Pentolan Ku Klux Klan AS Mati di Sungai, Istrinya Sempat Buat Status di Facebook, Ternyata Pelakunya

Si pentolan komunitas Ku Klux Klan, di Amerika Serikat yang dikenal sebagai organisasi rasis ekstrem kulit putih ditemukan mati di sungai Ini kisahnya

Pentolan Ku Klux Klan AS Mati di Sungai, Istrinya Sempat Buat Status di Facebook, Ternyata Pelakunya
mediadrumworld.com
Komunitas Ku Klux Klan. Ini adalah sebuah gerakan organisasi yang memiliki ideologi rasis. Organisasi perkumpulan orang-orang yang berpendangan rasis ekstrem di Amerika Serikat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ada cerita warga di Amerika Serikat (AS), sepasang suami istri. Sang suami sebagai pentolan komunitas Ku Klux Klan, yang dikenal sebagai organisasi rasis ekstrem kulit putih.

Sang istri awalnya mengaku sang suami hilang, meninggalkan rumah, tak lagi nampak di rumah. Si istri melaporkan berita hilang di media sosial Facebook sampai ke pihak kepolisian.

Namun beberapa waktu kemudian, si suami ditemukan tewas si sebuah sungai, tidak lagi bernyawa, alias sudah meninggal dunia. Lalu polisi pun mengusut, atas tewasnya pria yang dikenal sebagai pentolan Ku Klux Klan.

Pria yang ditemukan meninggal dunia di sungai itu adalah Frank Ancona, pemimpin Ku Klux Klan di negara bagian Missouri, Amerika Serikat.

Sang pentolan Ku Klux Klan di negara bagian Missouri, Amerika Serikat, Frank Ancona, mengenakan jubahnya. Frank Ancona dikenal sebagai pemimpin  Ku Klux Klan yang diteumkan tewas secara mengenaskan, jasadnya ditemukan tak bernyawa di sungai.
Sang pentolan Ku Klux Klan di negara bagian Missouri, Amerika Serikat, Frank Ancona, mengenakan jubahnya. Frank Ancona dikenal sebagai pemimpin Ku Klux Klan yang diteumkan tewas secara mengenaskan, jasadnya ditemukan tak bernyawa di sungai. (YouTube/Reel Truth Documentaries)

Dia tewas pada dua tahun lalu dalam insiden berdarah.

Kini sang istri bernama Malissa Ancona, mengaku telah menembak mati suaminya. Nah kala itu jasad Frank Ancona, dibuang istrinya.

Usai membunuh kemudian membuang mayatnya di sisi sungai.

Diwartakan BBC, Sabtu (20/4/2019), Malissa Ancona dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah mengakui perbuatan kejinya tersebut.

"Saya menembakkan dua tembakan yang membunuh suami saya," katanya kepada Hakim Wendy Wexler Horn.

Media sosial Facebook.
Media sosial Facebook. Si pelaku sempat memakai Facebook sebagai modus pengalihan. (via chicago tribune)

Dia mengaku membersihkan dinding kamar tidur untuk mengaburkan barang bukti, kemudian melepaskan sprei sebelum membuang mayatnya di Belgrade pada Februari 2017.

Halaman
123
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved