Harga Bawang Putih Tinggi, Dirjen : 95 Persen Impor

nspeksi Mendadak (Sidak) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga dihadiri Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI, Arlinda.

Harga Bawang Putih Tinggi, Dirjen : 95 Persen Impor
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Pedagang bawang merah di pasar induk Tanjung Selor. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Inspeksi Mendadak (Sidak) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga dihadiri Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI, Arlinda. Dari hasil sidak ke pasar hingga ke Gudang Bulog, Arlinda melihat harga kebutuhan pokok saat ini masih stabil jelang ramadan. 

Arlinda melihat harga kebutuhan pokok di Kalimantan Timur khususnya Samarinda dan Balikpapan masih stabil. Dari 14 komoditi yang dipantau hanya  harga bawang putih yang  mengalami kenaikan berkisar Rp 50 ribu/kg. 

"Tentunya pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga. Salah satunya ialah menggelontorkan operasi pasar yang disesuaikan dengan ketersediaan stok yang ada," ujarnya.

Terkait penyebab tingginya harga, Arlinda mengakui 95 persen bawang putih merupakan komoditi impor

"Kita berharap harga itu tidak jauh berbeda dari operasi pasar. Karena untuk bawang putih itu mengikuti harga acuan saja. Biasa ramadan hingga lebaran itu naik ya," kata Arlinda.

Sementara itu stok beras di wilayah Kalimantan Timur dipastikan aman jelang ramadan. Saat ini terdapat 21 ribu ton beras. Jumlah tersebut diprediksi bisa bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri

Hasilnya yakni di Bulog terdapat 21 ribu ton beras. Stok tersebut diprediksi bisa bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri 2019 dan dipastikan aman. Distribusinya pun menyebar ke seluruh kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara.

"Kebutuhan kita 3 ribu ton per hari. Ya tentu diharapkan cukup ya dan bahkan bisa sampai lebaran Idul Adha. Karena stok itu kan setiap harinya berubah, bisa saja hari 21 ribu ton besok 30 ribu ton," ujarnya kepada Tribunkaltim.co 

Kaltim juga memiliki pasokan beras lokal sekitar 5 ribu ton di gudang Bulog. Produksi beras lokal tersebut berasal  dari Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop-UMKM) Kaltim Fuad Assadin mengakui, harga kebutuhan pokok masih terkendali. Perubahan harga yang fluktuatif menurutnya tidak hanya terjadi di Kalimantan saja, bahkan skala nasional. Kebutuhan pokok di Kaltim kebanyakan berasal dari luar daerah.

Halaman
12
Penulis: Arif Fadilah
Editor: samir paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved