Pemilu 2019

Sore ini, Logistik Pemilihan Ulang Didistribusikan ke Tiga TPS di Balikpapan Selatan

Sore ini KPU Balikpapan akan mendistribusikan logistik Pemilihan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS di Balikpapan Selatan

Sore ini, Logistik Pemilihan Ulang Didistribusikan ke Tiga TPS di Balikpapan Selatan
TRIBUN KALTIM/ Aris Joni
Petugas saat menurunkan logistik pemilu di Kantor KPU Kota Balikpapan 

Kalau di sini (Balikpapan) high cost," ujarnya.

Apalagi mengingat tugas mereka dalam Pemilu kali ini cukup berat, mengurusi 5 surat suara. Waktu dan tenaga yang dikuras.

Petugas TPS 24 Kelurahan Gunung Sari Ilir para ibu-ibu dan bapak-bapak paruh baya masih melakukan perekapan suara
Ilustrasi. Petugas TPS 24 Kelurahan Gunung Sari Ilir para ibu-ibu dan bapak-bapak paruh baya masih melakukan perekapan suara (tribunkaltim.co/siti zubaidah)

Bahkan di Kaltim ada anggota KPPS yang meninggal, lantaran kelelahan mengurusi pemungutan sejak pagi hingga kembali pagi lagi.

"Belum lagi tekanan. Bayangin kalau Pleno ada masalah, mereka dihadirkan lagi, apabila hendak melakukan perbaikan," jelasnya.

Untuk diketahui, honor Ketua KPPS Rp550 ribu sementara anggota Rp500 ribu.

Untuk PPK Rp1,6 juta, sementara anggotanya Rp1,5 juta.

Itu semua belum dipotong pajak.

Saat ini petugas PPK tengah sibuk melakukan proses rekapitulasi suara di masing-masing Kecamatan.

Diprediksi rekapitulasi suara di Kecamatan memakan waktu hingga 10 hari.

"Makanya mereka yang kami rekrut bukan pengangguran, mereka harus punya kesibukan (kerja).

Kalau orang nganggur ya gak cukup (honor)," tuturnya.

Seusai Bertugas Hingga Subuh, Petugas KPPS di Samarinda Meninggal Dunia

Proses pemungutan suara di Samarinda telah usai, namun meninggalkan duka dengan meninggalkan seorang anggota KPPS.

Anggota KPPS yang meninggal bernama Dany Faturrahman (41).

Bertugas di TPS 03, jalan Biawan, Gang Semangat (10), RT 7, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Kalimantan Timur.

Dari informasi yang dihimpun, petugas KPPS tersebut diketahui meninggal dunia, Kamis (18/4/2019) pagi tadi, setelah selesai menjalankan tugas di TPS.

Saat itu, korban tidak lagi bergerak.

Maupun bangun saat anak keduanya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) membangunkannya.

Bahkan, sebelum diketahui meninggal, korban sempat mengalami kejang.

"Anaknya yang SD bangunkan dia, tapi tidak bangun.

Selesai menunaikan tugasnya, petugas KPPS di Samarinda meninggal dunia. Jenazah Dany Faturrahman (41) diangkat warga sekitar guna dishalatkan sebelum dimakamkan di TPU Kenanga, jalan Sentosa, Samarinda, Kamis (18/4/2019).
Selesai menunaikan tugasnya, petugas KPPS di Samarinda meninggal dunia. Jenazah Dany Faturrahman (41) diangkat warga sekitar guna dishalatkan sebelum dimakamkan di TPU Kenanga, jalan Sentosa, Samarinda, Kamis (18/4/2019). (TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA)

Anaknya itu membangunkan untuk minta diantarkan ke sekolah, setiap pagi kan memang dia yang antarkan anaknya," ucap Mulyadi (45), Linmas TPS 03, Kamis (18/4/2019).

"Meninggalnya di rumah, bukan di TPS," sambungnya.

Diduga, korban meninggal dunia akibat tekanan darah tinggi, selain karena kelelahan usai bertugas di TPS.

Hijrah (34) yang juga anggota KPPS TPS 03 menjelaskan, di TPS korban bertugas saat penghitungan surat suara.

"Dia jaga kotak dan perhitungan, saat bertugas fokus, dan agak tegang saya lihat," ucapnya.

Lanjut dia menjelaskan, petugas KPPS telah menyiapkan seluruh perlengkapan pemungutan suara sejak pukul 05.30 Wita, Rabu (17/4/2019), dan mulai pemungutan suara pukul 07.00 Wita.

Lalu, semua proses pemungutan, perhitungan sekitar pukul 04.30 Wita, Kamis (18/4/2019) dini hari.

"Pagi ketemu pagi, sebelum selesai semua yang bertugas di TPS standby, tidak ada yang pulang," jelasnya.

Masih Hijrah menjelaskan, selama bertugas di TPS, korban terlihat sehat, tidak mengeluh ada sakit maupun hal lainnya.

Hanya saja korban sempat berucap bahwa perutnya kembung.

"Tidak ada ngeluh capek, sehat-sehat saja, tidak ada kelihatan dia lemas, malah kerjanya bagus, disiplin dia ini," ungkapnya.

"Memang sempat bilang kalau perutnya kembung, itu saja.

Tapi tidak mempengaruhi dia bertugas."

Dia mengaku, pada Pemilu 2019 ini memang berbeda dengan Pemilu sebelumnya.

Pasalnya jika biasanya hanya ada satu surat suara untuk satu pemilihan, tahun ini ada lima, Pilpres dan Pileg.

Banyaknya surat suara yang dihitung, ditambah dengan kendala lainnya, membuat petugas KPPS harus bekerja keras hingga dini hari.

"Memang ini tidak seperti Pemilu sebelumnya, ini banyak yang harus dipilih.

Di TPS kami ada 153 DPT, kami menuntaskan tugas hingga subuh, baru semuanya bisa pulang," ungkapnya.

Sementara itu, Mahfud (52) tetangga korban mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya korban.

Menurutnya korban memiliki rasa solidaritas yang tinggi kepada warga sekitar.

"Kerjanya bagus, saling bantu dengan warga.

Saya pribadi kehilangan betul, pekerja keras orangnya," jelasnya.

Untuk diketahui, sehari-hari korban bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu toko di jalan Lambung Mangkurat. Korban hanya tinggal bersama dua anaknya di rumah.

Siang ini jenazah akan langsung dimakamkan di TPU Kenanga, jalan Sentosa, Kota Samarinda.

Jenazah Dany Faturrahman (41) diangkat warga sekitar guna dishalatkan sebelum dimakamkan di TPU Kenanga, jalan Sentosa, Samarinda, Kamis (18/4/2019). Petugas KPPS ini meninggal dunia setelah menunaikan tugasnya.
Jenazah Dany Faturrahman (41) diangkat warga sekitar guna dishalatkan sebelum dimakamkan di TPU Kenanga, jalan Sentosa, Samarinda, Kamis (18/4/2019). Petugas KPPS ini meninggal dunia setelah menunaikan tugasnya. (tribunkaltim.co/christoper desmawangga)

(*)

BACA JUGA

Siapakah Pahlawan dalam Gelaran Pemilu 2019? Ini Jawaban Ketua KPU Balikpapan, Bukan yang Terpilih

Drama Kotak Suara Diculik ke Hotel, KPU Balikpapan Sebut Hanya Salah Paham

Sempat Ada 3 Masalah! Ketua KPU Balikpapan Beberkan Mulai dari Sangkuriang hingga Bintang-bintang

Nyoblos Dapat Hadiah? Ikuti Lomba Selfie dan Vlog TPS, KPU Balikpapan Sediakan Total Hadiah 10 juta

KPU Balikpapan Sebut Surat Suara Presiden Lebih Dahulu Dihitung, Tidak Boleh Ditawar!

Likes dan Follow Fanspage Facebook

Follow Twitter

Follow Instagram

Subscribe official YouTube Channel

Penulis: Aris Joni
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved