Pileg 2019

PSI Kembali Buat Kejutan,Tsamara Amany Unggul Jauh Atas Hidayat Nur Wahid di Singapura

Namun Tsamara harus merelakan diri tak duduk di kursi DPR karena partainya gagal memperoleh suara pada ambang batas 4 persen

PSI Kembali Buat Kejutan,Tsamara Amany Unggul Jauh Atas Hidayat Nur Wahid di Singapura
(Aprillio Akbar)
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) bersama Calon Legislatif (Caleg) PSI yang juga Ketua DPP PSI Bidang Eksternal Tsamara Amany (kanan) menunjukkan formulir pendaftaran Tsamara Amany sebagai Caleg PSI di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/10). Dalam kesempatan tersebut Tsamara Amany juga mendeklarasikan gerakan Solidaritas Kaum Muda Melawan Korupsi (SIKAP) yang merupakan sayap gerakan PSI untuk mengajak anak-anak muda berjuang memerangi korupsi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SINGAPURA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali membuat kejutan. Walau pendatang baru yang belum dikenal luas, namun para kadernya melakukan pekerjaan-pekerjaan luar biasa sehingga mampu memberi warna walau belum terang benderang dalam kancah perpolitikan Indonesia. kurang diunggulkan.

Sebelumnya PSI besutan Grace Natali ini berjaya di Washington DC mengalahkan partai-partai besar penuh pengalaman. Demikian juga di Kota Surabaya, kader partai yang menggarap kaum milenial ini mengalahkan beberapa partai besar. PSI untuk kali pertama meraih kursi legislatif, di Kota Surabaya. Kini berlanjut ke Singapura.

Perhitungan suara pemilihan legislatif 2019 di Singapura menunjukkan hasil yang menarik. Caleg muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany memimpin perolehan suara terbanyak dengan raihan 3.755 suara. Maju sebagai caleg nomor satu, perempuan berusia 22 tahun itu unggul jauh dari Wakil Sekjen PDIP yang juga petahana Eriko Sotarduga. Eriko menduduki urutan kedua dengan 1.389 suara.

Namun Tsamara harus merelakan diri tak duduk di kursi DPR karena partainya gagal memperoleh suara pada ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Seperti diketahui, hitung cepat menunjukkan suara nasional partai baru itu hanya mencapai sekitar 2 persen.

Tsamara ternyata juga mengalahkan politisi senior lainnya yang turut bertarung dalam pileg 2019. Wakil Ketua MPR yang juga petinggi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meraih 842 suara. Jumlah tersebut yang membuatnya berada di urutan kelima.

Secara total, ada 105 caleg yang memperebutkan 7 kursi ke Senayan. Lalu, seperti apa sosok Tsamara? Tsamara terbilang muda di jagat perpolitikan Indonesia. Pada usia yang baru 21 tahun, dia sudah menduduki jabatan Ketua DPP PSI Bidang Eksternal.

Politisi muda ini pernah menarik perhatian ketika berdebat dengan Fahri Hamzah di Twitter. Alasannya berdebat dengan Fahri adalah untuk memberi pesan kepada kaum muda agar berani mengemukakan pendapat. Kala itu, dia menilai ada upaya-upaya untuk melemahkan hingga membubarkan KPK. Tsamara mengatakan, anak muda harus berani menolak segala upaya tersebut. Tsamara lulus dari Universitas Paramadina Jakarta pada 21 April 2018.

Baca juga :

Pascapencoblosan Pilpres 2019 Jokowi dan Zulkifli Hasan Bersua di Istana, Begini Respon Politisi PKS

Siapa Sebenarnya Pemenang Pilpres 2019? Begini Penjelasan Praktisi dan Pakar Hukum Tata Negara

Kenapa Pilih Prabowo di Pilpres 2019? Bambang Widjojanto: Pemberantasan Korupsi Bisa Lebih Maksimal

Pilpres Usai, Bagaimana Kini Nasib Divestasi Saham Freeport Penghasil Rp 56 Triliun per Tahun?

Kenapa Prabowo Berani Deklarasi Menang Pilpres 2019? Andre Rosiade Pastikan Dasarnya 'Real Count'

Like Fanpage Tribun Kaltim 

Follow Twitter Tribun Kaltim 

Follow Instagram Tribun Kaltim 

Subscribe Channel YouTube Tribun Kaltim

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tsamara Amany Kalahkan Waksekjen PDIP dan Hidayat Nur Wahid di Singapura"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved