Harga Tiket Pesawat

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub Tuding Pesawat Garuda Naikan Batas Atas, Semuanya Ikut Naik!

Kementerian Perhubungan, Menhub Budi Karya Sumadi, kembali meminta bantuan kepada menteri lain demi atasi fenomena harga tiket pesawat masih mahal.

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub Tuding Pesawat Garuda Naikan Batas Atas, Semuanya Ikut Naik!
KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO
Menhub Budi Karya Sumadi saat di Pelabuhan Merak, Banten, beberapa waktu lalu. Kini Menhub menanggapi soal harga tiket pesawat masih mahal. Menhub Budi Karya Sumadi kembali meminta bantuan kepada menteri lain agar tarif tiket pesawat segera turun. 

Ia memastikan, rapat khusus tersebut akan mempertemukan Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia.

"Kami harapkan nanti ada stabilitas dari harga tiket Garuda yang mungkin dirasakan (masih tinggi) seperti sekarang ini," kata dia.

Penerbangan Lebaran Diprediksi Sepi

Tingginya harga tiket domestik yang terjadi sejak Januari 2019 itu diperkirakan akan berimbas pada maskapai. Banyak warga yang keberatan, dan terpaksa mengurangi jadwal terbangnya kecuali benar-benar penting.

 
Bahkan, saat Lebaran nanti diprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan sehingga maskapai tidak akan menikmati peak season seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Kami pakai patokannya Imlek kemarin. Tidak ada penerbangan yang mengajukan penerbangan ekstra. Pas libur Natal-Tahun Baru lalu, jumlah penerbangan ekstra hanya dalam hitungan jari,” kata pengamat penerbangan Gerry Soejatman dalam acara Kongkow Bisnis PasFM 92,4 tentang Dilema Harga Tiket Pesawat di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Menurut Gerry, jika pada awal bulan Ramadhan penumpang tidak banyak, saat Lebaran penumpang akan tetap sepi.

”Biasanya orang yang pulang di awal puasa tidak akan pulang lagi saat Lebaran. Nah, jika dia tidak pulang saat awal puasa, kemungkinan besar dia juga tidak pulang saat Lebaran karena harga tiket akan lebih mahal lagi. Demikian juga yang pulang saat Lebaran, belum tentu akan pulang dengan pesawat,” kata Gerry.

Faktor lain yang akan membuat penerbangan sepi saat Lebaran adalah waktu libur Lebaran yang cukup panjang.

”Tiket pesawat akan ludes jika waktu libur sangat pendek. Sekarang liburnya panjang, jadi kemungkinan besar masyarakat lebih memilih moda transportasi lain,” ujar Gerry.

 

Dia merujuk pada libur akhir pekan yang panjang, selama tahun 2019 juga tidak menunjukkan lonjakan penumpang. 

”Harga tiket yang mahal membuat orang menunda bahkan membatalkan keinginannya untuk terbang,” katanya.

Gerry mengakui, harga tiket pesawat tahun lalu adalah harga yang sangat murah sehingga membuat maskapai merugi. Namun saat ini, harga yang diterapkan maskapai adalah harga yang sangat tinggi, yang tidak terjangkau lagi oleh sebagian besar masyarakat.

 

ADITYA DIVERANTA UNTUK KOMPAS
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mendampingi wartawan saat mencoba fitur perangkat “virtual reality” untuk menonton film dalam pesawat, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Banten, Sabtu (26/1/2019).

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, mahalnya harga tiket penerbangan sangat memukul industri hotel, restoran, dan transportasi.

”Penurunannya mencapai 20-40 persen. Jika okupansi hotel rata-rata sekitar 60 persen, berarti ada hotel-hotel yang okupansinya hanya tinggal 20 persen. Ini benar-benar akan mematikan industri jika tidak ada perbaikan di tiket pesawat,” kata Maulana.

Tingginya harga tiket pesawat akan membuat target-target pariwisata tidak tercapai.

Menurut Maulana, tingginya harga tiket pesawat akan membuat target-target pariwisata tidak tercapai. Padahal saat ini pemerintah sudah memutuskan pariwisata sebagai sumber pendapatan utama bagi keuangan negara.

”Tiket domestik yang mahal akan membuat wisatawan Nusantara, terutama milenial, lebih memilih untuk pergi ke luar negeri,” katanya.[]

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul "Tiket Pesawat Mahal, Darmin Akan Panggil Menteri BUMN hingga Garuda ."

Artikel lainnya:

Tidak akan Subsidi Harga Tiket Pesawat Kelas Ekonomi, Menhub Budi Karya Sumadi Beberkan Alasannya

Hipmi Tax Center Ungkapkan Tiket Pesawat Mahal Rugikan Bisnis dan Daerah

Pemerintah Minta Maskapai Turunkan Tarif Tiket, di Kaltim Harga Tiket Pesawat Malah Naik

Maskapai Mulai Diskon Harga Tiket Pesawat, Ini Besaran Diskon yang Diberikan

Kemenhub Keluarkan Aturan Baru soal Tarif Tiket Pesawat, Evaluasi Dilakukan per Tiga Bulan

Like Fanpage Tribun Kaltim 

Follow Twitter Tribun Kaltim 

Follow Instagram Tribun Kaltim 

Subscribe Channel YouTube Tribun Kaltim

Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved