science, sholat dapat mencegah berbagai penyakit, seperti stroke, hipertensi dan berbagai penyakit serta dapat meningkatkan kesehatan dan melancarkan peredaran darah.

Pada saat kita sujud maka posisi tersebut yang berdasarkan penelitian para ahli akan membagi asupan nutrisi pada otak,

Karena hal tersebut membantu peredaran darah kita yang sebagian besar terdiri dari air sehingga mencegah terjadinya stroke atau tekanan darah tinggi apabila melaksanakan tata cara takbir yang benar."  Jelas Sartono. (Pendam VI/Mlw)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved