Pemilu 2019

Mahfud MD Ungkap Pembicaraan saat Bertemu JK dan Belasan Ormas Islam; UU Pemilu Bakal Diubah?

Ia mengatakan pada pertemuan yang digelar di kediaman dinas Wapres RI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, itu membahas Pemilu 2019.

KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor wakil presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018). 

Tanggapan Jokowi

Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara soal keinginan dirinya untuk menjalin komunikasi kembali secara langsung dengan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Keinginan tersebut disampaikan langsung oleh Jokowi saat menjadi narasumber acara iNews Sore, Senin (22/4/2019).

Mulanya pembawa acara mengatakan terkait Jokowi yang mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk bertemu dengan Prabowo hingga kini belum ada tanda-tanda sambutan.

Lantas, pembawa acara menanyakan apakah Jokowi akan menempuh cara lain untuk bisa berkomunikasi dengan Prabowo setelah hari pencoblosan telah selesai.

"Bapak mengutus Pak Luhut Binsar Pandjaitan untuk bertemu dengan Pak Prabowo, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda Pak Prabowo bisa dengan Pak Luhut," kata pembawa acara.

"Apakah ada cara lain yang akan bapak tempuh untuk bisa membuka ruang komunikasi dengan Pak Prabowo?" tanyanya.

"Ya ini kan kita sebetulnya ingin membuka ruang komunikasi," ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan komunikasi akan sangat baik dilakukan mengingat Prabowo juga ia anggap sebagai sahabatnya sendiri.

Calon Presiden (Capres) 01, Joko Widodo angkat bicara soal dirinya yang ingin berkomunikasi secara langsung dengan Capres 02, Prabowo Subianto. (Youtube Official iNews)

Selain itu, ia beranggapan dengan adanya komunikasi antar kedua capres dapat memberikan edukasi politik kepada masyarakat.

"Pak Prabowo itu kan sahabat baik saya yang sudah lama, jadi kalau ada proses komunikasi kan akan sangat baik," papar Jokowi.

"Baik untuk masyarakat, untuk pendidikan politik kita semuanya, dan juga untuk bangsa dan negara ini," sambungnya.

Kemudian, pembawa acara kembali melontarkan pertanyaannya kepada Jokowi apakah pernah menelepon atau bertemu langsung pasca debat kelima Pilpres 2019.

Dengan tegas, Jokowi menyatakan belum pernah berkomunikasi secara langsung dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Belum, itu salah satunya saya mengutus Pak Luhut untuk itu," kata Jokowi.

Lantas Jokowi mengajak semuanya untuk menunggu hasil keputusan dari KPU nantinya.

Begitu juga, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengajak kepada para elite politik supaya bersama-sama memberikan pembelajaran politik yang baik untuk masyarakat.

"Ya untuk semuanya saja, karena kehendak rakyat sudah ditentukan pada 17 April 2019 yang lalu, dan kita menunggu pengumuman resmi dari KPU, ya elite-elite politik mari kita bersama-sama mengedukasi masyarakat, memberikan pembelajaran-pembelajaran politik pada masyarakat sehingga kita semuanya cara-cara berpilitik kita semakin matang, semakin dewasa," papar Jokowi.

Komunikasi Luhut dan Prabowo Via Telepon

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa ia diutus oleh Presiden Joko Widodo untuk bertemu calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Hingga saat ini, pertemuan itu belum terjadi.

Jika pertemuan itu terjadi, apa yang akan disampaikan Luhut?

Luhut mengatakan, pada intinya ia ingin menyampaikan kepada Prabowo agar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak terlalu mendengarkan masukan-masukan yang belum jelas dari orang-orang di sekelilingnya.

"Pak Prabowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja sebenarnya mau bilang ya jangan terlalu didengerin pikiran-pikiran yang terlalu enggak jelas basisnya. Karena Pak Prabowo orang rasional juga," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Luhut mengakui bahwa ia adalah orang yang diutus Jokowi untuk bertemu Prabowo.

Akan tetapi, komunikasi dengan mantan Danjen Kopassus itu baru dilakukan melalui sambungan telepon.

"Ya memang saya sudah telepon Pak Prabowo, bicara per telepon, ya kami kan teman. Bicara baik baik, ketawa-ketawa, ya kami janjian mau ketemu," kata Luhut.

"Hari Minggu kemarin (janjian). Tapi kemudian ada masalah teknis beliau agak sakit flu, kami reschedule," kata Luhut yang sudah berteman dengan Prabowo sejak berdinas di TNI.

Padahal, hasil hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan Jokowi-Maruf unggul dengan selisih suara sekitar 10 persen.

Saat ditanya apakah ia hendak meminta Prabowo untuk tidak mengklaim kemenangan sepihak dan menunggu hasil pilpres KPU, Luhut tidak menjawab dengan tegas.

"Saya enggak ingin terlalu jauh begitu ya. Tapi saya pikir Pak Prabowo orang arif, dia tahu apa yang harus dilakukan. Saya titip saja, orang-orang di sekitarnya jangan memberikan informasi-informasi yang tidak benar. Saya kan kenal juga tokoh-tokoh yang di sekelilingnya," kata Luhut.

Baca juga :

Kenapa Prabowo Berani Deklarasi Menang Pilpres 2019? Andre Rosiade Pastikan Dasarnya 'Real Count'

Mencuat Wacana Pilpres Ulang, Begini Kata 3 Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD: Terserah Asal

TERPOPULER Jokowi Akan Sandang Rekor Ikut Pemilu 5 Kali & Tak Pernah Kalah, Jika Menang Pilpres 2019

Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Hari Ini, Sementara Jokowi Unggul di 3 Wilayah Kalimantan

Viral Aspirasi Gadis Bugis untuk Pemenang Pilpres 2019: Tolong Turunkan Harga Uang Panaik, Pak!

Likes Fanpage Facebook:

Follow Twitter:

Follow Instagram:

Subscribe Official Channel YouTube:

Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved