Pemilu 2019

Petugas KPPS Meninggal Bertambah Jadi 90 Orang, Pemerintah Hari Ini Bahas Santunan Mereka

Rencana pemberian santunan tersebut masih akan dibahas KPU bersama pihak Kementerian Keuangan, Selasa (23/4/2019).

Petugas KPPS Meninggal Bertambah Jadi 90 Orang, Pemerintah Hari Ini Bahas Santunan Mereka
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Jenazah Dany Faturrahman (41) diangkat warga sekitar guna dishalatkan sebelum dimakamkan di TPU Kenanga, jalan Sentosa, Samarinda, Kamis (18/4/2019). Petugas KPPS ini meninggal dunia setelah menunaikan tugasnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Proses penghitungan suara Pemilu 2019 yang lama dan melelahkan diduga menjadi penyebab meninggalnya puluhan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Hingga kini jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah menjadi 90 orang.

Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, sebanyak 374 petugas KPPS sakit.

"Terkait dengan jumlah sementara sampai pukul 15.00, jumlah update KPPS yang tertumpa musibah 90 orang meninggal dunia, kemudian 374 orang sakit bervariasi," kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Jumlah tersebut tersebar di 19 provinsi di Indonesia. Para petugas yang meninggal dunia maupun sakit ini diduga kelelahan usai bertugas melakukan penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu.

Menurut Arief, pihaknya bakal memberi santunan kepada para korban, baik yang meninggal dunia maupun sakit. Rencana santunan tersebut masih akan dibahas KPU bersama pihak Kementerian Keuangan, Selasa (23/4/2019).

"KPU sudah membahas secara internal terkait santunan yang akan diberikan ke KPPS, dengan memperhitungkan regulasi BPJS. Besok Sekjen akan bertemu dengan para pejabat Kemenkeu kami usulkan dalam pembahasan," ujar Arief.

Arief Budiman (tengah) bersama Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik (kanan), Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan (kiri), berbicara saat pengundian dan penetapan penyiaran debat pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).
Arief Budiman (tengah) bersama Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik (kanan), Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan (kiri), berbicara saat pengundian dan penetapan penyiaran debat pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Seperti diberitakan TribunKaltim.co, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan, menyebut jajaran KPU yang tersebar di seluruh Indonesia akan bergotong royong mengumpulkan uang santunan membantu para penyelenggara Pemilu yang gugur saat dan usai menjalankan tugasnya.

"KPU seluruh Indonesia akan gotong royong bersama-sama untuk memberikan tanda kasih santunan kepada pihak keluarga korban," ungkap Wahyu saat dihubungi, Minggu, (21/4/2019).

Hal itu dilakukan sebagai upaya pengganti, lantaran para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sejatinya memang belum dilindungi fasilitas asuransi kesehatan.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved