Nasip Caleg Kalah; Habiskan Banyak Uang, Gagal Terpilih, Terancam Penjara, Dipecat dari Partai

habiskan banyak uang, kalah dalam pemilihan, tidak puas dan stres, melanggar hukum, jadi tersangka, masuk bui, lalu dipecat dari partai

Nasip Caleg Kalah; Habiskan Banyak Uang, Gagal Terpilih, Terancam Penjara, Dipecat dari Partai
(TRIBUN JAMBI/HERU PITRA)
Kotak suara dan surat suara Pemilu 2019 dibakar orang tak dikenal di TPS di wilayah Kota Sungaipenuh, Jambi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ibarat jatuh tertimpa tangga, para caleg yang gagal melenggang ke gedung dewan ini, sudah jatuh berkali-kali pula. Para caleg ini, sudah pasti telah menghabiskan banyak uang, entah dari tabungannya sendiri atau pinjam entah dari mana.

Ketika tidak terpilih, pasti sang caleg kecewa, dari mana mendapat uang untuk memulihkan ekonomi keluarga atau untuk mengembalikan pinjaman. Dalam kondisi seperti ini pikiran kriminal mulai datang dan menggiring sang caleg melakukan aksi melanggar hukum. Maka caleg itu berubah status menjadi tersangka.

Dalam statusnya yang baru sebagai tersangka, parpol yang menaunginya tentu tidak mau memiliki kader yang suka melanggar hukum, maka parpol tak segan-segan memecat kadernya itu.

Maka lengkaplah sudah, habiskan banyak uang, kalah dalam pemilihan, tidak puas dan stres, tindakan melanggar hukum seperti pembakaran kotak suara dan surat suara di dalamnya hingga terancam penjara, kemudian dipecat dari partai.

Padahal, proses rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum belum selesai. Kasus pembakaran ini terjadi di berbagai daerah, misalnya Jambi, Maluku, hingga Papua. Namun, ada juga kebakaran yang terjadi di Pesisir Selatan di Sumatera Barat. Jambi

Pembakaran kotak suara dan surat suara di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai, Jambi, diketahui dilakukan oleh seorang caleg Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP-P) berinisial KS (53). KS diciduk oleh tim gabungan saat bersembunyi di rumah salah satu penduduk bersama satu tersangka lainnya berinisal RJ (31).

Ternyata, RJ merupakan seorang Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tanah Kampung. Melihat dua rekannya ditahan, seorang lain berinisial A menyerahkan diri ke polisi. Namun, sejauh ini ia masih berstatus sebagai saksi.

Ketiganya diamankan di Polres Kerinci untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Akibat perbuatan mereka, 13 kotak suara beserta surat suara yang ada di dalamnya hangus terbakar. Menanggapi perbuatan salah satu calegnya, PDI-P menyatakan akan melakukan pemecatan jika memang kadernya terbukti bersalah.

Hal itu disampikan oleh Sekretaris DPD PDI-P Provinsi Jambi Akmaluddin. "Partai tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang mencederai semangat demokrasi. Bila benar akan kami beri sanksi pemecatan," kata Akmaluddin.

Peristiwa pembakaran logistik pemilu juga terjadi di Desa Ohoi Weduar, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Pembakaran ini dilakukan dua hari setelah pemilihan, yakni pada 19 April 2019. Kali ini tiga kotak suara beserta surat suara dan dokumen lainnya yang DIbakar.

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved