Garuda Indonesia Disebut Biang Kerok, Pemerintah Akan Intervensi Mahalnya Tiket Penerbangan

mahalnya tiket pesawat dinilai perlu diselesaikan oleh pemerintah karena bisa berdampak kepada melonjaknya laju inflasi.

Garuda Indonesia Disebut Biang Kerok, Pemerintah Akan Intervensi Mahalnya Tiket Penerbangan
INFOPERBANKAN.COM
Ilustrasi - tiket pesawat 

"Maka itu Kemenko Perekonomian turut serta dan Menteri BUMN juga untuk mengatur tarif terutama untuk Garuda yang market leader," tambah Menhub Budi.

"Karena kalau Garuda menaikkan batas atas, maka semuanya akan ikut naik. Begitu juga sebaliknya kalau mereka menurunkan maka semuanya juga akan turun," lanjut dia.

Adapun nanti, Budi bilang, Menko Darmin akan membahas soal tarif pesawat ini dalam dua hari ke depan.

"Apa hasilnya kita akan laksanakan," tegasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ANTARA/DIDIK SUHARTONO)

Dengan adanya hal ini Menhub mengatakan rencana untuk memanggil satu-satu para maskapai tidak perlu dilakukan, sebab kewenangan langsung dari Menko Perekonomian.

Sekadar tahu saja, perjalanan udara menjadi salah satu andalan pemudik.

Apalagi saat ini infrastruktur bandara sudah semakin bertambah.

Jika ditotal setiap tahun, Budi bilang perjalanan udara kenaikannya bisa di atas rata-rata yakni 7%.

Tapi, ia memperkirakan untuk tahun ini kenaikannya tidak bisa mencapai 7%.

"Untuk tahun ini kita prediksi kenaikan pemudik bisa mencapai 3-4% tapi kalau udara pasti di atas rata-rata sekitar 7%. Tapi kayaknya tahun ini nggak bisa sampai 7% karena masalah tiket ini," tutup Budi.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved