Pilpres 2019

Soal Isu People Power, Mahfud MD Minta Publik Tak Resah dan Salah Arti, Bisa Saja Bentuknya Pemilu

Adanya isu people power inijuga mendapat perhatian dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Soal Isu People Power, Mahfud MD Minta Publik Tak Resah dan Salah Arti, Bisa Saja Bentuknya Pemilu
Kompas/Lucky Pransiska
Mahfud MD 

TRIBUNKALTIM.CO - Istilah people semakin sering terdengar dan jadi bahan perbincangan belakangan ini.

Istilah people power ini awalnya sering terdengar jelang pemungutan suara untuk Pemilihan Presiden 2019 atau Pilpres 2019 yang digelar 17 April lalu.

Kata people tersebut dilontarkan elit politik yang saat ini tengah berkompetisi memperebutkan kursi Presiden Republik Indonesia pada Pilpres 2019.

Dilansir oleh Tribunnews.com, terkait People Power ini disuarakan oleh Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Amien Rais, yang menyebut tak akan membawa sengketa hasil pemilu ke MK jika menemukan potensi kecurangan.

Langkah itu dinilai Amien Rais tidak berguna.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK. Nggak ada gunanya, tapi kita people power."

"People Power sah," ucap Amien Rais di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

"Bukan revolusi, kalau revolusi ada pertumpahan darah. Ini tanpa sedikit pun darah tercecer, people power akan digunakan," tambah Amien.

Yang teranyar, seperti dilansir Kompas.com, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie juga ikut angkat bicara soal isu people power ini.

Jimly Asshiddiqie meminta capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tak mengikuti saran Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais untuk mengerahkan massa dalam menyikapi kecurangan Pilpres 2019.

Halaman
123
Penulis: Doan Ebenezer Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved